Selasa, 28 September 2010

Peluncuran Ensiklopedia Gus Dur

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Buku Ensiklopedia Gus Dur mewarnai peringatan seribu hari wafatnya KH Abdurrahman Wahid yang di Pesatren Tebuireng Jombang, Sabtu (29/9) kemarin.?

Peluncuran Ensiklopedia Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)
Peluncuran Ensiklopedia Gus Dur (Sumber Gambar : Nu Online)

Peluncuran Ensiklopedia Gus Dur

Para tokoh seperti Rais Syuriyah KH Hasyim Muzadi, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfudz MD, Pengasuh Tebuireng KH Sholahudin Wahid dan adiknya Lilly Wahid turut hadir dalam acara tersebut.

Dalam kesempatan itu, KH Hasyim Muzadi menyatakan bahwa Gus Dur adalah pemimpin yang sulit dicari penggantinya di Indonesia. Karena beliau adalah seorang pemimpin yang memiliki pemikiran dinamis.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Beliau bukan tipe pemimpin yang normatif, atau linier, orang seperti ini pemikirannya dinamis,” ujarnya. Dia mengatakan, pemimpin model Gus Dur banyak dijumpai di negara lain akan tetapi di Indonesia tidak banyak.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Gus Dur, lanjutnya, mampu menyikapi persoalan langsung pada intinya, tidak pada apa yang mengikutinya. “Intinya apa? Bukan ubo rampai,ditambah dengan kebersihan niat. Beliau menerapkan model Fiqih Manhaj yang menyangkut masalah kaidah dan ushul, dan ini yang nantinya jadi qoul Gus Dur sehingga beliu punya qoul sendiri,” jelasnya.

Hasyim mencontohkan, sikap Gus dur yang terlibat dalam Yayasan Simon Peres Israel, dan pembelaan kebebasan beragama terutama Konghuchu.

Masih menurut KH Hasyim, dalam hal pengembangan jamiyah NU, pemikiran cucu pendiri NU ini jauh ke depan. Gus Dur berkeinginan NU harus diindonesiakan dan diduniakan.?

Dikatakannya, menjelang Muktamar Situbondo, 1984, Gus Dur mengatakan NU harus dikeluarkan dari partai politik PPP. Karena menurutnya ? tidak seharusnya NU ? hanya disekat pada politik praktis. “ Peran NU semuanya harus kelihatan, setelah itu harus di Indonesikan,

Kemudian disusunlah Munas Ulama 1983, yang intinya menurut Gus Dur, NU harus mengisi Indonesia bukan hanya berada di satu sudut Indonesia.

Sementara itu, Mantan Menteri di era presiden KH Abdurrahman Wahid ini, Mahfudz MD menyatakan bahwa sosok Gus Dur dinilai sebagai pemimpin yang sangat berani. Karena menjelang detik detik kejatuhannya sebagai presiden, dirinya sudah mengingatkan agar berdamai dengan partai.

”Apa jawabannya? Kalau Anda mau berjuang jangan mau terbelenggu fakta tetapi harus membuat fakta baru,” kata Mahfudz menirukan Gus Dur.

Padahal, lanjut Mahfudz, dirinya sudah bertemu dengan petinggi tiga parpol besar. Mereka siap tidak menjatuhkan presiden Abdurrahman Wahid jika mau merombak kabinet dan menyusunnya berdasarkan usulan partai.?

“Saya tidak mau tunduk, saya akan buat fakta baru saya tidak mau tunduk partai, jawab Gus Dur, kukuh,” tandas Ketua Mahkamah Konstitusi. ? "Meski demikian Gus Dur sudah berhasil membuat arena demokrasi dan politik di negeri ini Namun arena demokrasi yang ditinggalkan sekarang ini sangat kotor."

Terkait buku Ensiklopedia Gus Dur, Mahfudz berpendapat buku yang telah dicetak sebanyak enam jilid ini merupakan salah satu buku yang terlengkap tentang Gus Dur.?

