Jumat, 08 Juli 2011

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Muslimat NU Karimun Belajar Olah Sampah

Karimun, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Majelis Talim Nur Hidayah binaan Pimpinsn Cabang Muslimat NU Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau melakukan kunjungan ke bank sampah Karimun Madani. Dari hasil kunjungan itu, mereka belajar "menyulap" berbagai macam limbah sampah rumah tangga menjadi barang yang dapat menghasilkan pendapatan dan meningkatkan perekonomian keluarga.

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Muslimat NU Karimun Belajar Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)
Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Muslimat NU Karimun Belajar Olah Sampah (Sumber Gambar : Nu Online)

Tingkatkan Ekonomi Keluarga, Muslimat NU Karimun Belajar Olah Sampah

Menurut Ketua PC Muslimat NU Kabupaten Karimun Nyimas Novi Ujiani, dari tangan terampil pengurus bank sampah tersebut, limbah mampu dijadikan pernak-pernik kebutuhan rumah tangga.

"Jadi, tidak semua limbah rumah tangga itu semuanya sampah. Buktinya? Bank Sampah Karimun Madani bisa menjadikan sampah menjadi kerajinan yang bernilai ekonomis," ucap Nyimas Novi Ujiani.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Beberapa kerajinan yang berhasil diciptakan bank sampah terbaik se-Kepri itu berupa? tas dari bungkus plastik makanan ringan, sendal selop dari bungkus pembersih piring, pas bunga kaca dari botol sirup, topi dari kertas koran, bunga dari gelas minuman ringan dan banyak lagi.

Dari kunjungannya itu, anggota DPRD Kabupaten Karimun tersebut mengimbau kepada masyarakat agar tidak langsung terburu-buru membuang sampah rumah tangga. Hendaknya dipilah mana yang masih dapat di daur ulang, dan mana sampah yang memang sudah tidak bisa diolah lagi. Setelahnya sampah yang dapat didaur ulang agar kiranya dibawa ke bank sampah dapat diuangkan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Sampah dari limbah rumah tangga kita nantinya akan dapat bermanfaat bagi semua orang. Yang pada akhirnya dari sampah mampu menghasilkan uang. Dengan budaya ini juga kita bisa menjaga kebersihan lingkungan karena sampah saat ini sangat bermanfaat, bahkan yang tidak bisa diolah sekali pun bisa dijadikan pupuk kompos," terangnya.

Dengan pemilahan sampah katanya, akan mampu mengurangi volume di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), yang menurut Dinas Kebersihan setiap harinya mencapai 40 ton sampah dari limbah rumah tangga. Dengan demikian, maka sudah saatnya menjadikan sampah di rumah masing-masing sebagai sumber pendapatan.

Dari sampah yang diantar ke bank sampah Karimun Madani, maka bisa disimpan melalui beberapa program yang telah disiapkan. Beberapa diantaranya adalah tabungan biaya sekolah anak, tabungan untuk lebaran dan dapat pula untuk keperluan hari-hari, bahkan ada pula program tabungan naik haji. (Sularno Menot/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Syariah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 03 Juli 2011

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffadh Nadlatul Ulama (JQHNU) menggelar seminar nasional bertajuk “Kontroversi Tilawah Langgam Nusantara”, Selasa (16/6) petang, di aula PBNU, Jakarta. Salah satu narasumber hadir dari Universitas Internasional al-Mustafa, Qum, Iran.

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)
Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU (Sumber Gambar : Nu Online)

Ulama Iran Hadiri Seminar Tilawah Langgam Nusantara JQHNU

Ketua Umum PP JQHNU KH Abdul Muhaimin Zain mengatakan, seminar ini diselenggarakan atas permintaan masyarakat, menyusul polemik tentang kebolehan melantunkan al-Qur’an dengan langgam Jawa sebagaimana terjadi pada peringatan Isra’ dan Mi’raj pertengahan Mei lalu di Istana Negara, Jakarta. Pihaknya sengaja mengundang pakar qira’ah asal Iran lantaran langgam qira’ah yang lazim dibaca para qari’ mayoritas berasal dari Persia atau Iran.

