Kamis, 11 Oktober 2012

GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras

Boyolali,Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Jawa Tengah memotong hewan kurban untuk meringankan beban penderitaan korban bencana Gunung Merapi. Daging kurban sapi dan kambing itu langsung disalurkan ke pengungsi di wilayah Merapi.



GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras

“Alhamdulillah, kami bisa kurban 2 ekor sapi dan 17 kambing,” kata Ketua PW GP Ansor Jateng Jabir Al Faruqi di sela-sela pemberian bantuan di desa Jrakah, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jumat (19/11).

Selain kurban sapi, lanjut Jabir, pihaknya juga memberikan bantuan 2 ton beras, 200 dus mie instan, dan 1000 paket logistik bagi keluarga korban Merapi. Perpaket logistik terdiri dari 2,5 Kg Beras, 2 buah Mie Instans, 1 ons ikan asin, ½ kg minyak goreng dan 1 dus susu bubuk.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Selain di Kabupaten Boyolali, penyembelihan hewan kurban dan pemberian bantuan juga untuk Kabupaten Klaten dan Magelang,” ujar Jabir.

Usai penyembelihan hewan Kurban PW GP Ansor menggelar istighostah dan pengajian umum di Desa Jrakah, Selo, Boyolali yang dipimpin oleh KH Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz. Istighosah ini sebagai upaya permohonan pengampunan dan keselamatan dari segala bencana.

Menurut Jabir, dalam musibah Merapi ini meminta kepada seluruh anggota Ansor khususnya untuk terus membantu korban Merapi. Pasalnya penderitaan mereka masih panjang. Kalaupun harus pulang dari pengungsian, para korban Merapi masih harus memulihkan kondisi tempat tinggalnya minimal 6 bulan lagi untuk bisa mandiri.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita perlu mengantisipasi dan memberi motivasi terus agar sahabat-sahabat kita yang di Boyolali, Magelang, dan Klaten kembali bisa pulih dan mandiri,” tandasnya.

Terkait rusaknya lahan pertanian di tiga daerah tersebut, Jabir meminta kepada Pemerintah untuk membantu merehabilitasi pertanian. Pemerintah katanya, wajib menghidupkan kembali lahan pertanian, penyediaan bibit tanaman hingga penyediaan pupuk. “Sebab, masyarakat korban merapi sudah tidak berdaya lagi untuk bangkit, sehingga pemerintah wajib menyediakan kebutuhan petani tersebut,” tutur Jabir lagi. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Syariah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 01 Oktober 2012

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Oleh Ahmad Naufa Kh. F.

Isu ketahanan dan kedaulatan pangan secara umum tidak menjadi wacana utama yang banyak dibicarakan atau diperjuangkan baik kalangan mahasiswa, pejabat ataupun politisi. Meski demikian, ketahanan pangan adalah isu yang layak mendapat perhatian dikalangan luas, utamanya mahasiswa sebagai kaum pendobrak. Mengapa pangan? Karena pangan merupakan kebutuhan primer (dloruri) yang dibutuhkan seleuruh elemen masyarakat Indonesia.

Secara definitif, makna "ketahanan" dengan "kedaulatan" itu berbeda. Secara sederhana, misalnya, jika ada sebuah keluarga yang kehabisan beras lalu menutupinya dengan membeli di pasar atau hutang kepada tetangga untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, sudah dikatakan memiliki "ketahanan" pangan. Meski demikian, keluarga itu belum bisa dikatakan "berdaulat". Lebih dari itu, kedaulatan pangan adalah upaya yang sistematis untuk menentukan, kebijakan dan kebutuhan pangan secara merdeka atas keluarganya sendiri, seperti menanam padi sendiri, membeli dengan keluarga sendiri dan membuat harga sendiri. Dalam konteks ini adalah Indonesia yang terjadi hari ini masih berkutat pada "ketahanan" pangan, belum memiliki "kedaulatan" pangan.

Ironis memang, Indonesia yang begini subur dengan laut dan alamnya yang melimpah ruah masih terbelenggu dalam berbagai hal. Negeri yang disebut "penggalan sorga" ini begitu seksi dan diperebutkan banyak orang untuk mengambil sumber daya alamnya yang memang belum bisa dan mungkin tak ada niat untuk bisa mengelola alamnya sendiri. Berbagai perusahaan asing tertancap disini, dengan profit sharing yang tak masuk akal. Kue pembangunan pun hanya dijadikan rayahan orang-orang yang miskin nasionalisme dan pragmatis. Rakyat kecillah yang menjadi korban kebiadaban rezim dan system dengan segala problematikanya.