Dalam buku ini bisa menceritakan sosok presiden RI ke-4 dari berbagai dimensi. “Namun penggunaan beberapa kata perlu dipertimbangkan,agar tidak menyinggung orang lain,” sarannya.

Redaktur ? ? : Hamzah Sahal

Kontributor : Muslimin Abdurrahman

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Kyai Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 26 September 2010

Cerita Rakyat Hilang, Anak Indonesia Hanya Tahu Spongebob

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Cerita-cerita rakyat atau folklor secara pelan-pelan kini mulai dihilangkan dari khazanah Indonesia. Anak-anak Indonesia lebih kenal Spongebob, Tom and Jerry, Naruto, atay Avatar yang dominan di layar televisi.

Cerita Rakyat Hilang, Anak Indonesia Hanya Tahu Spongebob (Sumber Gambar : Nu Online)
Cerita Rakyat Hilang, Anak Indonesia Hanya Tahu Spongebob (Sumber Gambar : Nu Online)

Cerita Rakyat Hilang, Anak Indonesia Hanya Tahu Spongebob

“Bersamaan itu, cerita-cerita lokal juga akan hilang,” kata ? Wakil Ketua Lesbumi NU Agus Sunyoto di beranda Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gedung PBNU lt.5, Jakarta, Selasa malam (17/4) lalu. Menurutnya, pengabaian terhadap forklor dan cerita lokal akan mengikis semangat cinta tanah air.

Folklor memang berciri pralogis, memiliki logika sendiri di luar logika umum. Ia merupakan suatu kearifan tersendiri yang dianut oleh suatu komunitas. Folklor rakyat Indonesia kerap dihancurkan oleh logika penyeragaman yang diajarkan di sekolah-sekolah dan di televisi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut sejarawan NU itu, cara menyiasatinya adalah dengan pendidikan, bukan pendidikan sekolah tetapi pendidikan yang kita buat sendiri. “Saya sendiri membuat pendidikan sendiri, namanya Pesantren Global,” katanya.

Agus Sunyoto menyadari arti penting folklor yang dimiliki masyarakat Indonesia. Fungsi folklor adalah mengikat memori kolektif masyarakat Indonesia. Ia dalam setiap kesempatan selalu mengampanyekan isu ini. Folklor Indonesia berfungsi mengawal nilai-nilai yang berlaku dan akan dipatuhi masyarakat Indonesia. Folklor pun berdaya menjadi cermin kolektif mental masyarakat. Cermin inilah guru pendidik yang sangat berpengaruh bagi perilaku suatu masyarakat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Saya sendiri selalu menyadarkan orang-orang bahwa mereka adalah orang Indonesia. Mereka harus terikat dengan tanah kelahiran itu sendiri. Mereka tidak boleh bangga dengan global dunia. Lha, bagaimana kita ini? Masa manusia-manusia global internasional itu dibangga-banggakan gitu?” serunya

Dikatakannya, orang Indonesia harus punya pijakan bahwa “kita orang Indonesia”. Cinta tanah dan air itu yang mesti ditanamkan. Folklor yang dimiliki masyarakat Indonesia mesti direvitalisasi untuk menjaga mental dan kesadaran kolektif rakyat Indonesia.

Perilaku dan sikap suatu masyarakat akan sangat bergantung sekali dengan cara pikir atau memori yang pernah ditangkapnya. Memori kolektif rakyat atau suatu generasi penerus bangsa Indonesia akan sangat berbahaya jika tidak berpijak dan mengakar kepada folklor yang berkembang di tubuh masyarakat Indonesia itu sendiri, tambahnya.

Folklor dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah adat-istiadat tradisional dan cerita rakyat yg diwariskan secara turun-temurun, tetapi tidak dibukukan. Folklor dapat berupa lisan. Folklor jenis ini memiliki cakupan bahasa rakyat, teka-teki, puisi rakyat, cerita prosa rakyat, dan nyanyian rakyat.

