Rabu, 16 Januari 2013

Mimpi Mbah Baedhowi Bertemu Rasulullah untuk Mendirikan Cabang NU

Munculnya kesepakatan bersama antara Mbah Masoem, Mbah Baedhowi, Mbah Cholil dengan Mbah Wahab Hasbullah dan Mbah Hasyim Asyari. Kelima ulama ini merupakan kerabat karib, yang kesehariaan sering berbincang dan berdiskusi bersama. Awalnya yang memiliki gagasan untuk mendirikan Nahdlatul Ulama adalah Mbah Wahab Hasbullah. Dimana beliau pernah berriyadhoh hingga 41 hari untuk mendirikan Jamiyyah Nahdlatul Ulama.

Pada awal tahun 1926 bersamaan dengan akan didirikannya Jamiyah Nahdlatul Ulama, suatu ketika Kiai Baedhowi bermimpi bertemu dengan Nabi Muhammad SAW, sedang duduk bersama dengan Mbah Baedhowi. Kemudian datanglah para tokoh NU bertamu di kediaman Mbah Baedhowi. Melihat para tokoh NU ini, kemudian Nabi Muhammad mempersilahkan para tokoh NU untuk masuk dan duduk bergabung dengan Mbah Baedhowi bersama Nabi yang sedang duduk berbincang.

Datangnya mimpi ini, diartikan oleh Mbah Baedhowi, bahwa Rasulullah mengizinkan NU masuk Lasem. Kemudian Mbah Baedhowi membicarakan hal ini dengan sejumlah ulama di Lasem diantaranya Mbah Masoem dan Mba Cholil, ? mengenai sudah saatnya Lasem untuk mendirikan Cabang Nahdlatul Ulama di Lasem. Maka dalam hal ini, NU Cabang Lasem secara Nasional dan Jawa Tengah termasuk urutan cabang yang berdiri ke-11.

Mimpi Mbah Baedhowi Bertemu Rasulullah untuk Mendirikan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)
Mimpi Mbah Baedhowi Bertemu Rasulullah untuk Mendirikan Cabang NU (Sumber Gambar : Nu Online)

Mimpi Mbah Baedhowi Bertemu Rasulullah untuk Mendirikan Cabang NU

Setelah melalui mufakat bersama dengan seluruh ulama yang ada di Lasem, dalam hal pendirian NU, masyarakat dari kaum santri pun menyambut baik kabar pembentukan Cabang NU di Lasem. Meskipun di lain pihak, sebagian orang Lasem terdiri dari bermacam golongan, diantaranya Masumi yang menjadi mayoritas, PKI, dan Wong Abangan yang tidak memihak manapun.

Mulai awal berdirinya Cabang NU di Lasem pada tahun 1926-1960 NU di Lasem mendapatkan respon dari kaum santri yang sangat luar biasa, meski belum merata. Hanya bisa mendominasi wilayah tertentu, dan beberapa desa yang menjadi simpatisan NU di level paling bawah.

Pada masa ini, perjuangan NU pun sangat luar biasa. Persaingan dalam hal mempertahankan idiologi menjadi hal yang biasa. Perjuangan Nahdliyin yang mempertahankan idiologi Nusantara mendapatkan? perlawanan dari sejumlah kelompok yang menebar pemikiran mereka untuk mendirikan negara khilafa yang di motori oleh sejumlah ormas. Belum lagi komunisme yang juga melakukan sejumlah agresi untuk menanam faham komunis dikalangan pemuda dan generasi muda NU dan kelompok pelajar santri di Lasem melalui berbagai metode.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Perjuangan warga NU di Lasem bukan hanya dalam mempertahankan idiologi nusantara saja, tetapi perlawanan secara tidak langsung melalui parlemen sebagai upaya mematikan dan melinghilangkan Nahdlatul Ulama pun sangat kuat. Tetapi, persatuan dan ketakziman para santrilah yang membuat NU secara kultural menjadi sangat kuat mulai dari level yang paling bawah.



Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Ahmad Asmui

Ditulis berdasarkan ngobrol sejarah NU Lasem dengan sesepuh Habib Ridwan (Wakil Ketua Tanfidiyah PCNU Lasem)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 15 Januari 2013

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan

Sumenep, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kantor Pusat Koperasi Jasa Keuangan Syariah Baitul Mal wat Tamwil (KJKS BMT) Nuansa Umat (NU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diresmikan pada Sabtu (14/12).

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)
Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan (Sumber Gambar : Nu Online)

Kantor Koperasi Nuansa Umat Diresmikan

Hadir pada kesempatan tersebut tersebut Rais Syuriah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir AS., Ketua PCNU A. Pandji Taufiq, Ketua PWNU Jawa Timur KH. Hasan Mutawakkil Alallah, Wakil Ketua PBNU As’ad Said Ali, Ketua LPNU PBNU Musholihin, pengurus PCNU, MWC, banom dan lembaga/lajnah.

Sementara dari jajaran pemerintah tampak hadir Wakil Gubenur Jawa Timur Saifullah Yusuf, Bupati Sumenep A. Busyro Karim, Ketua DPRD KH. Imam Hasyim dan perwakilan dari jajaran polisi dan TNI.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gedung berlantai dua dengan dominasi warna hijau diresmikan Rais Syuriah PCNU Sumenep KH. Ahmad Basyir AS dengan ditandai pengguntingan pita, disaksikan seluruh undangan yang berjumlah sekitar 750.

Usai dilakukan peresmian, sejumlah undangan sempat mengunjungi kantor tersebut. Pada Sabtu malam dilanjutkan dengan pesta rakyat.? (M. Kamil Akhyari/Abdullah Alawi)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 13 Januari 2013

Kiai Said: Musuh Kita Orang Zalim, Bukan Karena Beda Agama atau Suku

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah



Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengutip ayat yang biasa kanjeng Nabi Muhammad SAW sampaikan kepada umat saat khutbah Jumat. Potongan ayat tersebut berbunyi wala udwana illa alad dhalimin.?

“Tidak boleh ada permusuhan kecuali kepada orang-orang yang zalim,” terang Kiai Said pada Orasi Kebangsaan dalam rangka Harlah NU ke-94 yang diadakan PCNU Jepara di alun-alun 2 Jepara, Ahad (16/4).?

Kiai Said: Musuh Kita Orang Zalim, Bukan Karena Beda Agama atau Suku (Sumber Gambar : Nu Online)
Kiai Said: Musuh Kita Orang Zalim, Bukan Karena Beda Agama atau Suku (Sumber Gambar : Nu Online)

Kiai Said: Musuh Kita Orang Zalim, Bukan Karena Beda Agama atau Suku

Kepada ribuan peserta “Sepeda dan Jalan Sehat” itu, ia menyebut yang termasuk kategori zalim ialah bandar narkoba, bandar judi, koruptor dan teroris.?

Dalam kegiatan yang memperebutkan hadiah utama mobil Grand Max itu, kiai kelahiran Cirebon 1953 itu mengingatkan kepada Nahdliyin untuk tidak menyebut orang Kristen, China itu musuh. Walaupun beda suku agama dan ras, tegas Kiai Said, bukanlah musuh, kecuali jika mereka zalim.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pernyataan kiai berusia 63 tahun itu bukan tanpa alasan. Dulu, penduduk Madinah terdiri dari 3 kelompok muslim pendatang, pribumi dan non-Muslim. Ketiga golongan itu sama-sama harus dilayani. Sehingga meskipun beda warna kulit, beda budaya, beda agama tidak boleh dihina.?

Islam Ramah?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan menebar Islam yang ramah ke berbagai negara, Kiai Said pernah mengislamkan 12 orang Jepang. Alhasil kata suami Hj. Nur Hayati Abdul Qodir itu, Islam dan ihsan saling terkait. Dengan wajah yang harmonis dan damai, dirinya meyakini akan mendapat kehormatan dari bangsa yang lain.?

Amanah wathaniyah KH Hasyim Asyari yang digelorakan 1914 hubbul wathan minal iman, tandasnya, tidak pernah digelorakan oleh ulama-ulama Timur Tengah.?

Sehingga Kiai yang 13 tahun belajar di Mekkah menyebut Afganistan, Irak dan Suriah bergejolak urainya lantaran di sana tidak ada semangat cinta tanah air adalah sebagian dari iman.?

Islam dan nasionalisme kata Kiai Said, menjadi satu kesatuan. “Islam saja orang menjadi galak. Nasionalisme saja orang jadi abangan,” terangnya.?

Dalam kegiatan yang juga dimeriahkan grup balasyik dari Jember Jatim itu, Kiai Said memantapkan Nahdliyin untuk istiqamah mengikuti Nahdlatul Ulama. Dengan ber-NU, akan semangat beragama dan berbangsa. (Syaiful Mustaqim/Abdullah Alawi)?



Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Budaya, Internasional, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 06 Januari 2013

Perguruan Tinggi Riset Berbasis Pesantren

Di kota Pati tepatnya di desa Purworejo berdirilah Sekolah Tinggi Agama Islam Mathaliul Falah (STAIMAFA). Lembaga tersebut diresmikan tahun 2008 di bawah kepemimpinan ketua H Abdul Ghaffar Rozien, M. Ed. Nama Mathaliul Falah tak lepas dari madrasah atau Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM).

STAIMAFA merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta yang dibangun di atas landasan tradisi dan diselenggarakan secara integral dengan pesantren. Pendirian STAIMAFA merupakan masa kemajuan bagi PIM. Hal ini tak lepas dari Yayasan Nurussalam Kajen sebagai kelanjutan dari unit pendidikan dasar dan menengah yang hampir satu abad dikelola oleh PIM. Dalam kurun hampir dua dasawarsa STAIMAFA melewati proses panjang dan pergulatan pemikiran sebelum resmi didirikan.

Perguruan Tinggi Riset Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Perguruan Tinggi Riset Berbasis Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Perguruan Tinggi Riset Berbasis Pesantren

Hal ini dilatarbelakangi dari gagasan program "takhassus" pasca Aliyah sebagaimana diungkapkan KH Asnawi Rohmat salah seorang asatidz PIM. Gagasan ini semakin menguat setelah studi banding guru-guru Mathaliul Falah di Darun Najah Jakarta, Darur Rahmah Jakarta, dan Dar el-Qalam Tangerang. Atas masukan dan desakan dari alumni PIM, maka dibentuklah tim yang menggodok pendirian Sekolah Tinggi. Maka, rapat-rapat intensif di Jakarta, Yogyakarta, dan Kajen terus berlangsung. (Mempersiapkan Insan Sholih Akrom Potret Sejarah dan Biografi Pendiri PIM Kajen Margoyoso Pati 1912-2012 (1 Abad): 2012)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Berawal dari "kegelisahan" para pendiri PIM yang merasa bahwa untuk melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kedalaman keilmuan agama dan moral sekaligus kompetitif dalam menjawab perkembangan zaman, tidak cukup hanya dengan memberikan keilmuan bekal kepada peserta didik sampai pada tingkat aliyah (SMA). Oleh karena itu, para pendiri berinisiatif menggagas sistem pendidikan lanjutan bagi para lulusan PIM dengan membuka program pasca aliyah. Akan tetapi, program tersebut ternyata dirasakan masih belum memberikan jawaban atas kegelisahan tersebut. ?

Berdasarkan kajian yang mendalam dan masukan dari berbagai pihak, akhirnya disepakati pilihan bulat untuk mendirikan STAIMAFA yang diawali dengan menyelenggarakan pendidikan pada tiga jurusan dengan tiga program studi, yaitu Tarbiyah/Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Syariah/Perbankan Syariah (PS) dan Dakwah/Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Ketiga jurusan dan program studi tersebut merupakan pendidikan jenjang strata satu (S1) program reguler.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sejak berdirinya STAIMAFA mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, khususnya para alumni dan siswa-siswi PIM. Dalam waktu yang singkat, STAIMAFA mengalami perkembangan dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 600 sampai tahun 2012.

Dan alhamdulillah, bekat rahmat dan pertolongan Allah pada tahun ajaran 2012-2013 ini, STAIMAFA membuka lagi program studi baru yang cukup familier, yaitu Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) yang dirasakan urgensinya di era sekarang, mengingat Jawa Tengah menempati provinsi tertinggi dalam tingkat partisipasi anak-anak playgrup di seluruh Indonesia. Antusiasme para guru dan para pelajar yang belajar di program studi PGRA ini sangat besar. Hingga pembukaan pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2015-2016 STAIMAFA membuka jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Komunikasi & Penyiaran Islam dan Zakat & Wakaf. Harapannya dimasa yang akan datang STAIMAFA mampu menjadi Institut dari informasi yang dihimpun Pimpinan Pusat Muhammadiyah sekarang sedang proses mengajukan pemberkasan syarat menuju institut.

