Kamis, 14 September 2006

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dosen Fakultas Syariah UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Mustolih Siroj mengungkapkan ada banyak perspektif dan undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi. Sayangnya, kebanyakan masyarakat tidak mengetahui hal tersebut.

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)
Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi (Sumber Gambar : Nu Online)

Mustolih Siroj: Masyarakat Perlu Tahu Peraturan soal Lembaga Filantropi

“Kalau filantropi mengarah pada keagamaan khususnya Muslim diatur oleh UU Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Pengelolaan Zakat. Itu juga ada turunannya, karena ada PP Nomor 14 Tahun 2014. Karena leading sector-nya Baznas (Badan Amil Zakat Nasional), maka ada peraturan-peraturan Baznas,” kata Mustolih kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah seusai mengisi acara Ngobrol Filantropi (Ngopi) di Saung Cendol Huis, Ciputat, Tangerang Selatan, Ahad (26/2).

Ia melanjutkan, filantropi untuk non-Muslim diatur UU Nomor 9 Tahun 1961 beserta turunannya tentang pengumpulan uang dan barang. Demikian juga untuk wakaf, kebencanaan, penanganan fakir miskin, juga ada undang-undang dan regulasinya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Karena itu, katanya, undang-undang yang mengatur penyelenggaraan filantropi sebenarnya sangat kuat. Kuatnya undang-undang yang mengatur filantropi perlu diketahui masyarakat, karena lembaga filantropi melakukan pengumpulan donasi publik.

“Ini juga untuk melindungi donatur agar lebih tenang dalam penyaluran dananya,” tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mustolih menambahkan, lembaga filantropi juga dituntut untuk semakin kredibel dengan adanya UU Nomor 14 Tahun 2008 Tentang Keterbukaan Infomasi Publik. Apabila lembaga filantropi semakin kredibel dan transparan, masyarakat akan semakin percaya.

“Tulang punggung dan pilar utama penyelenggaraan filantropi itu trust, kepercayaan. Kalau tidak punya itu ya tidak profesional. Karena ketika masyarakat tidak percaya apa gunanya ada lembaga-lembaga itu?” lanjut Mustolih.

Terkait dengan hal itu, ia menilai NU Care-LAZISNU (Lembaga Amil Zakat Infaq dan Shadaqah Nahdlatul Ulama) sudah mulai bergerak menjadi lembaga yang kredibel dan transparan, dan menyesuaikan diri dengan undang-udang filantropi yang berlaku.

“NU Care-LAZISNU yang diberi izin Kemenag, salah satu pertimbangannya adalah transparansi dalam laporan keuangan, lalu penerima manfaat dan spektrumnya seperti apa. Kalau lembaga ZIS tidak transparan dalam audit juga tidak akan dipercaya, dan itu membahayakan mereka sendiri,” ungkapnya.

Ia mendorong NU Care LAZISNU juga memperkuat kepercayaan masyarakat dengan mengaplikasikan UU nomor 14 tahun 2008, tentang keterbukaan informasi publik.

Masyarakat berhak mengetahui pengelolaan zakat, keuangannya seperti apa, pengelolaan SDM seperti apa, lalu audit keuangan, pembagian antara asnaf yang 8, juga menjadi hal yang nantinya menjadi penilaian dan kepercayaan publik.

“NU kan umatnya banyak. Tidak ada alasan untuk tidak transapran dalam pelaporan LAZISNU. Langkah penyempurnaan laporan, misalnya bagaimana annual report yang lengkap dan komperhansif setiap tahun agar dinilai masyarakat,” pungkas Mustolih. (Kendi Setiawan/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Aswaja, Internasional, Quote Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 04 Agustus 2006

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Bandarlampung, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) Provinsi Lampung, Kamis (29/9), memberangkatkan enam calon mahasiswa penerima beasiswa dari Institut KH Abdul Chalim Mojokerto dan satu mahasiswa ke Universitas Malahayati Lampung. Beasiswa yang diterima mencakup biaya pendidikan, dan seluruh tunjangan biaya hidup. Di kampus itu mereka akan menyelesaikan pendidikan hingga sarjana. Bahkan, bila catatan prestasinya menonjol akan diberikan kesempatan hingga jenjang S3. Di Institut KH Abdul Chalim, terdapat mahasiswa dari beberapa negara.