Adakalanya, folklor tidak dalam bentuk lisan. Jenis yang disebut terakhir ini mengambil bentuk antara lain arsitektur rakyat, kerajinan tangan rakyat, pakaian dan perhiasan tradisional, obat-obatan tradisional, makanan dan minuman tradisional, bunyi isyarat, dan musik tradisional.

Folklor suatu kelompok masyarakat adalah ciri atau identitas kolektif yang melekat pada suatu masyarakat, subkultur, atau kelompok tertentu. Ciri atau identitas suatu kelompok masyarakat menjadi semacam pembeda dari kelompok atau subkultur lainnya.

Redaktur: A. Khoirul Anam

Penulis ? ? : Alhafiz Kurniawan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, AlaSantri, Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

Bagi Bangsa Indonesia, peci hitam memiliki arti penting. Peci ini dipakai Presiden pertama RI keliling dunia. Tak ayal, para pemimpin negara sahabat pun akrab dengan peci tersebut. Di mana peci hitam tampak, di situlah orang Indonesia disebut. Peci hitam memang menjadi identitas kebangsaan kita.

Dalam buku “Berangkat dari Pesantren”, Menteri Agama KH Saifuddin Zuhri menceritakan tentang uniknya peci hitam. Suatu ketika, di sela-sela sidang Dewan Pertimbangan Agung (DPA) pada September 1959 muncul kisah menarik.

Bung Karno, kata Kiai Saifuddin Zuhri, menyatakan bahwa dia sebenarnya kurang nyaman dengan segala pakaian dinas kebesaran. Akan tetapi, semuanya dipakai untuk menjaga kebesaran Bangsa Indonesia.

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)
Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab (Sumber Gambar : Nu Online)

Kisah Peci Hitam, Bung Karno, dan Mbah Wahab

“Seandainya saya adalah Idham Chalid yang ketua Partai NU atau seperti Suwiryo, ketua PNI, tentu saya cukup pakai kemeja dan berdasi, atau paling banter pakai jas,” ujar Bung Karno sambil melihat respon hadirin.

Dengan yakin dan percaya, proklamator itu menegaskan tidak ada melepas peci hitam saat acara resmi kenegaraan.

“Tetapi soal Peci Hitam ini, tidak akan saya tinggalkan. Soalnya, kata orang, saya lebih gagah dengan mengenakan songkok hitam ini. Benar enggak, Kiai Wahab?” tanya Bung Karno pada Rais Aam Syuriah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama yang juga anggota DPA, KH Abdul Wahab Hasbullah.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan tangkas, Mbah Wahab pun segera menimpali lontaran Bung Karno itu. “Memang betul, saudara harus mempertahankan identitas itu. Dengan peci hitam itu, saudara tampak lebih gagah seperti para muballigh NU,” jawab sang kiai.

Sontak, pernyataan kiai kharismatik ini langsung disambut gelak tawa seluruh anggota DPA. Suasana pun meriah oleh canda tawa dan tepuk tangan hadirin.

“Dengan peci itu saudara telah mendapat banyak berkah. Karena itu, ketika berkunjung ke Timur Tengah, saudara mendapat tambahan nama Ahmad. Ya, Ahmad Soekarno,” seloroh Kiai Wahab yang lagi-lagi disambut gelak tawa hadirin. (Musthofa Asrori)

?

Disarikan dari buku “Berangkat dari Pesantren”, karya KH Saifuddin Zuhri

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul, AlaSantri, Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 23 September 2010

Ansor Jombang Wajibkan Pengurus Lulus PKD

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Jombang menggelar Pelatihan Kepemimpinan Dasar (PKD) bagi seluruh pengurus sejak Sabtu (26/9) hingga Ahad (27/9). PKD wajib diikuti seluruh pengurus harian dan ketua Pimpinan Anak Cabang se-Jombang, Jawa Timur.

