Jumat, 20 Maret 2009

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Minimnya juru dakwah perempuan (daiyah) pada belakangan ini, membuat Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang mengambil langkah untuk membentuk forum dakwah Fatayat NU di setiap tingkat kecamatan.?

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Pada setiap forum tersebut akan dikader pula para pendakwah wanita dari Pengurus Fatayat NU yang mumpuni. "Kita ingin membentuk kader-kader daiyah dari Fatayat NU yang mumpuni," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Ketua PC Fatayat NU Jombang saat membuka acara sarasehan penguatan Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) di Islamic Center Jombang, Ahad (09/10).?

Kategori mumpuni yang harus dimiliki pendakwah, setidaknya mereka menguasai pengetahuan keagamaan yang luas, juga memahami persoalan yang berkembang, khususnya di kota santri itu.?

"Yaitu yang mampu menyampaikan isu-isu terkini, seperti tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba, juga kekerasan pada anak dan perempuan," tutur perempuan yang juga Anggota DPRD Jombang itu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kegiatan yang diikuti oleh 85 peserta utusan dari seluruh PAC se Kabupaten Jombang itu, dipandu langsung oleh Hj Bashirotul Hidayah, Koordinator Bidang Dakwah yang juga sebagai Ketua Fordaf Kabupaten Jombang. Pantauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka tampak serius dan antusias mendengarkan sejumlah materi yang disampaikan Bashirotul Hidayah. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 08 Maret 2009

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Fatayat NU kembali menggelar khitanan massal pada Senin 7 Mei 2012 mendatang di Kantor Kemenakertrans, Jl. TMP Kalibata 17, Jakarta Selatan. Pendaftaran telah dibuka untuk sekitar 500 anak yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. 

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis

“Kita sejauh ini baru mendata peserta. Kita menargetkan 500 peserta khitan massal, tetapi baru 337 peserta yang mendaftarkan diri. Mereka berasal dari PCNU Jabodetabek. Kita buka pendaftaran anak-anak peserta khitan dari berbagai kalangan,” ujar Ummi Kulsum, Anggota Bidang Kesehatan PP Fatayat NU saat dikonfirmasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor Fatayat NU, Jl. Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

PP Fatayat NU selama ini sudah menyebarkan informasi pendaftaran khitanan massal ke wilayah-wilayah, lingkungan masyarakat aktivis Fatayat NU, LAZISNU, Sarbumusi (Sarekat Buruh Muslimin Indonesia), dan sejumlah sekolah di Jabodetabek.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tema peringatan hari lahir (harlah) ke-62 Fatayat NU adalah kesehatan. Karenanya, PP Fatayat NU mengadakan khitanan massal gratis sebagai bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Fatayat NU sebagai organisasi pemudi NU sepanjang usianya akan berpartisipasi secara konkrit dalam peran sosialnya di tengah masyarakat Indonesia. Dalam kontribusi konkrit, Fatayat NU menemukan makna kehadirannya di tengah gerakan pemudi Indonesia yang terus berjalan.

Dengan tanpa keluar biaya dari peserta, Fatayat NU ingin berkontribusi dalam gerakan sosial-keagamaan di Indonesia. Selain itu, Fatayat NU hendak menegaskan bahwa khitan adalah bagian dari perintah agama. Untuk acara ini, persiapan PP Fatayat NU sudah mencapai 80%, tambahnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Khitan ini bukan persoalan sederhana. Perlu kesiapan mental orang tua dan anak sekaligus. Kadang anaknya mau, orang tua belum bersedia. Atau sebaliknya, orang tuanya sudah siap, si anak belum berani. Jadi kita mesti meyakinkan dua pihak ini,” sela Neneng Rahmawati, Anggota Bidang Ekonomi PP Fatayat NU.

Dalam prosesi khitan, PP Fatayat NU menghadirkan 2 dokter dengan bantuan 20 orang tenaga medis. Acara akan dihadiri oleh Menakertrans, Menteri KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal), Pegadaian, dan Deputi PDT, ungkap Neneng.

Fatayat NU rencananya mendirikan 2 buah panggung. Panggung utama dipakai untuk pembukaan kira-kira jam 10. Sedangkan panggung yang 1, berisi hiburan untuk anak-anak seperti sulap, games, dan dongeng.