Secara akademik setelah menjadi alumni dan melihat alumni dari perguruan tinggi lain dengan program studi yang sama secara materi tidak terlalu tertinggal jauh. Hal ini dungkapkan Nur Khoiriyah (24) sebagai alumni angkatan kedua. "Melihat perkembangan lembaga, saya bangga melihat progres yang sedang ada, Insya Allah dalam proses menuju institut, ini menunjukkan bahwa kampus ini digarap dengan sungguh", ungkap Nur yang sekarang melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gajah Mada.

Sebagai alumni prodi PMI Nur Khoiriyah menyatakan secara pribadi lebih enak dalam memahami kontekstualisasi ajaran Islam, mengontekstualisasikan ilmu-ilmu untuk memahami teks, seperti Tafsir, Hadis dan Fikih. Hal ini baru dirasakan betul ketika menempuh studi lanjut di Jogjakarta. Nur menjelaskan pentingnya pemahaman Islam yang lebih "luwes" untuk bisa berteman lintas organisasi masyarakat bahkan lintas agama, bukan dalam rangka mencampuradukkan tetapi memahami perbedaan.

Irza Syaddad (25) menceritakan ketika masih menjadi mahasiswa bahwa dulu pihak kampus sering kali mengadakan hibah penelitian kepada civitas akademi. Selain itu, nilai-nilai pesantren di lingkungan kampus masih terjaga dengan baik. Irza yang sekarang menempuh studi lanjut di Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi mencontohkan menghormati guru (baca: dosen) masih berlaku dengan melanggengkan budaya cium tangan.

Hal ini tak lepas dari visi STAIMAFA "Menjadi Perguruan Tinggi Riset Berbasis Nilai-Nilai Pesantren". STAIMAFA ingin menjadi perguruan tinggi yang menggabungkan kemampuan metodologi ilmu modern yang berbasis penelitian dengan kekayaan khazanah klasik yang ada di pesantren sesuai dengan kaidah "Almuhafadzatu ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah", konsistensi menjaga tradisi yang relevan dan aktif mengadopsi khazanah baru yang lebih progresif.

Ditambah visi STAIMAFA ini untuk meneruskan spirit "Tafaqquh Fiddin" dan "Sholih-Akrom" yang menjadi tujuan berdirinya PIM. Tafaqquh Fiddin ada dalam pelestarian nilai-nilai pesantren yang mengedepankan ketakwaan, ketuhanan, ketawadhuan, dan konsisten memegang khazanah Islam klasik yang biasa dipelajari di pesantren dan Sholih-Akrom ada dalam kemampuan risetnya, dan orientasi ketuhannya yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keikhlashan dan kepedulian sosial. (M. Zulfa)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional, Jadwal Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 24 Desember 2012

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Oku Timur, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Korp PMII Putri Oku Timur, Sumatera Selatan mengadakan pendidikan dasar Sekolah Kader KOPRI (SKK) Se-Sumatera di aula Balai Benih Induk Pertanian Gumawang. Sekolah yang melibatkan lima cabang KOPRI ini berlangsung empat hari sejak Kamis-Ahad (8-11/5).

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)
Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar (Sumber Gambar : Nu Online)

Sekolah Kader KOPRI Se-Sumatera Digelar

Kegiatan ini, kata Ketua panitia Septiana Ulandari yang didampingi Ketua PK PMII STKIP OKU Timur Nurul Huda, diikuti 28 peserta. Mereka datang dari KOPRI Batang Hari Jambi, Palembang, Oku Induk, Ogan Komering Ilir, dan KOPRI PMII Oku Timur sendiri.

Ketua KOPRI PKC PMII Sumsel Heni Iswanti mengatakan, pelaksanaan SKK ini menjadi kado istimewa dan obat buat Ketua KOPRI PMII OKU Timur Eka Prayuningsih yang mengalami kecelakaan saat mempersiapkan SKK ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Heni, Ketua KOPRI Oku Timur 2011-2012 ini mengajak hadirin untuk berdoa agar Eka segera diberikan kesembuhan.

Ketua PMII OKU Timur Sutikno berharap kegiatan SKK harus benar-benar mendongkrak semangat perjuangan kaum perempuan di era modern. Forum ini diharapkan melahirkan pemikiran-pemikiran cerdas buat kejayaan organisasi khususnya dan buat bangsa ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Apalagi sebentar lagi kongres. Silakan sahabati merekomendasikan gagasan-gagasan mulia pada forum kongres nanti,” kata Sutikno, Kamis (8/5). (Heri Amanudin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan, Hadits Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-17 Muslimat NU Besok

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Presiden RI Joko Widodo direncanakan membuka ? gelaran Kongres Ke-17 Muslimat NU, Kamis (24/11) di Asrama Haji Jakarta Gedung Serba Guna 2 pukul 09.00 WIB. Hal ini diterangkan oleh Wakil Ketua SC Kongres Muslimat NU Nyai Hj Nurhayati Said Aqil Siroj, Rabu (23/11).