Sayyid Ali Rabbani, ulama Iran itu, di hadapan forum yang terdiri para mahasiswa, dosen, dan para pegiat al-Qur’an, mengatakan kontroversi ini juga pernah terjadi di negaranya, Iran. Pembacaan al-Qur’an dengan lagu bersyair mendapat simpati dari sebagian kecil ulama, meski ditolak oleh kebanyakan ulama qira’ah di sana.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Soal tilawah di luar langgam Arab, katanya, secara akal bahasa Arab atau bahasa Inggris seyogianya diekspresikan menurut bahasa Arab atau Inggris. Namun ia menggarisbawahi bahwa seorang qari sebaiknya tidak terlalu fokus pada lagu, melainkan perenungan makna dan sampainya pesan al-Qur’an kepada para pendengar.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ali Rabbani mengisi seminar bersama Kepala Lajnah Pentashih al-Qur’an Kemenag Muchlis M Hanafi, Rais Majelis Ilmi PP JQHNU KH Ahsin Sakho, dan Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj. Peserta yang berpartisipasi antara lain dari qari internasional Ustadzah Maria Ulfa, serta akademisi dari Institut Perguruan Tinggi Ilmu al-Quran (PTIQ) Jakarta, Institut Ilmu al-Quran (IIQ) Jakarta, dan Sekolah Tinggi Kulliyatul Quran "Al-Hikam" Depok.

Menurut hasil penelitiannya dari berbagai kitab klasik, Muchlis berpendapat bahwa tidak ada contoh valid pada zaman Rasulullah tentang lagu tertentu yang harus digunakan saat membaca al-Qur’an. Dengan demikian, ia meyakini langgam (nagham) datang atas kreasi umat Islam setelahnya atau bersifat ijtihadi.

Sebagaimana Muchlis, KH Ahsin Sakho setuju dengan adanya kebebasan dalam memilih lagu selama tidak menyalahi tajwid, makharijul huruf, dan kekhidmatan dalam pembacaan al-Qur’an. Baginya ini masalah sekunder karena menyangkut budaya manusia yang beragam. Yang primer dan masuk kategori ibadah adalah pembacaan al-Qur’an sesuai kaidah dan makna.

“Jadi menurut saya sah-sah saja (menggunakan langgam Nusantara), sejauh tidak ada mawani’ (penghalang) yang menyebabkan ia makruh atau haram,” ujarnya usai menayangkan video pembacaan al-Quran dari Afrika dan Saudi Arabia yang berbeda dari tujuh lagu yang lazim dibaca, yakni Bayati, Shoba, Hijaz, Nahawand, Rost, Jiharkah, dan Sikah. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Olahraga, Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 26 Juni 2011

Panitia Daerah Akan Luncurkan Buku Panduan bagi Muktamirin

Surabaya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia daerah terus bekerja melengkapi kebutuhan muktamar. Ketua Panitia Daerah H Syaifullah Yusuf (Gus Ipul) kembali mengumpulkan para divisi di sekretariat Panda Muktamar jalan Masjid Al Akbar Timur nomor 9 Surabaya, Selasa (30/6). Ia meminta semua divisi untuk membuat buku panduan Muktamar NU sebanyak 2 lembar ukuran A4.

Panitia Daerah Akan Luncurkan Buku Panduan bagi Muktamirin (Sumber Gambar : Nu Online)
Panitia Daerah Akan Luncurkan Buku Panduan bagi Muktamirin (Sumber Gambar : Nu Online)

Panitia Daerah Akan Luncurkan Buku Panduan bagi Muktamirin

Dalam penyampaiannya Gus Ipul meminta mereka mendesain buku tersebut semenarik mungkin. Kalau terlalu banyak muktamirin tidak akan baca. "Kalau sampai 100 halaman itu bukan panduan tapi skripsi," terang Gus Ipul.

Evaluasi dilakukan hampir semua divisi terutama yang dinilai krusial seperti divisi konsumsi, akomodasi, keamanan dan transportasi. Semua divisi itu diminta membuat buku panduan. Semisal divisi konsumsi, buku panduan itu berisikan jadwal makan dan tempat makan di masing-masing pesantren.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan divisi keamanan, diminta mencantumkan nama-nama Banser dan komandannya serta pembagian wilayahnya.

"200 Banser di alun-alun, 100 di stadion, 100 di masing-masing pesantren, dan 100 di hotel, tentu kita akan dibantu personil kepolisian dan TNI," jelas Ketua Divisi Keamanan Rudi Triwahid.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Ipul juga memerintahkan divisi transportasi, akomodasi, dan kesehatan. Wakil Gubenur Jawa Timur itu memberi tenggang waktu kepada ketua tim sampai 6 Juli sejak dimulai hari ini.?