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Lampung Tingkatkan Mutu Guru lewat Beasiswa

Dalam acara pelepasan yang dilangsungkan di kantor Pengurus Wilayah Ma’arif NU Lampung, di Labuhan dalam, Tanjungsenang tersebut dihadiri Wakil Ketua PWNU Lampung Prof. Dr. Aom Karomani, Sekretaris Aryanto Munawar, dan pengurus lainnya. Juga hadir para orangtua/wali calon mahasiswa.

Ketua PW Pergunu Lampung Jamaluddin Malik mengatakan, pelepasan calon mahasiswa ini untuk kali kedua, setelah tahun lalu juga mengirimkan enam mahasiswa. Bahkan, mahasiswa asal Lampung meraih prestasi dalam IPK tertinggi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Ini memang menjadi concern Pergunu untuk membentuk generasi Aswaja yang tangguh dan berwawasan luas. Pergunu juga telah melakuan berbagai kegiatan di antaranya pelatihan bagi para guru dan terus membangun bersinergi dengan elemen masyarakat lainnya , khususnya yang bergerak di bidang pendidikan,” tuturnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pihaknya juga mengembangkan model ma’had dalam mengelolaan asrama mahasiswa. Saat ini tengah dirintis di beberapa kampus.

Jamaluddin mengatakan, Pergunu Lampung terus berupaya memberdayakan para guru-guru di lingkungan NU. Selain pelatihan-pelatihan, juga dengan pemberdayaan ekonomi kreatif dan pemberian bantuan serta beasiswa.

Sementara itu Prof. Aom Karomani mengungkapkan, para pencari ilmu atau penuntut ilmu adalah perjuangan. “Ini jihad. Ini luar biasa. Dengan pendidikan manusia akan diangkat derajatnya. Pendidikan adalah salah satu cara memotong rantai kemiskinan struktural. Jadi kepada adik-adik kita doakan semoga sukses dan berhasil. Menjadi penerus NU,” ujar Prof. Aom yang juga Wakil Rektor Unila itu.

Dia menceritakan, kader-kader NU yang mencari ilmu di berbagai belahan benua Eropa dan Amerika seperti pengelana. “Artinya mereka menuntut ilmu dalam waktu lama. Bertahun-tahun. Sehingga memiliki pengetahuan dan ilmu yang mendalam. Tidak mudah menyalahkan orang lain,” ucap Aom. (Dwi Rohmadi/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, Jadwal Kajian, Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 01 Agustus 2006

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Bahtsul masail atau pengkajian masalah-masalah Islam terus digiatkan PWNU Lampung. Hal ini dilakukan untuk mendinamisir pemikiran ulama dan intelektualisme warga NU. Demikian diungkapkan Ketua PWNU Lampung, KH.Khairudin Tahmid kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Kamis (21/7) menanggapi peran ulama dan pesantren di tengah-tengah perkembangan zaman.

"Bahtsul masail baik yang dilakukan di pesantren maupun di lingkungan NU sangat penting dilakukan, untuk mendinamisir pemikiran ulama, karena dari situlah intelektualisme atau keulamaan NU berkembang," ungkapnya.

