Kamis, 02 November 2017

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Karanganyar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah 

Satuan Koordinator Cabang (Satkorcab) Banser Kabupaten Karanganyar Jawa Tengah menggelar Pendidikan dan Pelatihan Khusus (Diklatsus) Barisan Ansor Serbaguna (Banser) yang diselenggarakan di Balai Desa Karangmojo, Tasikmadu, Karanganyar.

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)
Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus (Sumber Gambar : Nu Online)

Satkorcab Banser Karanganyar Gelar Diklatsus

Diklatsus telah berakhir Ahad (17/3) lalu. Menurut salah satu instruktur acara, Ihsan, peserta yang hadir merupakan perwakilan pilihan dari kader Ansor-Banser Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Kabupaten Karanganyar. “Peserta pada pelatihan ini mencapai 75 orang,” Papar Prabu.

Acara Diklatsus ini merupakan lanjutan dari proses kaderisasi yang mesti dtempuh seorang anggota Banser, selain Pendidikan dan Pelatihan Dasar (Diklatsar) yang diikuti pada awal memasuki organisasi ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Perbedaan antara Diklatsus dengan Diklatsar itu, salah satunya pada persoalan materi pelatihan yang lebih khusus,” lanjut Prabu

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kegiatan pelatihan yang berlangsung selama tiga hari tersebut, mendatangkan instruktur dari Satkorcab Banser Se-Solo Raya. Turut hadir pula instruktur dari Satkorwil Jateng, Nuril Huda.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Ajie Najmuddin

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Bandar Lampung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kebijakan Full Day school (FDS) yang diinisiasi oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan terus menuai penolakan diberbagai daerah. Kebijakan yang tidak sesuai dengan kondisi sosial, budaya, dan keagamaan di Indonesia tersebut dinilai sejumlah kalangan sebagai kebijakan parsial dan tidak dikaji secara komprehensif.

Kebijakan penerapan FDS tersebut memicu rencana aksi massa bersama seluruh Nahdliyin (warga NU) Provinsi Lampung untuk menuntut pencabutan Kepmendagri Nomor 23 tentang FDS. "Kita akan lakukan aksi bersama pada 23 Agustus 2017 di depan Gedung DPRD Provinsi," kata salah satu Inisiator aksi KH Basyaruddin Maisir, Sabtu (12/8).

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)
Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika (Sumber Gambar : Nu Online)

Tolak FDS, Nahdliyin Lampung Pastikan Aksi Berjalan Damai Sesuai Etika

Langkah ini, tambahnya, juga merupakan bentuk hasil kesepakatan pada pertemuan yang telah dilakukan di Pondok Pesantren Al-Hikmah Bandar Lampung pada Rabu (9/8) menyikapi instruksi PBNU tentang FDS yang harus ditaati, diikuti dan dilaksanakan oleh seluruh pengurus NU di semua level, termasuk lembaga dan Badan otonom.

Pada pertemuan yang dihadiri oleh Para Pengurus Wilayah, Cabang, Banom dan Lembaga tersebut juga disepakati beberapa poin terkait Kebijakan FDS.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di antaranya, menurut Ketua Rabithah Maahid Islamiyah (RMI) Lampung ini, adalah kesepakatan bahwa NU Lampung akan melakukan ikhtiar untuk ikut memperjuangkan penolakan kebijakan FDS melalui berbagai upaya.?

"Aksi dilakukan secara damai, menggunakan etika NU, dan berakhlakul karimah," katanya.

Aksi juga, tambahnya, diikuti dengan upaya spiritual keagamaan seperti dzikir, wirid, yasinan dan doa bersama yang terus dilakukan warga NU untuk menolak kebijakan FDS.

NU Lampung juga ? akan membentuk tim yang diberikan amanah untuk mengkoordinasikan seluruh langkah yang akan ditempuh dalam rangka menindaklanjuti instruksi PBNU.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Tim ini akan berkoordinasi dengan semua institusi NU termasuk Lembaga maupun Badan otonom untuk melakukan langkah efektif dalam rencana aksi ini," pungkasnya. (Muhammad Faizin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka

Kedangkalan wawasan, minimnya ilmu serta fanatisme ekstrem terhadap agama, ideologi, madzhab dan paham tertentu acap menyebabkan seseorang bersikap eksklusif. Bahkan ketika bergaul atau bersosialisasi pun orang tersebut tidak mau bertoleransi dengan orang atau kalangan yang berbeda dengan dirinya dalam segi agama, ideologi, madzhab dan perbedaan primordial lainnya. Ironisnya sikap dan pendirian eksklusif seperti itu ternyata juga masih menghinggapi tidak sedikit para tokoh dan pemuka agama.