"Buku panduan itu, nantinya dimasukkan ke dalam tas para muktamirin," jelasnya. (Rofii Boenawi/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 14 Juni 2011

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Brebes, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Pimpinan Anak Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kecamatan Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, menyelenggarakan Tarling ataupun Tarawih Keliling. Selain bernilai ibadah, kegiatan ini juga menjadi wahana silaturahim dan syiar Ahlussunnah wal Jama’ah pengurus GP Ansor setempat di desa-desa.

Tarling dilaksanakan dari tanggal 5 Ramadhan sampai dengan 21 Ramadhan. Pada hari ke-9 Ramadhan, Tarling bertempat di Masjid Nurul Hidayah Desa Lengkong, Wanasari, Brebes.

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)
Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa (Sumber Gambar : Nu Online)

Tarawih Keliling, Ansor Dakwahkan Islam Moderat ke Desa-desa

Bayu Rohmawan, Ketua PAC GP Ansor Wanasari menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda rutin setiap bulan Ramadhan. Pihaknya menyiapkan para dai yang mengisi kultum (kuliah Tujuh menit) dalam rangkaian shalat tarawih berjamaah ini.

Para dai tersebut, tambahnya, sudah melewati Kursus Dai Muda Aswaja yang digelar GP Ansor Wanasari sebelum bulan puasa tiba. Mereka didorong untuk punya misi dakwah Islam yang toleran (tasamuh), seimbang (tawazun), moderat (moderat), tegak lurus (i’tidal) dan amar maruf nahi munkar sesuai dengan prinsip Nahdlatul Ulama.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami berharap misi dakwah GP Ansor bisa dipahami oleh masyarakat serta menambah ukhuwah anggota GP Ansor dengan masyarakat,” terang Bayu.

Kegiatan ini diikuti seluruh pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Wanasari dan untuk tahun 2016 ini dilaksanakan di 9 Desa di Kecamatan wanasari antara lain Desa Glonggong, Wanasari, Lengkong, Kupu,Dumeling,Siasem, Klampok, Siwungkuk dan Desa Sawojajar. (Red: Mahbib)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Makam, Warta Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 11 Juni 2011

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

Pontianak, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Kalimantan Barat (Kalbar) secara resmi berdiri bersamaan dengan ditandatanganinya “Prasasti Universitas Nahdlatul Ulama” oleh Wakil Presiden RI H Muhammad Jusuf Kalla, Sabtu (31/1), dalam momen peringatan hari lahir ke-89 NU di Jakarta. Prasasti itu menjadi simbol bagi berdirinya 23 perguruan tinggi NU di berbagai daerah di Tanah Air.

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)
Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana (Sumber Gambar : Nu Online)

Buka 4 Fakultas, UNU Kalbar Siap Terima Mahasiswa Perdana

"Alhamdulillah, Pak Wapres sudah meresmikan UNU Kalbar. Itu berarti juga tahun ini kita siap menerima mahasiswa perdana. Kita mulai mempersiapkan segala sesuatunya mulai dari sekarang," kata Rektor UNU Kalbar Dr Agung Hartoyo M Pd di kantornya, Senin (2/2).

Ia menambahkan, pihaknya tengah mengisi kepengurusan atau personel UNU Kalbar, mulai dari dekan fakultas, ketua program studi, kepala biro, tenaga administrasi, keuangan, perpustakaan, laboratorium, tenaga informasi teknologi, dan sebagainya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

UNU merupakan universitas kelima di Kalbar, selain Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Universitas Muhammadiyah Pontianak (UMP), dan Universitas Kapuas (Unka) Sintang. "Kita sama-sama memberikan kontribusi untuk kemajuan pendidikan di Kalbar. Untuk itu, mohon dukungan dari seluruh masyarakat agar UNU Kalbar bisa diterima," harap Agung.

Begitu berdiri, UNU Kalbar langsung membuka empat fakultas, antara lain Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Fakultas Pertanian (Faperta), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas Ekonomi (Fekon). "Semuanya umum," ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keempat fakultas itu terdiri dari 10 program studi (prodi). Untuk FKIP terdiri tiga prodi, yakni Prodi Guru Sekolah Dasar (PGSD), Pendidikan Matematika, dan Pendidikan Bahasa Inggris. Kemudian, Faperta terdiri empat prodi, yakni Prodi Agribisnis, Prodi Manajemen Sumber Daya Perairan, Prodi Agro Teknologi, dan Prodi Teknologi Hasil Perikanan.

"Untuk Fakultas Ekonomi hanya satu prodi, yakni Prodi Akuntansi. Sedangkan untuk Fakultas Teknik terdiri dua prodi, yakni Prodi Sistem Informasi dan Prodi Ilmu Lingkungan. Ini untuk tahap awal. Apabila nanti berkembang, bukan tidak mungkin kita menambah prodi, bila perlu fakultas," urai Agung yang dosen FKIP Untan ini.