Dijelaskan Khairudin, antara NU dan tradisi pesantren dipertemukan dalam aktivitas Bahsul masail. Makanya, lanjut lulusan pesantren di Jombang ini, tidak aneh kalau dalam momentum perhelatan muktamar yang menjadi fokus perhatian adalah keputusan bahtsul masail NU. "Hingga kini tradisi itu tetap dipertahankan dalam setiap acara ke-NU-an, mulai dari lavel tertinggi yakni muktamar sampai istighasah di ranting-ranting NU, bahtsul masail selalu mendapat tempat," paparnya.

karena itulah, PWNU Lampung pasca muktamar ke-31 di Boyolali, terus menerus menggiatkan forum bahtsul masail sampai ke tingkat ranting NU. "Sekarang ini setiap minggu anak cabang dan ranting  menyelengarakan acara tersebut, yang kemudian diangkat ke bahtsul masail level wilayah yang diselenggarakaan tiga bulan sekali. Ini berarti ranting, anak cabang dan cabang juga menyelenggarakan hal serupa. Belum lagi kalangan pesantren sendiri secara rutin juga menyelenggarakan kegiatan ilmiah tersebut," kata lulusan IAIN Raden Intan Lampung ini.

Mengenai tema, dia mengatakan PWNU tidak menentukan tema, karena mencoba mengangkat persoalan yang terjadi di masyarakat paling bawah, yaitu ranting, sehingga yang diangkat adalah aspirasi mereka. "Walaupun kebanyakan dirumuskan oleh ulama dan pengurus tingkat desa, tetapi persoalan yang diangkat juga tidak kalah mendasar. Misalnya soal hukum mendapatkan hadiah Kuis SMS, perawatan jenazah dengan penguburan massal, soal tradisi kirim doa, termasuk isu kontemporer tentang munculnya kegiatan sembahyang jumat dengan imam wanita," paparnya menyudahi pembicaraan.(cih)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)
Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama (Sumber Gambar : Nu Online)

Bahtsul Masail Mendinamisir Peran Ulama

Senin, 20 Maret 2006

Hasyim: Bangsa Indonesia Harus Introspeksi Diri

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Bencana alam yang datang bertubi-tubi menuntut bangsa Indonesia untuk melakukan introspeksi diri. Hal itu merupakan peringatan dari Tuhan atas kesalahan kolektif yang dilakukan bangsa ini.

Demikian disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Hasyim Muzadi kepada wartawan di Kantor PBNU, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Rabu (19/7)

“Masing-masing dari kita harus melakukan introspeksi diri. Bencana yang datang terus menerus ini peringatan atas kesalahan kolektif yang kita lakukan,” kata Hasyim.

Hasyim: Bangsa Indonesia Harus Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim: Bangsa Indonesia Harus Introspeksi Diri (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim: Bangsa Indonesia Harus Introspeksi Diri

Pengasuh Pondok Pesantren Al Hikam, Malang, Jawa Timur ini menjelaskan, kesalahan kolektif yang dimaksud meliputi banyak hal.

“Hukum yang semestinya bisa menjamin keadilan, tapi kita lihat kan tidak. Pendidikan, semestinya semua rakyat Indonesia bisa mendapatkan pendidikan, tapi nyatanya tidak. Dalam ekonomi yang seharusnya merata, yang terjadi adalah konglomerasi,” jelas Hasyim.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hasyim membantah jika semua bencana yang menimpa bangsa Indonesia dikait-kaitkan dengan kepemimpinan nasional. “Saya tidak tahu kalau bencana itu dihubung-hubungkan ke situ (kepemimpinan nasional, red), tapi yang jelas ini semua adalah kesalahan kita semua, tidak hanya kesalahan seseorang saja,” ujarnya. (rif)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 09 Desember 2005

Gelar TOT, Fatayat NU Probolinggo Tingkatkan Profesionalitas Kader

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Dalam rangka meningkatkan loyalitas dan profesionalisme dalam menjalankan roda organisasi, Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Probolinggo memberikan Training of Trainer (TOT) dengan tema Kaderisasi dan Keorganisasian, Jumat hingga Ahad (13-15/1) sore.