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)
Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia (Sumber Gambar : Nu Online)

Meneguhkan Kedaulatan Pangan Indonesia

Mantan Menteri Perekonomian Kwik Kian Gie mencatat, 92 persen perusahaan dan aset-aset negara yang didapat melalui alam, sudah dikuasai dan dikendalikan oleh asing. Juga penelitian Michael Backman (1995) tentang kapitalisasi pasar dari 300 konglomerat Indonesia, Backman menemukan 73 persen total kapitalisasi pasar dimiliki oleh etnis Tionghoa. Belum lagi pasar yang dikendalikan konglomerat-konglomerat penghisap keringat rakyat yang memiskinkan petani dan pedagang kecil tumbuh subur dengan panglimanya para wakil rakyat yang dengan seenaknya mengamandemen undang-undang sesuai pesanan. Bagaimana mungkin ekonomi kerakyatan dan kedaulatan pangan dapat ditegakkan?

Islam sebagai Pendobrak

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Islam sebagai ideologi hendaknya juga memiliki signifikansi sebagai pendobrak sosio-kultural. Perlawanan dan penghapusan terhadap ketidakadilan sebenarnya secara substansi bukan barang baru. Islam yang dibawa nabi pada zaman klasik sudah membuktikan bagaimana ia tumbuh sebagai ideologi yang membebaskan dari dikotomi ekonomi, ketimpangan sosial dan penyembelihan hak-hak asasi manusia. Ajaran Islam jelas, “Kaum Muslim berserikat dalam tiga hal, yaitu padang rumput, air dan api" dalam hal ini termasuk pula Emas, Gas, Energi, dan Batubara adalah untuk kemakmuran rakyat. Namun pada faktanya, asset-aset tersebut lari keluar dan memiskinkan penduduk pribumi. Kini, hanya untuk membeli segelas air putih, kita harus membeli ke Barat.

Tahu dan tempe sebagai hal yang paling membantu peningkatan gizi kaum menengah kebawah harus import dengan membunuh petani kedelai. Kebaikan tuhan memberi laut yang luas disia-siakan dan dikufuri dengan impor garam yang juga membunuh petani. Jutaan hektar ladang sawah dengan kerja gigih petani dari pagi sampai sore hari harus diinjak-injak kartel yang tak bertanggungjawab. Setiap butir nasi yang kita makan sungguh sebuah proses panjang yang menyangkut jutaan orang. Media yang dipesan konglomerat dengan bantuan pejabat miskin nasionalisme untuk membuat opini publik bahwa pangan serba kekurangan, membuat kebijakan impor digulirkan. Tentu dengan tangan panjang dan antek-antek kapitalisme global yang mengepung Senayan.

Lalu, dalam konteks Indonesia, bagaimana arah gerakan kita yang masih minim pengetahuan tentang hukum dan ekonomi secara makro? "Untuk mengatasi dan mengamankan undang-undang, anda tak butuh ahli ekonomi. Anda tak butuh ahli tata-bahasa. Yang anda butuhkan hanyalah berpikir logis dan kemauan kuat dan keberanian untuk berdaulat, dengan mengamankan undang-undang dan kebijakan yang berpihak kepada rakyat" kata Prof Maksum, Ketua PBNU, guru besar pertanian UGM.

Sebagai contoh, dalam amandemen UUD 1945 Pasal 33 Ayat 3 berbunyi: "Bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.” Ayat 4: “Perekonomian nasional diselenggarakan berdasar atas demokrasi ekonomi dengan prinsip kebersamaan, efisiensi berkeadilan, berkelanjutan, berwawasan lingkungan, kemandirian, serta menjaga keseimbangan, kemajuan, dan kesatuan ekonomi nasional. Ayat 5: "Ketentuan lebih lanjut mengenai pasal ini diatur dalam Undang-Undang.”

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan amandemen ini muncul berbagai Undang-Undang prokapitalis yang merugikan negara dan menyengsarakan rakyat. Pasal 33 Ayat 3 secara otomatis, telah di-nasikh ayat 4 yang merupakan pesanan asing dengan corong para wakil rakyat yang menggadaikan negerinya. Perubahan ini, bisa dilogika dan dinalar secara awam. Meski sudah diuji materikan oleh beberapa pihak yang masih peduli kedaulatan NKRI, utamanya PBNU, antek-antek asing selalu saja merubah dan mempermainkan kata dan kucing-kucingan.