Ansor Jombang Wajibkan Pengurus Lulus PKD (Sumber Gambar : Nu Online)
Ansor Jombang Wajibkan Pengurus Lulus PKD (Sumber Gambar : Nu Online)

Ansor Jombang Wajibkan Pengurus Lulus PKD

Ketua PC GP Ansor Jombang Zulfikar D Ihwanto mengatakan, pada kepemipinanannya kali ini, pihaknya memang mewajibkan seluruh pengurus untuk mengikuti PKD. Hal ini agar pengurus memahami gerakan dan perjuangan Ansor.

"PKD wajib diikuti seluruh pengurus harian dan koordinator lembaga di Cabang mereka harus lulus pengkaderan semua. Termasuk wajib juga bagi ketua PAC. Kalau tidak lulus maka tidak bisa menjabat sebagai ketua," ujarnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pelaksanaan PKD, lanjut Zulfikar, digelar di Kota Batu Malang, selama dua hari dengan harapan peserta bisa lebih serius dan kosnsentrasi mengikuti seluruh proses pengkaderan. "Dengan dilaksanakan di luar daerah peserta tidak pulang, dan lebih fokus mengikuti pelatihan. Apalagi sebagai instruktur atau fasilitator pelatihan dihendel langsung oleh Pimpinan Wilayah Jawa Timur,” imbuhnya..

Sementara itu, Ketua Panitia PKD, Zakky Abdusshomad mengatakan, peserta PKD diikuti sebanyak 63 peserta yang terdiri dari pengurus Cabang dan Ketua Pimpinan Anak Cabang se Jombang. "Alhamdulillah dari target 80 orang peserta, hampir seluruh Pengurus Harian Cabang dan Koordinator lembaga menjadi hadir menjadi peserta," katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dengan PKD ini, dikatakannya, diharapkan seluruh pengurus baik di tingkat Cabang dan PAC bisa memahami alur gerakan perjuangan badan otonom tertua NU dalam menjalankan roda organisasi. "Di samping mendapatkan materi ke-Aswaja-an dan wawasan kebangsaan, peserta juga dibekali kepemimpinan dan juga kewirausahaan berbasis potensi daerah," Somad menambahkan.

Tampak hadir sebagai tim dari PW GP Ansor Jawa Timur, Andree Dewanto Ahmad, Ahmad Zainul, Sholahul Am Notobuwono, Aminuddin, dr Umar yang mengawal selama digelarnya PKD pertama. "Kita harapkan sebagai tindak lanjut, setelah PKD ini, seluruh PAC di Jombang sebanyak 21 menggelar PKD," pungkas Zulfikar menutup kegiatan. (Muslim Abdurrahman/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Budaya Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 27 Agustus 2010

Umat Islam Malang Bersatu Lawan Kelompok Garis Keras

Malang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kabupaten Malang, Jawa Timur, yang ramah bagi para pendatang ternyata tak selalu menciptakan kondisi nyaman. Beberapa waktu lalu ketenangannya terusik oleh aksi kelompok garis keras pendukung Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di Lawang dan Dau yang tiba-tiba ramai di media. Sebelum rentetan peristiwa teror juga menghantui masyarakat setempat.

Umat Islam Malang Bersatu Lawan Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)
Umat Islam Malang Bersatu Lawan Kelompok Garis Keras (Sumber Gambar : Nu Online)

Umat Islam Malang Bersatu Lawan Kelompok Garis Keras

Atas dasar itu, Gerakan Umat Islam Bersatu (GUIB) Kabupaten Malang bersepakat akan memerangi berbagai kelompok ekstrem di wilayah setempat. Tekad ini muncul dalam Seminar Nasional Melawan Gerakan Islam Radikal yang diadakan GIUB Malang bersama Aswaja NU Center Kabupaten Malang, Rabu (28/1), di Islamic Center Kepanjen, Malang.