Kegiatan yang digelar di Hostel Lava-lava Kota Probolinggo diikuti oleh 40 orang kader Fatayat NU Kota Probolinggo. Selama kegiatan mereka mendapatkan materi dari instruktur dari Pimpinan Wilayah (PW) Fatayat NU Provinsi Jawa Timur dan Tim Fasilitator.

Gelar TOT, Fatayat NU Probolinggo Tingkatkan Profesionalitas Kader (Sumber Gambar : Nu Online)
Gelar TOT, Fatayat NU Probolinggo Tingkatkan Profesionalitas Kader (Sumber Gambar : Nu Online)

Gelar TOT, Fatayat NU Probolinggo Tingkatkan Profesionalitas Kader

Materi yang diberikan di antaranya Analisis Sosial dan Gender oleh PW Fatayat NU Jawa Timur; Demokrasi, Hak Asasi Manusia dan Hak Perempuan oleh Kesbangpollinmas Kota Probolinggo; Citra Diri Kader Fatayat NU oleh Wakil Ketua PC Fatayat NU Kota Probolinggo Umil Sulisytoningsih; Islam dan Wacana Kebangsaan oleh H Abdul Aziz; serta Perwujudan Islam Rahmatan lil Alamin oleh Muhtar Razak.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tidak hanya materi, dalam kegiatan tersebut juga dilakukan diskusi terkait materi yang telah diberikan. Bahkan untuk meningkatkan kebersamaan di antara sesama pengurus, juga dilakukan senam bersama dan beberapa game menarik.

Sekretaris PC Fatayat NU Kota Probolinggo Indah Yulianti mengungkapkan, selain untuk memperbaiki kualitas kader dalam menjalankan roda organisasi, kegiatan ini bertujuan untuk membentuk kader agar bisa menjadi pemimpin atau leader yang baik dan berkualitas.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Seorang kader Fatayat NU yang awalnya tidak bisa berbicara di depan publik akhirnya bisa berani dalam menyampaikan ide-idenya. Dengan kata lain lain kader bisa berfikir secara bijak sehingga mampu menjalankan roda organisasi dengan baik,” katanya.

Melalui kegiatan ini Indah mengharapkan agar kader yang sudah mengikuti TOT mampu menjadi fasilitator, paling tidak untuk kalangan sendiri. Sehingga mampu memberikan motivasi kepada para kader yang lain. “Mudah-mudahan kegiatan ini mampu meningkatkan semangat dan motivasi kader dalam berorganisasi,” harapnya. (Syamsul Akbar/Mahbib)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, AlaSantri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 07 Oktober 2005

Selain Game Pokemon dan Pengampunan Pajak, PBNU Bahas Model Investasi PT CSI

Cirebon, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Forum bahtsul masail pada Rapat Pleno Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2016 mengangkat tiga masalah skala nasional seperti bank otak, pengampunan pajak, dan game online pokemon. Di samping itu panitia forum bahtsul masail juga membahas model investasi yang dipraktikkan PT Cakrabuana Sukses Indonesia (CSI), isu lokal yang tengah ramai di Cirebon dan sekitarnya.

“Masalah model investasi PT CSI ini merupakan usulan dari pengurus NU setempat,” kata Sekretaris Lembaga Bahtsul Masail (LBM) PBNU H Sarmidi, Ahad (24/7) pagi.

Selain Game Pokemon dan Pengampunan Pajak, PBNU Bahas Model Investasi PT CSI (Sumber Gambar : Nu Online)
Selain Game Pokemon dan Pengampunan Pajak, PBNU Bahas Model Investasi PT CSI (Sumber Gambar : Nu Online)

Selain Game Pokemon dan Pengampunan Pajak, PBNU Bahas Model Investasi PT CSI

Model investasi ini layak diangkat pada forum bahtsul masail pada Rapat Pleno PBNU. Karena, praktik investasi yang dijalankan PT CSI ini, kata Sarmidi, melibatkan banyak warga Cirebon, tetapi juga warga Kuningan, Majalengka, dan Indramayu sebagai investor.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara warga di daerah ini mayoritas adalah warga NU, ujar Sarmidi.