Tapi tidak demikian dengan sikap KH. Wahid Hasyim. Bagi putra pendiri NU KH Hasyim Asy’ari ini baik perbedaan agama,ideologi maupun perbedaan haluan politik tidak menghalanginya untuk tetap menjalin persahabatan. Terbukti ayah Gus Dur, ini dalam sejarah hidupnya tidak hanya berkawan dengan orang yang berbeda agama. Melainkan beliau juga bersedia berteman dengan Tan Malaka, seorang tokoh pejuang bangsa yang berhaluan komunis. Bahkan Tan Malaka merupakan anggota komintern (jaringan komunis) internasional. ? ? ? ?

Kisah pertemanan KH. Wahid Hasyim dengan Tan Malaka ini sudah kerap disampaikan Gus Dur dalam berbagai kesempatan. Salah satunya adalah sebagaimana pernah diberitakan oleh koran Duta Masyarakat edisi 28 Januari 2000. ? Berdasarkan informasi media tersebut, Gus Dur selaku Presiden RI tahun 2000 menyampaikan cerita tentang persahabatan antara ayahandanya itu dengan Tan Malaka dihadapan ? umat Hindu saat mereka merayakan pringatan Nyepi di Candi Prambanan. ? ? ?

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka (Sumber Gambar : Nu Online)
Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka (Sumber Gambar : Nu Online)

Keakraban KH Wahid Hasyim dengan Tan Malaka

Waktu itu Gus Dur bercerita, "Ayah saya yang kebetulan seorang kiai sering didatangi orang di waktu sore. Saya ingat betul, saat saya masih kecil, sekitar pukul 7 ada orang mengetuk pintu. Ketika pintu saya buka, saya tanya cari siapa pak?

Tamu yang mengaku bernama Husein tersebut kemudian menjawab bahwa dia mencari ayahnya. Tamu tersebut menurut Gus Dur seperti orang Indonesia lainnya, yaitu juga pakai peci. Kemudian Gus Dur yang masih anak-anak, itu memberitahukan kepada ayahnya yang sedang di dalam bahwa beliau dicari Pak Husein.

Begitu mendengar nama Husein, kata Gus Dur, ayahnya langsung bangun dan menemui tamunya sambil berpelukan mesra. Dan selanjutnya memerintahkan Gus Dur yang waktu itu masih berumur sekitar 4-5 tahun agar meminta ibunya menata hidangan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Baru belakangan setelah Gus Dur berumur 50 tahun lebih, ibunya mengatakan kepadanya, "Kamu tahu siapa itu pak Husain, yang datang pada malam-malam dahulu, itu Tan Malaka".

Dari pengalaman di atas, menurut Gus Dur, memberikan bekas yang sangat dalam kepada dirinya. Hal itu menambah kuatnya keyakinannya bahwa sudah dari dulu pun nenek moyang kita (bangsa indonesia) sudah demikian saling menghargai.

Gus dur mengajukan alasan, bagaimana tidak saling menghargai. "Banyangkan, Tan Malaka, anggota komintern yang dianggap tidak bertuhan itu datang berpeluk-pelukan dengan seorang kiai. Inilah Indonesia," ungkap Gus Dur dengan nada serius.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lewat riwayat singkat di atas juga secara implisit memberi pesan bahwa semua komponen dan elemen bangsa ini seharusnya dapat menerima kehadiran yang lain. Bahwa semua golongan dan semua agama juga ikut mendirikan Republik Indonesia atas dasar saling menghargai. Layaknya kemajemukan masyarakat dan pluralisme beragama tetap dihargai.

M Haromain, pengajar di pesantren Nurun ala Nur Wonosobo, bergiat di Forum Santri Temanggung, Jawa Tengah.

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri, Hadits, Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ilmuwan Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Jepang

Tokyo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Untuk membantu Muslim Jepang dalam menemukan produk halal, seorang Muslim asal Indonesia menciptakan sebuah aplikasi untuk membantu Muslim menemukan dan mengidentifikasi restoran yang menyediakan makanan halal, yang tidak mengandung babi sebagaimana umumnya terjadi di Jepang.

“Kami melakukan komunikasi dengan sejumlah modal ventura, inkubator, pejabat pemerintah dan pebisnis di seputar Jepang. Beberapa diantara mereka mengontak kami setelah mendengar [HalalMinds] melalui berbagai sosial media,” kata Agung Pambudi, kepada Tech In Asia, Rabu, 21 Mei.

Ilmuwan Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)
Ilmuwan Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Jepang (Sumber Gambar : Nu Online)

Ilmuwan Indonesia Ciptakan Aplikasi Halal di Jepang

Kandidat doktor di Kyushu University pada departemen rekayasa sumberdaya bumi ini terkejut ketika mengetahui bahwa produk babi digunakan secara luas dalam berbagai produk di Jepang.

Selanjutnya, ia mengembangkan HalalMinds untuk membantu Muslim menemukan produk halal di Jepang. Produk ini diluncurkan untuk aplikasi android secara gratis pada 3 April sementara untuk versi iOS pada 28 April.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Idenya sederhana, hanya dengan melakukan scan barcode yang dapat dilakukan ketika berbelanja, yang selanjutnya secara otomatis melacak database dari sekitar 500 ribu produk untuk menentukan, apakah halal atau tidak.

Aplikasi ini sangat berguna bagi mereka yang tidak bisa membaca huruf Jepang karena label makanan seringkali berisi huruf kanji yang kompleks.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Aplikasi HalalMinds juga menawarkan penunjuk restoran halal, kompas kiblat, dan berisi ayat-ayat Qur’an.

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 1.100 sejak diluncurkan dan tersedia dalam bahasa Inggris.

“Saya berpikir, mayoritas Muslim di Jepang tidak bisa berbahasa Inggris karena mereka sebagian besar berasal dari Timur Tengah, Malaysia, Indonesia, Bangladesh, dan lainnya. Karena itu, kita berpikir bagaimana menambahkan bahasa lain dalam aplikasi ini,” kata Pambudi.

Pertumbuhan pasar

Aplikasi baru ini tidak memperoleh pembiayaan dari pihak eksternal, melainkan oleh Pambudi bersama dengan Dai Oshiro dan Hironori Goto.

“Kami menghabiskan sekitar US$2,000 dari uang kami sendiri dan itu sangat tidak cukup,” katanya.

Saat ini, para pendiri sedang mencari investor untuk mengembangkan pasar yang sangat cepat.

“Sangat sulit untuk bergerak cepat tanpa pendanaan eksternal. Namun demikian, kami masih melakukan pendanaan dari kantong sendiri karena bisnis halal ini merupakan kesempatan besar. Kami ingin mengembangkan banyak produk dari ceruk ini dalam waktu dekat,” kata Pambudi.

Ia berharap dapat mengembangkan produknya ke pasar Asia lainnya.

“Kami sedang bersiap mengembangkan layanan ini ke Korea Selatan dan Taiwan, karena kedua negara tersebut memiliki kondisi yang sama dengan Jepang terkait dengan populasi Muslim,” katanya.

Saat ini, di Jepang, terdapat sekitar 120 ribu Muslim dari 127 juta penduduknya. (onislam.net/mukafi niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 01 November 2017

Banser Tegal Tak Henti Ayunkan Isyarat Bendera Laju Mudik

Brebes, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Barisan Ansor Serbaguna (Banser) Kota Tegal terus member isyarat melaju dengan bendera dan lampu tanda hati-hati di sepanjang jalur pantura. Pantura yang merupakan jalur padat pengendara ini, menjadi titik konsentrasi para anggota Banser di Kota Tegal membantu keselamatan, kenyamanan, dan keamanan pemudik. 

“Selama 24 jam anggota Banser siap siaga di posko-posko daerah rawan kecelakaan sejak H-6 sampai H+2 lebaran,” tutur Ketua GP Ansor Kota Tegal Imam Haromain saat memantau Posko Induk Banser di area Nirmala Square, Kota Tegal, Rabu (15/7) malam.

Banser Tegal Tak Henti Ayunkan Isyarat Bendera Laju Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)
Banser Tegal Tak Henti Ayunkan Isyarat Bendera Laju Mudik (Sumber Gambar : Nu Online)

Banser Tegal Tak Henti Ayunkan Isyarat Bendera Laju Mudik

Pihaknya telah mengerahkan lebih dari 150 anggota Banser yang disebar di 15 titik pantau pengamanan. Sedikitnya anggota Banser yang dikerahkan karena wilayah Kota Tegal sempit yang terdiri hanya 4 kecamatan. Namun karena menjadi kota magnet, maka sering terjadi krodit kemacetan. Sehingga peran Banser masih sangat dibutuhkan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami menjadwalkan dalam tiga giliran waktu,” kata Imam.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain bertugas diposko buatan sendiri, anggota Banser juga ditempatkan di pos-pos pengamanan milik Polresta Tegal. “Kami mengutus juga para anggota Banser di pos-pos kepolisian,” tambah Imam.

Imam mengaku bangga bisa berpartisipasi dalam pengamanan arus mudik dan balik lebaran 1436 hijriyah. Karena memang sudah menjadi kewajiban Banser untuk menolong sesama saudara-saudara muslim yang hendak merayakan lebaran di kampung halamannya sendiri.

“Ternyata menjadi petugas posko mudik, sangat mengasyikkan,” tutur Imam menirukan salah seorang petugas. (Wasdiun/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Santri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Di Lereng Lawu, PMII Solo Kader Anggota Baru

Karanganyar, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) UNS kota Solo menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (Mapaba). Kaderisasi berlangsung selama 3 hari di lereng Gunung Lawu, Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah, Jumat-Ahad (22-24/11).

Pengurus Cabang PMII Solo Bidang Pengaderan Zaenul Muttaqien mengatakan, dari Mapaba ini diharapkan PMII Solo memiliki kader berideologi ke-Islaman dan ke-Indonesiaan yang kuat.

Di Lereng Lawu, PMII Solo Kader Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)
Di Lereng Lawu, PMII Solo Kader Anggota Baru (Sumber Gambar : Nu Online)

Di Lereng Lawu, PMII Solo Kader Anggota Baru

“Ke depan bisa menjadi kader sebagai pejuang ideologis,” terangnya, Ahad (24/11) pagi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Puluhan anggota yang berasal dari berbagai kampus digembleng dengan berbagai materi seperti Aswaja, Islam Indonesia, ke-PMIIan dan Antropologi Kampus.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Target kami untuk mengembangkan nilai aswaja di kampus,” kata Ketua PMII UNS Ahmad Rodif Hafidz.

Rodif menambahkan, saat ini kondisi gerakan mahasiswa NU di kampus Solo dinilai masih kurang berkembang. Sedangkan mereka yang sebetulnya Nahdliyyin terkadang masih belum berani untuk menunjukkan identitasnya.

Padahal mahasiswa NU di sini banyak. Tetapi karena takut disudutkan, mereka tidak berani menunjukkan Ke-NUannya, tutup Rodif. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pemkab Jombang Bebaskan Biaya Perawatan Santri Korban Kecelakaan HSN

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Wakil Bupati Jombang, Munjidah Wahab menyatakan biaya Ahmad Basroni (22), santri yang menjadi korban kecelakaan usai mengikuti apel dan kirab peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di Kabupaten Jombang, Sabtu (22/10) ditanggung pihak pemerintah setempat.?

Kepastian itu disampaikan Munjidah saat menjenguk Santri Pondok Pesantren (Ponpes) At-Tahdzib Ngoro di ruang Asoka RSUD Jombang, Senin (24/10). Munjidah meminta untuk tidak terbebani masalah biaya perawatan, sebab sudah ditanggung pemerintah.?

"Semoga cepat sembuh, untuk biaya tidak perlu dipikirkan karena sudah ditanggung pemerintah," kata Wabup didampingi Asisten III Alimudin, Direktur RSUD dr Puji Umbaran dan Kabag Kesra M Bisri.

Pemkab Jombang Bebaskan Biaya Perawatan Santri Korban Kecelakaan HSN (Sumber Gambar : Nu Online)
Pemkab Jombang Bebaskan Biaya Perawatan Santri Korban Kecelakaan HSN (Sumber Gambar : Nu Online)

Pemkab Jombang Bebaskan Biaya Perawatan Santri Korban Kecelakaan HSN

Pernyataan Wabup itu menyusul surat Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) setempat yang meminta Bupati Jombang Nyono Suharli Wihandoko dan Direktur RSUD untuk membebaskan biaya Basroni.?

"PCNU Jombang telah mengirim surat permintaan kepada Bupati dan Direktur RSUD Jombang supaya dibebaskan dan atau diringankan dari beban biaya perawatan selama di RSUD hingga kepulangannya," kata Samsul Rijal, Wakil Sekretaris PCNU Jombang, Senin (24/10) kemarin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, kondisi Basroni sejak kemarin sudah mulai membaik, luka di bagian wajah tampak sudah mengering. Ia pun sudah bisa ? diajak komunikasi.?

Untuk diketahui awal kejadian, santri asal Bandarlampung ini terjatuh saat perjalanan pulang usai apel dan kirab HSN. Setibanya di Jalan Raya Cukir-Ngoro, truk yang membawa puluhan santri ini terseok-seok saat menghindari tabrakan. Pada saat itu Basroni terpelanting dari atas truk dan terjatuh. Tampak bagian wajah dan mulutnya membentur aspal dengan keras. (Syamsul Arifin/Zunus)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri Pimpinan Pusat Muhammadiyah