“Ya, Pak Presiden konfirmasi terkahir akan hadir. Selain itu, Ketua Umum PBNU juga nanti ikut membuka,” ujarnya di tengah proses registrasi peserta.

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-17 Muslimat NU Besok (Sumber Gambar : Nu Online)
Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-17 Muslimat NU Besok (Sumber Gambar : Nu Online)

Presiden Jokowi Buka Kongres Ke-17 Muslimat NU Besok

Nyai Said menerangkan, Kongres ke-17 Muslimat NU yang mengambil tema Dengan Semangat Islam Nusantara, Kita Wujudkan Indonesia Damai Sejahtera? ini dihadiri oleh 34 Pengurus Wilayah, 525 Pimpinan Cabang, dan 4 Pengurus Cabang Istimewa.?

Rangkaian kegiatan Kongres ini akan diawali pembukaan Expo dan Peluncuran Buku berjudul “70 Tahun Muslimat NU: Kiprah dan Karya Perempuan NU” yang ditulis oleh Dr Hj Sri Mulyati.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sekitar 10.000 kader dan anggota Muslimat akan menghadiri pembukaan Kongres besok,” jelas Nyai Said.

Sampai berita ini ditulis, proses registrasi peserta Kongres masih berlangsung di Gedung Serba Guna 1 Asrama Haji Pondok Gede. Proses registrasi Kongres kali melalui dua jalur, jalur online dan offline. Melalui metode registrasi online, proses registrasi terbantu karena bisa mengurangi penumpukan peserta saat registrasi. (Fathoni) ?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah News Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 08 Desember 2012

Forum Kiai Muda Jateng Dilantik, 3 Strategi Dakwah Pesantren Disiapkan

Rembang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Forum Silaturahim Kiai Muda atau (FSKM) Jawa Tengah resmi dilantik di aula STAI Al-Anwar Sarang, Jumat (29/10). Ada 4 program yang akan menjadi fokus oleh para kiai muda pengasuh pondok pesantren di Jawa Tengah.?

?

Forum Kiai Muda Jateng Dilantik, 3 Strategi Dakwah Pesantren Disiapkan (Sumber Gambar : Nu Online)
Forum Kiai Muda Jateng Dilantik, 3 Strategi Dakwah Pesantren Disiapkan (Sumber Gambar : Nu Online)

Forum Kiai Muda Jateng Dilantik, 3 Strategi Dakwah Pesantren Disiapkan

Dalam kesempatan itu, Ketua Forum Silaturahmi Kiai Muda Aqomadin Shofa menjelaskan, ada tiga poin penting yang akan menjadi fokus, oleh para kiyai muda pengasuh pondok pesantren se-Jawa Tengah tersebut.

Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hikmah Brebes itu juga menjelaskan, ada 180 pondok pesantren se-Jawa Tengah. Dalam peparannya, Gus Aqom menyampaikan, untuk lima tahun ke depan nantinya ada tiga poin yang menjadi unggulkan, diantaranya, mengusung kemandirian bidang ekonomi, keilmuan dan mandiri melalui dunia media.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Aqom juga menyebut, FSKM nantinya akan menjadi wadah pengkajian setiap keilmuan yang akan diterapkan disetiap pesantren. Sehingga, para santri mampu berdaya saing di zaman modern seperti sekarang ini.

"Mandiri di bidang ekonomi yakni dengan cara menciptakan kegiatan produktif berbasis pesantren yang nantinya bisa mendongkrak ekonomi santri. Sehingga, ketika lulus dari pondok pesantren, maka santri sudah memiliki pegangan atau skill wirausaha yang tak hanya pintar mengaji saja," ujarnya.

Selain sebagai wadah para ulama muda se-Jawa Tengah, dengan adanya Forum Silaturahmi Kiai Muda ini diharapkan mampu memberikan Screening kepada masyarakat untuk tidak terjebak ke dalam sebuah padepokan yang diaromakan pesantren. (Ahmad Asmui/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Lomba Pimpinan Pusat Muhammadiyah