Perusahaan yang bergerak di bidang logam mulia ini menjanjikan keuntungan sebesar 5 % per bulan untuk para investornya. Sejumlah pertanyaan tertuju pada praktik investasi ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Angka 5 % per bulan itu tidak kecil. Kalau investor menyetorkan uang misalnya Rp.100 juta, pihak perusahaan akan memberikan keuntungan investasi sebesar Rp.5 juta per bulan kepada penyetor. Sementara neraca bisnis itu naik turun.

“Bagaimana perusahaan menutup 5 % untuk investor kalau bisnisnya sedang turun. Kalau investasi ini merugikan, maka harus distop. Praktik bisnis ini pun di luar pengawasan OJK. Ini menimbulkan banyak pertanyaan. Karena itu, kita bahas masalah ini,” kata Sarmidi. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tegal, Ubudiyah, Jadwal Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Senin, 11 Juli 2005

Peserta Bahtsul Masail Harap Berkah Masyayikh Pesantren Al-Munawwir

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia Muktamar NU memilih pesantren Al-Munawwir Krapyak sebagai tempat forum musyawarah untuk pematangan materi bahtsul masail muktamar NU mendatang di Jombang. Mereka sengaja memilih tempat ini untuk mengambil semangat dan tabarrukan dari para kiai Krapyak.

Peserta Bahtsul Masail Harap Berkah Masyayikh Pesantren Al-Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)
Peserta Bahtsul Masail Harap Berkah Masyayikh Pesantren Al-Munawwir (Sumber Gambar : Nu Online)

Peserta Bahtsul Masail Harap Berkah Masyayikh Pesantren Al-Munawwir

Katib Syuriyah PBNU KH Yahya Cholil Staquf yang membuka forum bahtsul masail pra muktamar ini menyebutkan harapannya agar Allah menurunkan keberkahan para guru pesantren Al-Munawwir bagi forum penting di NU.

“Kita berharap berkah dari masyayikh ma’had Al-Munawwir ini. Pesantren ini ialah salah satu soko guru dari pesantren NU. Para kiainya cukup menentukan bangunan pemikiran NU hingga kini,” kata Gus Yahya dalam sambutan atas nama panitia di pesantren Krapyak, Sabtu (28/3) siang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut salah satu pengasuh pesantren Al-Munawwir KH Hilmi Muhammad, penempatan bahtsul masail pra muktamar NU ini berawal dari insiatif santri ma’had Aly Krapyak. Mereka menginginkan pesantren mengadakan forum bahtsul masail.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kami sebagai pengurus pesantren lalu menyinergikan dengan PBNU yang merencanakan sidang pra muktamar. Alhamdulillah pengurus PBNU merespon positif,” kata Gus Hilmi dalam sambutan atas nama sohibul bait mewakili KH Najib Abdul Qodir

Kepada peserta bahtsul masail pra muktamar, Gus Hilmi mengucapkan selamat datang. “Kami berharap forum ini mengeluarkan keputusan yang bermanfaat bagi NU dan Indonesia.”

Sementara Katib Aam PBNU KH Malik Madani mengingat pesantren Krapyak menempati posisi penting bagi kiai NU. “Bahtsul masail pertama dalam rangkaian Pra Muktamar di sini menjadi kehormatan bagi PBNU,” kata Kiai Malik yang mengakhiri sambutannya dengan surat al-Fatihah.

Peserta datang dari sejumlah pengurus cabang NU dan pengasuh pesantren di Yogyakarta dan sekitarnya. Tampak hadir Dirut BPJS, Dirjen Haji Kemenag RI yang akan memaparkan keterangan yang dibutuhkan peserta. Terlihat juga puluhan mahasiswa jurusan Perbandingan Madzhab Fakultas Syariah UIN Sunan Kalijaga. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kiai, Olahraga, Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah