Rabu, 05 Agustus 2009

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi

Sukabumi, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka peningkatan mutu dan pengembangan penelitian tesis, Pascasarjana Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta menyelenggarakan Program Visitasi Dosen ke lokasi penelitian mahasiswa.

 

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi (Sumber Gambar : Nu Online)
Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi (Sumber Gambar : Nu Online)

Menelusuri Jejak Sejarah Islam Nusantara Melalui Eyang Santri di Sukabumi

Salah satu dosen pembimbing tesis, Deny Hamdani, mengunjungi aktivitas penelitian salah satu mahasiswa pascasarjana yang sedang meneliti budaya masyarakat Nusantara, Kamis (21/9) lalu di Padepokan Girijaya-Sukabumi, Jawa Barat.

Terletak di ketinggian 800 mdpl, padepokan peninggalan tokoh spiritual Jawa ini memberikan kesan magis dan historis. 

“Interaksi Eyang Santri dengan kaum intelektual zaman kemerdekaan dan kontribusinya terhadap pembentukan Indonesia modern perlu kita dorong untuk diteliti lebih lanjut,” ungkap Hamdani dalam kunjungannya ke kediaman salah satu keturunan Eyang Santri. 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hal tersebut terlontar setelah Hamdani terlibat dialog dengan Raden Ayu Ahdiyati, cucu KPH. Djojokoesoemo, yang dikenal masyarakat dengan sebutan Kiai Muhammad Santri atau Eyang Santri. 

Menurut Ahdiyati, yang akrab dipanggil dengan Bu Hajah Tito, keberadaan Eyang Santri yang memilih tempat terpencil di lereng Gunung Salak sesungguhnya adalah upaya lari dari kejaran Belanda pasca kalahnya Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa. 

Namun pelarian ini, masih menurut Ahdiyati, membawa hikmah yang cukup besar dalam proses perkembangan negara Indonesia di kemudian hari. Ibu dari ketiga anak ini menjelaskan bahwa banyak sekali tokoh kemerdekaan yang menjalin hubungan dengan cucu dari Pangeran Sambernyawa tersebut. 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia pun menyebut nama-nama penting dalam sejarah Indonesia, seperti Soekarno, Tjokroaminoto, Soetomo, Sosro Kartono, Ki Hajar Dewantoro, Muhammad Yamin. Bahkan tokoh spiritual dan filosof India seperti Rabindranath Tagore pernah berinteraksi dengan Eyang Santri.

Dalam kunjungan tersebut, Hamdani ditunjukkan sejumlah buku yang berkaitan dengan pemikiran Eyang Santri. Tokoh yang lahir tahun 1771 dan meninggal tahun 1929 itu ternyata banyak disebut dalam berbagai karya baik yang berbahasa Jawa maupun Belanda. 

“Pelan-pelan memang pemikiran kakek saya mulai terkuak, meskipun masih banyak hal yang belum disentuh” ujar Ahdiyati. 

Ia kemudian menceritakan sebuah disertasi dari mahasiswa Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta yang mengulas pemikiran Eyang Santri dari aspek Tasawuf. 

Disertasi yang berjudul Penafsiran Martabat Tujuh Kiai Muhammad Santri Sufi Agung Mangkunegaran tersebut ditulis oleh Ali Abdillah (2017), dosen Pascasarjana Unusia Jakarta. 

Dengan program kunjungan ke lapangan tersebut, Habibullah, mahasiswa pasca yang sedang mengoleksi data merasa bahwa perhatian kampus terhadap penelitiannya ini patut diapresiasi dengan baik. 

“Perhatian dosen pembimbing buat saya menjadi penyemangat sekaligus pengarah bidang akademik yang sangat diperlukan,” ujar komentar mahasiswa tingkat akhir Pascasarjana Unusia Jakarta yang sebentar lagi menghadapi para penguji dalam munaqosah tesis ini. (Red: Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Kyai Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 05 Juli 2009

Soal Tudingan Buwas, RMINU: Dzikir Kiai dan Santri Tak Mungkin dengan Mengonsumsi Narkoba

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pernyataan tidak jelas yang dilontarkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Budi Waseso (Buwas) terkait narkoba jenis ekstasi yang sudah masuk di kalangan santri dan kiai untuk berdzikir mendapat tanggapan dari Ketua Asosiasi Pesantren se-Indonesia atau Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU KH Abdul Ghaffar Rozin.

Menurut kiai muda yang akrab disapa Gus Rozin ini, dzikir itu ibadah yang sakral bagi kalangan pesantren, biasanya dilakukan dalam keadaan suci walaupun tidak wajib.

Soal Tudingan Buwas, RMINU: Dzikir Kiai dan Santri Tak Mungkin dengan Mengonsumsi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)
Soal Tudingan Buwas, RMINU: Dzikir Kiai dan Santri Tak Mungkin dengan Mengonsumsi Narkoba (Sumber Gambar : Nu Online)

Soal Tudingan Buwas, RMINU: Dzikir Kiai dan Santri Tak Mungkin dengan Mengonsumsi Narkoba

“Oleh sebab itu, tidak mungkin dzikir dilakukan dengan mengkonsumsi barang haram,” tegas Gus Rozin kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Selasa (8/3).

Menurutnya, sulit untuk dipercaya ada kiai bersama santri secara sengaja mengonsumsi narkoba, terlebih untuk berdzikir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“RMINU menghargai perhatian BNN terhadap pesantren. Namun akan lebih baik lagi jika menunjukkan langsung nama pesantren dan kiai yang terindikasi narkoba,” ujar Pengasuh Pesantren Maslakul Huda Kajen, Pati ini.

Walau bagaimana pun, lanjut Gus Rozin, tidak ada satu pun institusi yang imun (kebal) terhadap ancaman narkoba. Bahkan lembaga negara sekalipun. Meskipun demikian, masyarakat percaya dan meyakini bahwa pesantren masih yang terbersih di antara lembaga pendidikan lain.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Oleh karena itu, penyebutan yang eksplisit oleh BNN selain membantu pesantren meningkatkan kewaspadaan juga akan menghindari kekhawatiran dan kecurigaan yang tidak perlu terhadap pesantren,” tandas Gus Rozin.?

Seperti yang telah diberitakan, Buwas mengatakan bahwa narkoba sudah disalahgunakan hingga ke lingkup pesantren.?

"Narkotika sudah masuk ke kalangan santri terutama di daerah Jatim. Santri, dia dzikir dari pagi ke pagi pakai ekstasi, bukan cuma santrinya tapi kiainya juga," kata Buwas seperti dikutip oleh media nasional. (Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Tokoh, Pondok Pesantren Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 01 Juli 2009

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada acara "Istighotsah Menyambut Ramadhan1436 H dan Pembukaan Munas alim Ulama", Presiden Joko Widodo menyampaikan kebanggaannya terhadap karakter keberislaman yang berkembang di Tanah Air.

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)
Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online)

Jokowi: Alhamdulillah Kita Islam Nusantara

Hal itu Jokowi sampaikan menyusul kegelisahannya terhadap kekisruhan dan kegoncangan politik di negeri-negeri Muslim di Timur Tengah.

"Di Suriah, di Irak (goncang). Alhamdulillah kita Islam Nusantara. Islam yg santun, Islam yang penuh tata krama, Islam yang penuh toleransi," katanya di hadapan puluhan ribu jamaah yang menyesaki Masjid Istiqlal, Jakarta, Ahad (14/6) sore.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mantan Walikota Solo ini mengaku sering menyampaikan pada forum-forum internasional tentang kebesaran jumlah penduduk Muslim dibanding negara-negara lain di dunia. 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kenapa saya sampaikan itu? Karena itu adalah kekuatan kita," ujarnya disambut riuh tepuk tangan.

Mengenai penetapan Hari Santri Nasional, Jokowi menegaskan akan mengikuti saran PBNU yang menetapkan hari santri pada 22 Oktober. "Jika sudah melalui musyawarah dan proses yang matang, saya minta kepada Menteri Agama agar secepatnya diproses sehingga cepat masuk ke meja saya untuk langsung saya tandatangani ketetapan hari santri tersebut," jelas Jokowi. 

Jokowi dalam kesempatan itu juga membuka secara resmi Munas Alim Ulama NU 2015. Ia berharap NU terus melanjutkan jejak sejarah para pendahulunya tentang komitmen terhadap Pancasila dan pembangunan nasional.

Majelis akbar tersebut dihadiri para pejabat negara, perwakilan Pemda DKI, para kiai, dan warga NU dari segenap badan otonom NU, baik yang datang dari Jawa Barat maupun Jabodetabek. (Mahbib/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 06 Mei 2009

Tim Futsal Tubaba Siap Ikuti Porsadin Provinsi Lampung

Tubaba, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Tim Futsal Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) Kabupaten Tulang Bawang Barat siap menuju Pekan Olahraga dan Seni Antar Diniyah (Porsadin) tingkat Provinsi Lampung, pada bulan Oktober mendatang. Hal tersebut ditegaskan Ketua FKDT Kabupaten Tulang Bawang Barat Abdullah Naser, Rabu (27/9).

Tim Futsal Tubaba Siap Ikuti Porsadin Provinsi Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)
Tim Futsal Tubaba Siap Ikuti Porsadin Provinsi Lampung (Sumber Gambar : Nu Online)

Tim Futsal Tubaba Siap Ikuti Porsadin Provinsi Lampung

Naser menyampaikan, segala sesuatu terkait Porsadin telah dipersiapkan secara matang, termasuk penggemblengan mental para santri agar memiliki semangat juang yang tinggi.

"Kami telah memberikan gemblengan penguasaan materi, karena hal ini sangat penting. Namun mentalnya juga harus kita bina karena akibat kalah mental, maka semuanya akan lain dari yang diharapkan, karenanya pamantapan mental menjadi kunci pokok," ujarnya.

Sementara Habib Jafar Sodik selaku pelatih berpesan, semua pihak yang terlibat sebagai tim sukses pemenangan Porsadin, supaya berkoordinasi penuh.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Koordinasi adalah pangkal dari kemantapan, ketenangan, dan kepastian dalam hati. Dengan berbekal ketenangan disertai doa setelah berusaha mendidik para santrinya sekian lama, tibalah saat kita akan melihat hasilnya," katanya.

Kepada para santri yang berhasil meraih juara tingkat kabupaten, pria yang akrab disapa Abah ini mengucapkan selamat dan terima kasih atas partisipasi. Para santri yang akan mewakili kontingan Kabupaten Tulang Bawang Barat diharapkan agar menjaga kesehatan dan selalu mematuhi instruksi para ustad. Tujuannya agar bisa memaksimalkan pematangan persiapan mengingat even tingkat provinsi jaraknya sangat jauh.

"Harumkan nama kontingen kita dengan usaha maksimal dan tawakal," tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, Ketua panitia Munadi AB, Porsadin tingkat Kabupaten Tulang Bawang Barat diikuti oleh sejumlah Dewan Pimpinan Anak Cabang (DPAC) Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT) se-Kabupaten Tulang Bawang Barat.

"Harapan kami yang belum bisa mengikuti, semoga tahun depan bisa ikut ambil bagian pada kegiatan ini," ungkapnya.

Munadi berharap Pemerintah Daerah Tulang Bawang Barat proaktif demi terselenggaranya Porsadin tingkat provinsi Lampung. "Kami akan mengukir nama baik Tubaba, saya yakin  Pak Bupati Haji Umar Ahmad akan memberikan support kepada tim kami,"pungkasnya. (Gati Susanto/Imam Mukafi/Kendi Setiawan).

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pendidikan, Quote, Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 20 Maret 2009

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Minimnya juru dakwah perempuan (daiyah) pada belakangan ini, membuat Pengurus Cabang Fatayat Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Jombang mengambil langkah untuk membentuk forum dakwah Fatayat NU di setiap tingkat kecamatan.?

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Jombang Latih Juru Dakwah Perempuan Mumpuni

Pada setiap forum tersebut akan dikader pula para pendakwah wanita dari Pengurus Fatayat NU yang mumpuni. "Kita ingin membentuk kader-kader daiyah dari Fatayat NU yang mumpuni," kata Ema Umiyyatul Chusnah, Ketua PC Fatayat NU Jombang saat membuka acara sarasehan penguatan Forum Dakwah Fatayat (Fordaf) di Islamic Center Jombang, Ahad (09/10).?

Kategori mumpuni yang harus dimiliki pendakwah, setidaknya mereka menguasai pengetahuan keagamaan yang luas, juga memahami persoalan yang berkembang, khususnya di kota santri itu.?

"Yaitu yang mampu menyampaikan isu-isu terkini, seperti tentang bahaya HIV/AIDS, narkoba, juga kekerasan pada anak dan perempuan," tutur perempuan yang juga Anggota DPRD Jombang itu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pada kegiatan yang diikuti oleh 85 peserta utusan dari seluruh PAC se Kabupaten Jombang itu, dipandu langsung oleh Hj Bashirotul Hidayah, Koordinator Bidang Dakwah yang juga sebagai Ketua Fordaf Kabupaten Jombang. Pantauan Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mereka tampak serius dan antusias mendengarkan sejumlah materi yang disampaikan Bashirotul Hidayah. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 08 Maret 2009

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Pusat Fatayat NU kembali menggelar khitanan massal pada Senin 7 Mei 2012 mendatang di Kantor Kemenakertrans, Jl. TMP Kalibata 17, Jakarta Selatan. Pendaftaran telah dibuka untuk sekitar 500 anak yang berasal dari Jakarta dan sekitarnya seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. 

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)
Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis (Sumber Gambar : Nu Online)

Fatayat NU Buka Pendaftaran Khitanan Massal Gratis

“Kita sejauh ini baru mendata peserta. Kita menargetkan 500 peserta khitan massal, tetapi baru 337 peserta yang mendaftarkan diri. Mereka berasal dari PCNU Jabodetabek. Kita buka pendaftaran anak-anak peserta khitan dari berbagai kalangan,” ujar Ummi Kulsum, Anggota Bidang Kesehatan PP Fatayat NU saat dikonfirmasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Kantor Fatayat NU, Jl. Kramat Lontar, Jakarta Pusat, Senin (30/4).

PP Fatayat NU selama ini sudah menyebarkan informasi pendaftaran khitanan massal ke wilayah-wilayah, lingkungan masyarakat aktivis Fatayat NU, LAZISNU, Sarbumusi (Sarekat Buruh Muslimin Indonesia), dan sejumlah sekolah di Jabodetabek.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tema peringatan hari lahir (harlah) ke-62 Fatayat NU adalah kesehatan. Karenanya, PP Fatayat NU mengadakan khitanan massal gratis sebagai bagian dari peningkatan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Fatayat NU sebagai organisasi pemudi NU sepanjang usianya akan berpartisipasi secara konkrit dalam peran sosialnya di tengah masyarakat Indonesia. Dalam kontribusi konkrit, Fatayat NU menemukan makna kehadirannya di tengah gerakan pemudi Indonesia yang terus berjalan.

Dengan tanpa keluar biaya dari peserta, Fatayat NU ingin berkontribusi dalam gerakan sosial-keagamaan di Indonesia. Selain itu, Fatayat NU hendak menegaskan bahwa khitan adalah bagian dari perintah agama. Untuk acara ini, persiapan PP Fatayat NU sudah mencapai 80%, tambahnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Khitan ini bukan persoalan sederhana. Perlu kesiapan mental orang tua dan anak sekaligus. Kadang anaknya mau, orang tua belum bersedia. Atau sebaliknya, orang tuanya sudah siap, si anak belum berani. Jadi kita mesti meyakinkan dua pihak ini,” sela Neneng Rahmawati, Anggota Bidang Ekonomi PP Fatayat NU.

Dalam prosesi khitan, PP Fatayat NU menghadirkan 2 dokter dengan bantuan 20 orang tenaga medis. Acara akan dihadiri oleh Menakertrans, Menteri KPDT (Kementerian Pembangunan Daerah Tertinggal), Pegadaian, dan Deputi PDT, ungkap Neneng.

Fatayat NU rencananya mendirikan 2 buah panggung. Panggung utama dipakai untuk pembukaan kira-kira jam 10. Sedangkan panggung yang 1, berisi hiburan untuk anak-anak seperti sulap, games, dan dongeng.

Para peserta akan membawa pulang suvenir yang disediakan panitia. Suvenir lazimnya untuk anak sekolah berisi pelbagai kebutuhan anak-anak seperti tas, alat tulis, tempat minum, baju koko, kain sarung, dan uang saku. PP Fatayat NU pun tak lupa menyediakan uang transport untuk semua peserta khitanan massal.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis   : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Pahlawan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 22 Januari 2009

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siroj mengatakan, Muammar Gaddafi menjadi satu-satunya kepala negara yang mempunyai inisiatif untuk menyatukan berbagai aliran tarekat dalam forum pertemuan kaum sufi tingkat dunia. Raja Abdullah II diharapkan dapat menggantikan peran mendiang pemimpin besar Libya itu.

Raja Yordania Abdullah Bin Al-Hussein (Abdullah II) sudah tiba di Indonesia, Selasa (25/2) hari ini. PBNU telah menyiapkan acara khusus bertajuk Multaqa Sufi atau Nahdlatul Ulama Sufi Gathering di Jakarta Convention Center (JCC) Jakarta, Rabu (26/2) besok.

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)
Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat (Sumber Gambar : Nu Online)

Seperti Gaddafi, PBNU Berharap Raja Abdullah II Satukan Tarekat

“Satu-satunya kepala negara yang memberi wadah bagi tarekat atau kaum sufi adalah Muammar Gaddafi. Setelah Gaddafi tidak ada, diharapkan Raja Abdullah II bersama NU bisa menyatukan tarekat-tarekat di dunia yang jumlahnya ratusan,” kata? Kiai Said di kantor PBNU, Jakarta, Selasa (25/2) siang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, pendekatan sufistik yang mengedepankan kelembutan hati dapat menjadi solusi bagi terciptanya perdamaian di Timur Tengah. Kiai Said sendiri memuji Yordania yang tetap damai dan tenang meski berada di antara negara-negara yang penuh dengan konflik.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Secara geografis, Yordania ini berada di posisi yang sulit karena bertetangga dengan Israel, Syria dan Irak. Namun alhamdulillah berkat seorang raja yang bijak, Yordania tetap aman. Beliau ini background-nya militer, tetapi penampilannya seperti orang sipil. Sikap dan pembawaannya berwibawa, patut ditiru oleh pemimpin negara-negara muslim di sekitarnya,” kata Kiai Said.

Kegiatan Multaqa Sufi Rabu besok diselenggarakan mulai pukul 13.00 WIB dan akan dihadiri oleh kiai-kiai NU dari sejumlah wilayah di Indonesia. Raja Abdullah II dijadwalkan tiba di JCC pada 14.30 WIB. (A. Khoirul Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Daerah Pimpinan Pusat Muhammadiyah