“Ada beberapa aksi mencemaskan di Malang (antara lain) bom Gereja Sasana Budaya 24 Desember 1984, DR. Azhari ditangkap 2005, dan bom ATM Karangploso 2014,” tutur Kol. Arm. Totok Imam Santoso, Komandan Korem (Danrem) 083 dalam forum seminar yang dihadiri utusan dari berbagai ormas tersebut.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Totok mengimbau berbagai elemen masyarakat, baik Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, maupun organisasi kemahasiswaan seperti PMII, GMNI, IPNU-IPPNU, dan lainnya, mampu bersinergi dengan pemerintah serta masyarakat dalam menangkal gerakan radikal dan bibit-bibitnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Seminar nasional ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Dr KH Cholil Nafis (Ketua Komisi Dakwah MUI Pusat), Prof Dr Nadirsyah Husen (University of Wolonggong Australia), dan KH Romadlon Chotib (Wakil Katib Syuriah PWNU Jatim).

Acara bertema “Mengungkap Fenomena ISIS di Jawa Timur dan Bahayanya bagi Kehidupan Bermasyarakat, Berbangsa dan Bernegara, Serta Upaya Pencegahannya” itu dibuka langsung oleh Bupati Malang Rendra Kresna.

Dalam sambutannya, Rendra mengatakan Kabupaten Malang terkenal di dunia karena ada deklarasi ISIS. Padahal sebelumnya kelompok ekstrem ini ditolak oleh warga. Kabupaten malang, tambahnya, merupakan kabupaten yang pertama kali menolak keberadaan ISIS berada di Indonesia.

Bupati juga mengimbau masyarakat agar tetap damai dan jauh dari intimidasi terutama dalam proses penyelesaian konflik. Ia mendorong warga untuk memberlakukan izin 1 x 24 jam bagi tamu, dan jangan terprovokasi dengan isu-isu.

Hal ini senada dengan pembicaraan Prof Nadirsyah bahwa, isu dan teror yang terjadi di dunia adalah kegilaan dalam memecah belah orang Islam dan negara. “Sehingga kita tidak perlu ikut-ikutan gila," ujarnya. (Red: Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Amalan, Sejarah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 25 Agustus 2010

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Zaman sekarang merupakan era digital. Seseorang akan teralienasi (terasingkan) ketika tidak melek teknologi. Dengan tidak paham teknologi, manusia akan ketinggalan zaman. Apalagi zaman terus berubah dengan cepat.

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)
Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi (Sumber Gambar : Nu Online)

Teknologi Berperan Penting agar Manusia Tidak Teralienasi

Hal tersebut dikatakan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) H Nizar saat didaulat membuka resmi Rapat Koordinasi Nasional pematangan draft Peraturan Menteri Agama tentang Sistem Informasi Manajemen Kediklatan (Simdiklat).

"Pengalaman soal teknologi sudah saya terapkan ketika saya dilantik sebagai Wakil Rektor UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 2010 silam. Saat itu belum ada gadget canggih seperti sekarang. Adanya baru Blackberry," kata Nizar di hadapan peserta rakornas, Kamis (21/4) malam.

Nizar punya ide yang kemudian ia sampaikan ke rektor. "Begini Pak, demi efisiensi, kita gunakan teknologi untuk virtual meeting. Jadi nggak perlu lagi rapat tatap muka. Belum konsumsinya, tenaganya. Belum lagi koordinasi waktu. Pokoknya melelahkan," tuturnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jika memakai virtual meeting, lanjut Nizar, sambil tiduran pun tetap bisa memberikan masukan dalam forum rapat. "Lalu kami membuat konsep untuk naskah akademiknya untuk pengadaan Blackberry dan tablet Samsung. Lalu, sejak itu tiap habis subuh dibuka rapat. Tiap hari itu," ungkap pria asal Jepara ini.

Sementara ada beberapa pimpinan yang gagap teknologi. "Mencet tombol aja nggak bisa. Karena sudah terbiasa dengan staf. Mau saya paksa. Ada trik atau briefing sehari untuk penggunaan Blackberry. Akhirnya, semua lancar," ujarnya bangga.

Menurut guru besar yang juga Wakil Rais Syuriah PWNU DIY ini, jika tidak selesai di level virtual, baru dilakukan rapat face to face. Apalagi sekarang sejak media sosial berkembang luar biasa, maka tidak ada alasan diklat juga harus menyesuaikan dengan kondisi kekinian.