Kampus sementara UNU Kalbar berada di Gang Jeruk Jalan KH Ahmad Dahlan, di samping kantor PMI Provinsi Kalbar. UNU Kalbar menerapkan sistem perkuliahan modern meski fasilitas kampus masih sederhana.

"Sistem perkuliahan menggunakan aplikasi yang dibuat oleh PBNU. Semua akan terkoneksi, baik materi kuliah, tugas belajar, sampailah pada soal keuangan. Dengan adanya sistem ini, untuk akreditasi menjadi sangat mudah. Tinggal buka aplikasi, semua akan terekam dengan jelas," beber Agung.

Ketua Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) Kalbar ini berharap, pembukaan mahasiswa perdana UNU Kalbar mendapat respons positif. Bagi masyarakat yang ingin memasukkan anaknya kuliah di UNU, tunggu pengumuman resminya. "Nanti akan kita publikasikan secara luas ke masyarakat soal pendaftaran mahasiswa baru. Termasuklah segala persyaratannya," ujarnya. (Rosadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Meme Islam, Pendidikan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 06 Juni 2011

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu

Mojokerto, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) mengadakan Kongres kedua di Pondok Pesantren Amanatul Ummah Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Rabu-Sabtu (26-29/10).?

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Pendidikan Jadi Agenda Penting di Kongres Ke-2 Pergunu

Wakil Ketua Panitia Kongres II Pergunu Akhsan Ustadhi mengatakan kongres kali ini akan membahas sejumlah persoalan yaitu organisasi, rekomendasi, program, dan bahtsul masail bidang pendidikan.

"Dalam bahstul masail pendidikan akan dibahas diantaranya advokasi terhadap guru, perlakuan murid yang dewasa ini tidak sesuai dengan kitab talimul mutaallim, dan berbagai persoalan yang ada di cabang atau wilayah," terang Akhsan yang ditemui Pimpinan Pusat Muhammadiyah di sela-sela persiapan Kongres Rabu (26/10) sore.

Ahsan menambahkan, peserta kongres berasal dari 372 cabang Pergunu dari 34 provinsi. Selain itu, peserta juga berasal dari pengurus wilayah.

"Peserta dari setiap cabang kami undang tiga perwakilan plus satu alim ulama. Sedangkan dari tiap-tiap pengurus wilayah ada empat orang plus satu alim ulama," ujar Akhsan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kongres ini juga akan diadakan forum Rembug Guru Nasional. Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj diagendakan membuka kongres. Sejumlah tokoh juga direncanakan akan hadir, yaitu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menristekdikti M Nasir, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, dan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa. (Kendi Setiawan/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 05 Juni 2011

Mbah Moen: Pemilu Tonggak Demokrasi Indonesia

Rembang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam sebuah acara pengajian, Mustasyar PBNU KH Maimoen Zubair menyinggung soal Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang digelar serentak di sebagian besar kabupaten dan kota di Indonesia pada 9 Desember lalu.

Mbah Moen: Pemilu Tonggak Demokrasi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Mbah Moen: Pemilu Tonggak Demokrasi Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Mbah Moen: Pemilu Tonggak Demokrasi Indonesia

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jawa Tengah menuturkan, pemilihan umum ini merupakan tonggak demokrasi Indonesia.

"Siapapun yang ikut mencalonkan diri pada tanggal 9 Desember kemarin, mereka adalah anak bangsa yang juga telah ikut andil dalam menyukseskan demokrasi di Indonesia", tuturnya dalam acara Haflah Khatmil Qur’an di Pondok Pesantren Al-Hamidiyah Islamic Center, Lasem, Rembang, Senin (14/12) sore.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Mbah Moen, sapaan akrabnya, politik bukan untuk memuaskan kepentingan sesaat, melainkan untuk mendialogkan Islam dengan kebangsaan. Ia menambahkan, pemilihan umum ini merupakan tindak lanjut dari praktik yang pernah dicontohkan oleh Khulafaur Rasyidin.

Turut hadir dalam acara ini beberapa tokoh agama, di antaranya KH Sofwan (Imam Masjid Lasem), KH Khaizul Maali (Mustasyar PCNU Kabupaten Rembang), H Arwani Thomafi (anggota DPR RI). Acara ditutup dengan doa oleh KH Maimoen Zubair. (Aan Ainun Najib/Mahbib)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Daerah Pimpinan Pusat Muhammadiyah