Para peserta akan membawa pulang suvenir yang disediakan panitia. Suvenir lazimnya untuk anak sekolah berisi pelbagai kebutuhan anak-anak seperti tas, alat tulis, tempat minum, baju koko, kain sarung, dan uang saku. PP Fatayat NU pun tak lupa menyediakan uang transport untuk semua peserta khitanan massal.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 22 Januari 2009

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, Muammar Gaddafi menjadi satu-satunya kepala negara yang mempunyai inisiatif untuk menyatukan berbagai aliran tarekat dalam forum pertemuan kaum sufi tingkat dunia. Raja Abdullah II diharapkan dapat menggantikan peran mendiang pemimpin besar Libya itu.

Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein (Abdullah II) sudah tiba di Indonesia, Selasa (25/2) hari ini. PBNU telah menyiapkan acara khusus bertajuk Multaqa Sufi atau Nahdlatul Ulama Sufi Gathering di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (26/2) besok.

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat

“Satu-satunya kepala negara yang memberi wadah bagi tarekat atau kaum sufi adalah Muammar Gaddafi. Setelah Gaddafi tidak ada, diharapkan Raja Abdullah II bersama NU bisa menyatukan tarekat-tarekat di dunia yang jumlahnya ratusan,” kata? Kiai Said di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (25/2) siang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, pendekatan sufistik yang mengedepankan kelembutan hati dapat menjadi solusi bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah. Kiai Said sendiri memuji Yordania yang tetap damai dan tenang meski berada di antara negara-negara yang penuh dengan konflik.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Secara geografis, Yordania ini berada di posisi yang sulit karena bertetangga dengan Israel, Syria dan Irak. Namun alhamdulillah berkat seorang raja yang bijak, Yordania tetap aman. Beliau ini background-nya militer, tetapi penampilannya seperti orang sipil. Sikap dan pembawaannya berwibawa, patut ditiru oleh pemimpin negara-negara muslim di sekitarnya,” kata Kiai Said.

Kegiatan Multaqa Sufi Rabu besok diselenggarakan mulai pukul 13.00 WIB dan akan dihadiri oleh kiai-kiai NU dari sejumlah wilayah di Indonesia. Raja Abdullah II dijadwalkan tiba di JCC pada 14.30 WIB. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 17 Januari 2009

Fatayat NU Depok Ngaji Soal Zakat

Depok, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Selama bulan Ramadhan, buka bersama (Bukber) menjadi kegiatan andalan berbagai badan otonom di internal Nahdlatul Ulama. Selain sebagai ajang berorganisasi dan merealisasikan program kerja, acara tersebut juga menjadi wahana mempererat tali silaturrahim antarpengurus dan anggota.

Dalam rilis yang diterima Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pengurus Cabang Fatayat NU Kota Depok menggelar Bukber yang dikemas dalam pengajian Kitab Fathul Qarib. Kegiatan tersebut dihelat di kantor sekretariat Fatayat NU Depok Jalan Jati, Sawangan Baru, Kota Depok, Jumat (26/6) sore.

Fatayat NU Depok Ngaji Soal Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Depok Ngaji Soal Zakat (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Depok Ngaji Soal Zakat

Pengajian kitab Fathul Qorib yang membahas tentang bab zakat, dipimpin oleh Pengasuh Pesantren As-Saadah Rawa Indah, Bojong Pondok Terong, Cipayung, Depok KH Abdul Mujib. “Tema ini saya rasa penting sebab, sesuai konteks pada era kekinian,” ujar Kiai Mujib.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Wakil Rais Syuriah PCNU Depok ini menjelaskan berbagai macam definisi zakat, bentuk zakat, siapa saja yang berhak menerima (mustahiq) zakat, besarnya zakat yg harus dikeluarkan, serta tata cara penyaluran zakat yang benar. Jamaah Fatayat tampak antusias mendengarkan paparan sang kiai.

Menurut Kiai Mujib, di masyarakat sering terjadi salah kaprah tentang definisi amil zakat. Yang terjadi siapapun panitia zakat di masjid, di yayasan, di sekolah juga di mana saja masuk kategori amil. “Padahal, amil sebenarnya pekerja yang memang di-SK-kan resmi oleh pemerintah sebagai badan zakat seperti Baznas, LAZISNU, Dompet Dhuafa,” tandasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hadir dalam acara, perwakilan Pengurus Anak Cabang (PAC) Fatayat yang tersebar di beberapa kecamatan di Depok. Antara lain, PAC Bojongsari, Pancoran Mas, Cipayung Jaya, Sawangan, Cinere, dan Sukmajaya. Para Pengurus Ranting Kelurahan Sawangan Baru dan warga setempat turut serta dalam pengajian yang diasuh Kiai Mujib.

Menurut ketua panitia Bukber Ade Rina Farida, kegiatan tersebut merupakan agenda rutin tahunan Fatayat Depok. “Tetap dilaksanakannya acara ini bertujuan agar silaturrahim antarpengurus dan anggota semakin terjalin erat,” kata Rina.

Rina menambahkan, usai pengajian dan pembacaan doa, pengurus cabang memberikan buah tangan berupa sembako kepada seluruh yang hadir. “Acara tersebut diakhiri dengan pemberian souvenir dari pengurus berupa sembako untuk para anggota,” ujar Sekretaris PC Fatayat NU Depok ini.

Sementara itu, Ketua Fatayat NU Depok Hj Yuminah Rahmatullah mengatakan, agenda tahunan ini patut dilestarikan. Ia menilai, kegiatan ini sangat positif. Ia? berharap acara Bukber dapat berlanjut tiap tahun. “Ke depan, acara semacam ini patut terus dipupuk. Sebab, ini momen silaturrahim sekaligus konsolidasi pengurus dalam merealisasikan program kerja kita,” pungkas Yumi. (Musthofa Asrori/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Syariah, Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 04 Desember 2008

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Kupang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor dan sejumlah pengurus Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sowan ke Kapolda Nusa Tenggara Timur (NTT), Rabu (11/12/13). Kedatangan mereka adalah dalam rangka konsolidasi partisipasi damai Natal di walayah NTT.

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)
Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda (Sumber Gambar : Nu Online)

Jelang Natal, GP Ansor NTT Datangi Kapolda

Silaturahmi dilakukan di Markas Polda NTT Kota Kupang, NTT. Rombongan pengurus PW GP GP Ansor dan Banser diterima Kapolda NTT Brigjen Pol I Ketut Untung Yoga Ana dan jajarannya. Yoga mengaku menyambut baik inisiasi para pemuda yang ingin menjalin persatuan dan kesatuan di lintas agama.

"Secara pribadi saya senang respon GP ansor mempunyai niat sama-sama menjaga situasi Natal dan tahun baru di wilayah NTT," jelasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dijelaskan Untung, perbedaan merupakan anugerah Tuhan. Membenci perbedaan berarti tidak mengenali Tuhannya.? Kehadiran manusia didunia karena adanya perbedaan. Dia yakin GP Ansor NTT mampu menghayati ini dengan baik.

Menurut Yoga, terkait perayaan Natal dan tahun baru 2013, kepolisian daerah? NTT berusaha keras menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh pelosok selama aktivitas berlangsung. "Kita saling koordinasi, di mana ada polisi harus ada (pula) perwakilan Banser di setiap gareja di Kota Kupang," ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Yoga berharap, GP Ansor dan Banser terlibat bukan saja di pengamanan gareja tetapi juga mengamankan situasi lalulintas dan berpatroli bersama Polisi. Dia mengingatkan, generasi muda perlu waspada dengan berbagai provokasi berbau adu domba melalui jaringan teknologi sekarang ini, seperti baik SMS, BBM, dan Twiter.

Karo OPS Polda NTT Kombes Pol Marffin Efendi saat dialog mendampingi Kapolda mengatakan, selama pengamanan berlangsung di lapangan patut bagi seluruh yang terlibat dalam kegiatan pengamanan untuk selalu? koordinasi.

Ketua PW GP Ansor NTT Abdul Muis Aps mengungkapkan terima kasih kepada Polda NTT yang bersedia kerja sama dengan pihaknya untuk bergotong-royong mengamankan secara damai perayaan Natal.

“Sinergi tetap kita bangun di NTT, demi menyatukan keberagaman guna membangun NTT ke depan. GP Ansor tetap semangat dan menyapakati akan menjadi garda terdepan kerukunan umat beragama. Ini bagian dari lokomotif bersama membangun NTT tercinta,” katanya. (Ajhar Jowe/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Jadwal Kajian, Kajian Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 13 November 2008

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926

Situbondo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Memori tentang keberhasilan Muktamar NU ke-27 di Situbondo yang mengukuhkan? kembalinya NU ke Khittah 1926 dan penerimaan asas tunggal Pancasila, kembali dikuak. Melalui halaqah nasional yang bertema “Dinamika Pemikiran Munas Alim Ulama dan Muktamar NU ke-27”, sejumlah tokoh sekaligus pelaku sejarah, memberikan kesaksian, Rabu (12/6).

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)
Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926 (Sumber Gambar : Nu Online)

Para Pelaku Sejarah Bicara Khittah NU 1926

Mereka adalah KH Muchit Muzadi sebagai asisten KH Ahmad Shiddiq, KH Hasyim Muzadi selaku panitia lokal; H Ahmad Thohir, dokter pribadi? KH As’ad Syamsul Arifin; Muhamad Baharun, wartawan majalah Tempo yang diberi akses KH As’ad untuk meliput secara bebas jalannya Muktamar, dan Slamet Efendi Yusuf, Ketua Umum GP Ansor saat itu.

Mereka memberikan testimoni betapa bersejarahnya? muktamar itu. “Kita di sini ingin menyampaikan fakta sejarah, bukan tafsir sejarah. Kita kagum dengan dengan pemikiran para kiai sepuh itu. Meski mereka hidup sederhana namun bisa merubah pemahaman umat Islam tentang agama dan negara,” jelas Slamet Efendi Yusuf.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sedangkan KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa saat ini terjadi pemahaman yang kacau? antara khittah dan politik, sehingga perlu penjelasan dari saksi hidup pelaku sejarah kembalinya NU ke Khittah 1926. “Politik memang tidak bisa dihilangkan dari negara, tapi bagaimana agar penerapan politik itu baik, sehingga tidak mengacaukan arti khittah dan politk itu sendiri,” ucapnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Halaqah itu sendiri dihelat di aula pesanten putra, kompleks Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah, Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Situbondo, Jawa Timur. Kegiatan yang dibuka pengaush pesantren, KH Ahmad Azaim Ibrahimy itu merupakan rangkaian? acara Pra-Munas dan Konbes NU yang digelar Agustus mendatang, sekaligus memperingati? 1 abad usia pesantren tersebut. (Aryudi A Razaq/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 29 Oktober 2008

PMII Padang: Demokrasi Harus Berakar Budaya dan Agama

Padang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sistem demokrasi yang dikembangkan di Indonesia seharusnya sistem demokrasi yang berakar dari agama dan budaya Indonesia sendiri. Demokrasi yang dirumuskan para pendiri Negara Republik Indonesia tahun 1945 silam adalah permusyawaratan perwakilan, bukan demokrasi pemilihan langsung yang salah satu penyebab bobroknya proses kepemimpinan nasional.

PMII Padang: Demokrasi Harus Berakar Budaya dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)
PMII Padang: Demokrasi Harus Berakar Budaya dan Agama (Sumber Gambar : Nu Online)

PMII Padang: Demokrasi Harus Berakar Budaya dan Agama

Hal itu terungkap pada Diskusi Publik yang diselenggarakan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Padang, Sabtu (24/5/2014) di hotel Daima, Padang seperti dilansir oleh sitinjaunews.com. 

Tampil sebagai narasumber A’wan PBNU Buya Tuanku Bagindo Muhammad Leter, Wakil Amir Majelis Mujahiddin Indonesia (MII) Jel Fathullah Al Anshori, Lc dan Wakil Ketua PW Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Rahmat Tunku Sulaiman.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Diskusi Publik dibuka Ketua PKC PMII Minangkabau Habibullah, dihadiri Ketua PC PMII Padang Hasbullah Alqomar, Mabincab PMII Padang Firdaus. Diskusi Publik diikuti 100-an peserta berasal dari utusan organisasi kemahasiswaan diberbagai perguruan tinggi, OKP dan kader PMII Kota Padang.

Menurut M. Letter, sejak era reformasi demokrasi yang ditiru dan diterapkan di Indonesia demokrasi barat, liberal dan bebas. Seperti demokrasi tanpa batas. Bayangkan, Amerika Serikat saja, yang negaranya besar dan sudah maju hanya memiliki 2 partai. Tapi Indonesia memiliki 12 partai.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sistem demokrasi sekarang yang diterap di Indonesia, dimana harga dan nilai seorang profesor dengan orang maling sama saja. Artinya, jika ada 10 orang yang akan memilih, ada 7 orang diantaranya maling, maka pemimpin yang dihasilkan adalah maling. Karena suara terbanyak itu pasti akan memilih orang maling. Jadi jangan heran kalau sekarang banyak pemimpin dan pejabat maling uang rakyat,” kata M. Letter yang juga Ketua Mubalig Sumbar ini.

Sistem demokrasi yang kini berkembang dengan pemilihan langsung juga mendorong biaya tinggi. Sehingga pemimpin yang terpilih cenderung “maling” untuk mengembalikan cost yang sudah dihabiskan dalam proses pemenangan pemilu, katanya.

Solusinya, kata M.Leter, harus dikembalikan pada demokrasi perwakilan. Dalam Islam demokrasi yang dikembangkan adalah permusyawaratan/perwakilan. “Sekarang yang terjadi bukan lagi era reformasi, melainkan era repot sekali,” kata M. Leter sambil guyonan disambut tawa hadirin.

Budaya sebagai salah akar budaya politik demokrasi di Indonesia kini sudah rusak. Mereka yang tampil wah, punya uang yang dibagi-bagikan ke masyarakat, dianggap pemimpin pilihan rakyat. Padahal tampilannya di publik hanya pencitraan, uang dibagi-bagikan, sekalipun hasil maling. Masyarakat tidak peduli apakah bermoral atau tidak, jika sudah membagi-bagikan “sesuatu” dianggap sudah layak jadi pilihan sebagai pemimpin, kata M.Leter.

Ketua PC PMII Padang Hasbullah Alqomar menyebutkan, diskusi publik ini diselenggarakan menyambut peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, 27 Rajab 1435 H. Sekaligus menyongsong pelaksanaan pemilihan presiden langsung pada Juli 2014 mendatang. 

“Kader PMII harus banyak kajian Islam dan Demokrasi Pancasila sebagai bagian dari kehidupan bernegara dan berbangsa,” kata Alqomar menambahkan.

Wakil Amir MMI Jel Fathullah menambahkan, tingginya tingkat golput (golongan putih) yang tidak menggunakan hak suaranya pada berbagai pemilihan umum yang dilaksanakan di Indonesia membuktikan bahwa semakin tidak percayanya masyarakat terhadap sistem demokrasi yang dikembangkan di Indonesia. 

“Untuk itu, sudah saatnya demokrasi yang sesuai dengan nilai-nilai Islam harus dikembangkan. Tidak perlu takut dengan demokrasi Islam bagi non-Muslim, karena terbukti mereka yang hidup di negara yang menjalankan hukum Islam tidak pernah terzalimi. Tapi justru merasa nyaman dengan adanya ketentuan Islam di negaranya,” kata Jel.

Rahmat Tuanku Sulaiman mengakui, sistem pemilihan langsung belum tentu sesuai dengan negara-negara berkembangan. Boleh jadi di negara maju seperti Amerika Serikat atau Eropa, sistem pemilihan langsung cocok. “Hal itu disebabkan kesiapan mental, budaya dan tingkat pendidikan masyarakat sudah baik. Berbeda  negara berkembang masyarakatnya masih banyak miskin, tingkat pendidik rendah dan budaya politik yang belum mendukung,” kata Rahmat mantan Ketua PCNU Padangpariaman, Sumatera Barat ini. (Bagindo Armaidi/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Ubudiyah, Doa Pimpinan Pusat Muhammadiyah