Selain itu ada beberapa UU liberal pesanan asing yang membunuh kedaulatan rakyat seperti: UU Migas (No 22 Th 2001), UU BUMN (No 19 Th 2003), UU SD AIR (No 7 Th 2004), UU Perikanan(No 31 Th 2004), UU Pen. Modal (No 25 Th 2007), UU Kewilayahan (No 27 Th 2007), UU Minerba (No 4 Th 2009), UU Tenaga Listrik(No 30 Th 2009), UU Cagar Budaya (No 11 Th 2010), UU. Mata Uang ( No 7 Th 2011), UU. OJK (No 21 Th 2011) UU Pertanahan (No 2 Th 2012).

Inilah tugas dan proyek besar mahasiswa, sebagai generasi muda dan pemilik sah masa depan bangsa ini. Dasar teologis sudah jelas, saatnya kita berpikir 10-20 tahun kedepan, bagaimana bisa memiliki kedaulatan pangan; menentukan sendiri, memproduksi sendiri dan menikmati sendiri potensi alam untuk kemakmuran rakyat yang merupakan amanat undang-undang dasar 1945. Saatnya membuka mata, wacana, cakrawala dan berbuat hal-hal yang kongkrit. Mahasiswa dan generasi muda Indonesia jangan justru terjebak pada pragmatisme politik dan wacana kampus yang menyesatkan. Hal-hal yang tak penting dan lebay. Mahasiswa harus segera berbenah diri, menganalisa kawan dan lawan dan berpikir cerdas untuk melakukan perubahan. Karena, selain kepada mahasiswa dan generasi muda, kemana akan lagi nasib masa depan bangsa ini diserahkan?

?

Ahmad Naufa Khoirul Faizun, Wakil Ketua PW IPNU Jateng, Santri Pondok Pesantren An-Nawawi Berjan Purworejo

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pertandingan, Tegal Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 30 September 2012

Samakan Persepsi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan TK

Bojonegoro, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Raudlatul Athfal Fattahul Huda desa Pumpungan kecamatan Kalitidu kabupaten Bojonegoro mengadakan seminar pendidikan di gedung madrasah setempat, Kamis (18/10). Seminar ini membehas peran orang tua untuk mendidik anak yang berakhlaq dan berilmu.

Kepala RA Fattahul Huda, Slamet mengatakan, "Semoga acara ini bisa membekali wali murid untuk diimplementasikan pada anak-anaknya agar tidak terjadi kekeliruan paham antara pembelajaran yang diberikan di lembaga dan pola asuh orang tua di rumah."

Samakan Persepsi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan TK (Sumber Gambar : Nu Online)
Samakan Persepsi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan TK (Sumber Gambar : Nu Online)

Samakan Persepsi Orang Tua dan Lembaga Pendidikan TK

Kegiatan ini merupakan satu program lembaga yang rutin dilaksanakan, tetapi bergantian dengan program kegiatan edukatif lainnya. "Setiap bulan kita mengadakan kegiatan secara khusus baik untuk anak-anak maupun untuk orang tua siswa," imbuhnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Untuk keluarga lengkap, peran boleh berbagi, tapi tanggung jawab pendidikan tidak bisa dialihkan. "Tetap pada sang ayah sebagai inspirasi, teladan, dan idola bagi putra-putrinya."

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tampak dikegiatan tersebut para peserta sangat antusias mengikuti kegiatan. Pasalnya tidak hanya mendengarkan saja tetapi peserta juga diajak Brain Gym dan diberikan terapi bagaimana mengatasi rasa sakit dengan cepat dan dilakukan sendiri. (M Yazid/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Warta, Daerah, Quote Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 20 September 2012

UPZ Lazisnu Se-Kabupaten Blitar Dikukuhkan

Blitar,? Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Lembaga Amil Zakat, Infaq dan Shodaqoh (LAZISNU) Jawa Timur, KH Nurshodik Askandar mengukuhkan pengurus Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Majelis Wakil Cabang (MWC) NU se-Kabupaten Blitar di aula kantor NU setempat, Sabtu (28/5). Pada kesempatan tersebut, dimanfaatkan Lazisnu Jatim untuk menjalin silaturahim dan sosialisasi program PW LAZISNU Jatim tahun 2016.

Nurshodik mengatakan Lazisnu Jawa Timur mulai menggerakkan potensi kemandirian umat Islam di antaranya dengan penguatan sistem transparansi melalui program aplikasi ZAKY bagi donatur dan manajemen.

Selain di Blitar, acara serupa juga digelar di sejumlah cabang. Seperti di Malang, Sidoarjo, dan Surabaya. “Di Surabaya, diikuti sebanyak 60 peserta. Ini untuk pengurus dan calon relawan,” katanya.

UPZ Lazisnu Se-Kabupaten Blitar Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)
UPZ Lazisnu Se-Kabupaten Blitar Dikukuhkan (Sumber Gambar : Nu Online)

UPZ Lazisnu Se-Kabupaten Blitar Dikukuhkan

Sebelumnya, penguatan sistem transparansi untuk relawan PW LAZISNU Jatim diikuti lebih dari 20 peserta. “Kami mohon doa dan dukungan para kader NU dan simpatisan,” tegasnya.

Nurshodik menjelaskan ? visi LAZISNU adalah dalam rangka mendorong tumbuhnya kesadaran masyarakat untuk membayar zakat, infaq, dan shadaqah dengan rutin dan tepat sasaran.

Selain itu ? dalam rangka mengumpulkan (menghimpun) dan mendayagunakan dana zakat, infaq, dan shadaqah secara profesional, transparan, tepat guna dan tepat sasaran.”Juga dalam rangka menyelenggarakan program pemberdayaan masyarakat guna mengatasi probem kemiskinan, pengangguran, dan minimnya akses pendidikan yang layak,’’katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Saat ini LAZISNU Jatim tengah melakukan pendataan warga NU di seluruh Jatim. Pendataan tersebut, menurutnya dilakukan untuk memaksimalkan potensi pengumpulan dana dari para muzaki NU.

Setelah didata dan diseleksi, LAZISNU akan menerbitkan Nomor Pokok Wajib Zakat (NPWZ) untuk para muzaki NU. Dengan demikian, warga NU tersebut diwajibkan untuk menyalurkan zakatnya kepada LAZISNU.?

“Kami berharap warga NU dapat menyukseskan proses pendataan, lantas menyalurkan zakatnya kepada LAZISNU. Artinya, kita mempunyai rumah yang sama, dapat dipercaya juga, transparan, dan tidak dilarikan ke manapun (dana) tersebut,” katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain itu, lanjut Nurshodiq, para warga dan muzaki NU tidak perlu khawatir bila berzakat melalui LAZISNU. “Sebab, dari mulai dana masuk hingga disalurkan, bisa diketahui melauli situs NU Care. Mereka akan diberi PIN atau kode untuk mengakses informasi ini,” jelasnya.

Proses pendataan yang dilakukan LAZISNU berkaitan dengan Peraturan Menteri Agama No 333 Tahun 2015 tentang Lembaga Amil Zakat. Dalam peraturan tersebut, setiap lembaga amil zakat nasional, seperti LAZISNU, harus mampu menghimpun dana sebanyak Rp 50 miliar per tahun. “Kalau dana sejumlah itu tanggung jawab Lazisnu Pusat,’’tambahnya.

Hadir pada kesempatan itu jajaran pengurus PCNU Kabupaten Blitar, KH Imam Sugrowardi, KH Noer Hidayatulloh dan KH Masdain Rifai. (Imam Kusnin Ahmad/Zunus).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 01 September 2012

Kiai Ma’ruf: Lindungi Generasi Muda dari Ajaran Terorisme di Dunia Maya

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Media sosial maupun dunia maya telah terbukti menjadi sarana sangat efektif bagi kaum teroris menyebar ajaran radikalnya. Telah banyak orang tiba-tiba menjadi radikal dan jadi teroris hanya karena terpengaruh media. Mestinya hal itu diantisipasi, tetapi nyatanya terlambat.

Evaluasi itu disampaikan Rais Am PBNU KH Ma`ruf Amin ketika menyampaikan sambutan dalam Workshop Pencegahan Propaganda Radikal Terorisme di Dunia Maya Bersama Media, OKP dan Ormas yang diselenggarakan oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) di Hotel Millenium Jakarta, Rabu (22/3/2017) malam. ?

Kiai Ma’ruf: Lindungi Generasi Muda dari Ajaran Terorisme di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Ma’ruf: Lindungi Generasi Muda dari Ajaran Terorisme di Dunia Maya (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Ma’ruf: Lindungi Generasi Muda dari Ajaran Terorisme di Dunia Maya

"Kita telat mengantisipasi. Mereka lebih dulu," tutur Kiai Ma`ruf.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Upaya menangkal propaganda radikal terorisme, kata dia, harus menggunakan media sosial. Masyarakat terutama generasi mudanya harus dilindungi dari pengaruh ajaran terorisme yang disebar di dunia maya.

Deradikalisasi, lanjutnya, perlu terus dilakukan untuk mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Kebijakannya memakai prinsip lebih baik mencegah daripada mengobati. Tahapannya melalui peringatan. Namun apabila tidak bisa dicegah dan diperingatkan, maka penegakan hukum adalah solusinya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Prinsipnya menangkal terorisme adalah mencegah daripada mengobati. Namun apabila tidak bisa dicegah, ya apa boleh buat. Law enforcement," ujarnya.

Di akhir sambutan Kiai Ma’ruf menyampaikan bahwa penggunaan bahasa dalam proses pencegahan pun mesti menyesuaikan, ulama memakai bahasa ulama, aparat menggunakan bahasa aparat, misalnya, dengan istilah turn back crime.

Ia mendorong adanya hasil dalam upaya meminimalisasi pengaruh radikal terorisme. "Mari kitakuatkan persatuan kita, kuatkan NKRI. NKRI adalah harga mati bagi ktia," pungkasnya menutup pidatonya. (Ichwan/Mahbib)



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian, Meme Islam, Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 02 Agustus 2012

Pak Ud Dianugerahi Gelar Pahlawan Kemerdekaan

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) menganugerahi gelar pahlawan kemerdekaan kepada mantan pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tebuireng, Jombang, KH Yusuf Hasyim atau Pak Ud.

Penganugerahan tersebut, dilakukan dengan upacara pemberian tonggak bambu runcing di atas pusara Pak Ud yang berada di belakang kompleks Ponpes Tebuireng, Cukir, Jombang, Jawa Timur, Kamis.

Pak Ud Dianugerahi Gelar Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)
Pak Ud Dianugerahi Gelar Pahlawan Kemerdekaan (Sumber Gambar : Nu Online)

Pak Ud Dianugerahi Gelar Pahlawan Kemerdekaan

Selain Pak Ud, penganugerahan gelar pahlawan kemerdekaan juga diberikan kepada KH Wahid Hasyim, saudara tua Pak Ud yang pernah menjabat Menteri Agama di era Kabinet M Hatta dan Kabinet M Natsir.

"Pak Ud sangat layak mendapatkan gelar ini, karena perjuangannya melawan penjajah semasa mudanya dulu," ujar Ketua Markas LVRI Cabang Jombang Mayor (Purn) Djuma’ali dalam sambutan pemberian anugerah pahlawan kemerdekaan di Makam Pak Ud.

Menurut dia, Pak Ud sangat layak dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP). Namun karena permintaan keluargalah putra pendiri Nahdlatul Ulama (NU) Hadratus Syekh Hasyim Asy’ari itu, dikebumikan di makam keluarga besar Tebuireng setelah wafat di RSUD dr Soetomo Surabaya di usia ke-77, akibat penyakit phenoumonia pada 15 Pebruari 2007 lalu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LVRI mencatat Pak Ud yang juga paman Gus Dur ini, sebagai anggota Laskar Hizbullah pada 1944 lalu setahun kemudian diangkat menjadi Komandan Kompi Hizbullah.

Saat menjadi Komandan Kompi Hizbullah, Pak Ud turut memimpin pasukan pejuang melawan tentara Belanda yang membonceng pasukan NICA dalam pertempuran 10 November 1945 di Surabaya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kemudian pada 1947, Pak Ud terdaftar sebagai anggota TNI dan pada 1948 tergabung dalam Batalyon XXXIX Pasukan Ganyang PKI di Madiun. Namun setelah 1949, aktif mengajar di pondok pesantren yang didirikan ayahandanya itu.

Lalu pada tahun 1960-an Pak Ud bersama Barisan Ansor Serba Guna (Banser) kembali mengangkat senjata untuk memerangi pasukan PKI di Kanigoro, Kediri dan di kawasan Blitar Selatan.

Pangkat terakhir Pak Ud di militer sebagai Letnan Satu (TNI) dan sempat menjabat sebagai Wakil Sekretaris Jenderal LVRI Pusat.

Sementara KH Wahid Hasyim diberikan anugerah pahlawan, karena perjuangannya membangun negeri ini sejak 1945 sampai 1951. KH Wahid Hasyim meninggal dalam kecelakaan lalu lintas saat perjalanan dinas dari Jakarta menuju Bandung pada 18 April 1953.

Pengasuh Ponpes Tebuireng KH Shalahuddin Wahid (Gus Sholah) mengaku, terharu dengan penghargaan gelar pahlawan yang diberikan LVRI tersebut.

"Setidaknya masih ada yang menghargai perjuangan beliau semasa hidupnya itu," ujar putra KH Wahid Hasyim yang menerima tugas sebagai pengasuh Ponpes Tebuireng dari Pak Ud sejak Juni 2006 lalu itu.

Menurut dia, di Jombang sendiri masih banyak ulama yang seharusnya mendapatkan gelar pahlawan, seperti KH Wahab Chasbullah dan KH Bisyri Syamsuri. (ant/mad)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Jember, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pernyataan politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fahri Hamzah di Twitter berbuntut panjang. Ia yang menyebut sinting gagasan 1 Muharram sebagai Hari Santri Nasional menuai unjuk rasa santri di beberapa daerah.

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

Pernyataan Politisi PKS Fahri Hamzah Dinilai Lukai Santri

Ratusan santri yang tergabung dalam aliansi santri Rembang, Jawa Tengah, Jumat sore (4/7) menggelar aksi sebagai bentuk protes . Mereka berorasi sambil berjalan dari alun-alun kota Rembang menuju depan kantor DPRD Kabupaten Rembang. Dalam orasinya, mereka menuntut agar Fahri Hamzah meminta maaf di hadapan publik secara jantan.

Salah seorang santri, Agus Prihatmojo, saat di temui Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjelaskan, tidak seharusnya wakil rakyat menngeluarkan celetukan seperti itu, meski hanya dalam kicauan jejaring sosial. Hal itu menurut Agus, sangat menyakiti hati para santri di Rembang kususnya dan umumnya di Indonesia. "Kami sangat tidak menerima apa yang dikatakan oleh politisi Partai Keadilan Sejahtera itu,” tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Winardi, santri asal Desa Trembes Gunem Rembang berpendapat, santri merupakan garda terdepan dalam mendidik dan membentuk karakter bangsa. Tidak semestinya seorang politisi dari partai mengaku Islam seperti PKS berkata seperti itu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tak hanya di Rembang, sebelumnya, Kamis sore, (3/7) Ratusan santri dan tokoh masyarakat Jember yang tergabung dalam Laskar Santri Nusantara berunjuk rasa di depan kantor Dewan Pengurus Daerah PKS Jember,? Jl. Danau Toba, Tegalgede, Jember, Jawa Timur.

Mereka menuntut DPD PKS Jember, meminta maaf secara terbuka kepada santri dan kiai pondok pesantren di seluruh Indonesia terkait kicauan Twitter Fahri Hamzah,yang dinilai telah menghina santri dan? kiai.

“Apa yang dikatakan Fahri Hamzah telah melukai hati kami para santri. Untuk itu kami minta Fahri dan pengurus DPD PKS Jember? meminta maaf sekarang juga,” ujar koordinator aksi, Farhan.

Menurut Farhan, Fahri Hamzah tidak pernah belajar dari sejarah bahwa peran santri sangat besar terhadap perjuangan merebut kemerdekaan negeri ini.

Pernyataan pribadi

Para pengunjuk rasa ditemui sekretaris umum DPD PKS Jember, Ahmad Rusdan. Menurutnya, apa yang disampaikan Fahri Hamzah merupakan pernyataan pribadi, bukan mewakili lembaga. Ia pun menolak jika secara kelembagaan PKS Jember harus meminta maaf. “Kalau secara pribadi saya minta maaf, tetapi saya tidak mewakili lembaga,” katanya.

Aksi para laskar santri nusantara tersebut, mendapat pengawalan ketat dari jajaran Polres Jember. Sampai-sampai polisi harus menutup total arus lalu lintas ke arah kantor DPD PKS Jember. (Ahmad Asmui/Aryudi A Razaq/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita Pimpinan Pusat Muhammadiyah