"Sekarang, registrasi online sebenarnya sudah terlambat. Pendaftaran SMA di Yogya aja sudah online sejak 2010. Nah, kok Diklat masih manual. Apalagi dari Pusdiklat Ciputat sampai sekarang kalau minta peserta masih manual. Waduh, ini saya yang susah karena disposisi ya jadi lambat juga," selorohnya disambut tawa hadirin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tapi jika memakai IT, lanjut Nizar, maka real time langsung bisa. "Makanya kemudian, saya di Kanwil itu paperless (minim kertas). Jadi, saya ke mana-mana bisa mendisposisi. Kan sekarang ada electronic office," tukasnya.

Turbulensi birokrasi

Dari tipikal seorang akademisi yang terbiasa gerak cepat ke birokrasi yang "rutinitas", Nizar melihat dunianya yang baru seperti layaknya pesawat yang mengalami turbulensi. "Tapi saya paksakan. Kalau tidak, ke depan bakal makin ketinggalan. Memang, problemnya itu di sarprasnya," ujar Kakanwil.

Apalagi setelah diaudit, ternyata bandwitch internetnya dan server tidak memenuhi syarat. "Data center juga tidak punya. Bagaimana bisa cepat kalau kayak gini. Lalu ada bantuan dari Pinmas yang hanya 2 GB. Itu pun hanya untuk personalia SDM Kepegawaian. Nggak cukup. Kalau bareng-bareng bisa lemot. Makanya, Diklat juga harus memperhatikan aneka kebutuhan tersebut," tegasnya.

Hadir dalam upacara pembukaan rakornas, Kepala Bagian Perencanaan dan Sistem Informasi Sekretariat Hj Sunarini, dan Kepala Bagian Ortala dan Kepegawaian Sekretariat H Bahari, Kasubag Hukum dan Perundang-undangan Asroi, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan (BDK) Jakarta Aden Daenuri.

Rakornas yang diinisasi Badan Litbang dan Diklat Kemenag ini digelar di Hotel Ros-In Jalan Lingkar Selatan No 110 Bangunharjo, Sewon, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta dan diagendakan selama tiga hari, Kamis-Sabtu, 21-23 April 2016. (Musthofa Asrori/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Kiai, Hadits Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Agustus 2010

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Way Kanan, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Menyikapi kejahatan kemanusiaan di Rohingnya, Rijalul Ansor Way Kanan, GP Ansor Bahuga, Gusdurian Lampung, Satkorwil Banser Lampung, dan Aji Tapak Sesontengan (ATS) Global Indonesia Tim Swarna Raya menggelar doa untuk Rohingya serta bakti sosial penyembuhan alternatif penyakit medis dan non-medis.

Ketua Rijalul Ansor Way Kanan Hasyim Asyari di Blambangan Umpu, Kamis (7/9) menjelaskan, kegiatan itu bertujuan untuk mengundang masyarakat mendoakan agar etnis Rohingya segera terbebas dari kekerasan dan diskriminasi dialami selama ini.

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)
Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS (Sumber Gambar : Nu Online)

Dua Hari ke Depan, Way Kanan Gelar Doa untuk Rohingya dan Pengobatan Gratis via ATS

Pelaksanaan kegiatan akan berlangsung di dua tempat, pertama pada Jumat 8 September di area Panti Asuhan Pesantren Roudlotul Mutaqqin dan pada Sabtu 9 September di Mushola Al Hikmah, Kampung Dewa Agung, Kecamatan Bahuga.

"Sembari menunggu penagananan penyembuhan penyakitnya seperti asam urat, lemah jantung, sakit gigi, urat kejepit, migrain, vertigo, maag dan berbagai penyakit medis lain oleh Pelaksana Tugas Kepala Satuan Khusus Banser Husada Lampung sekaligus kamitua atau master ATS sahabat Gatot Arifianto, masyarakat akan kami pandu mendoakan saudara kita di Rohingya," ujar Hasyim didampingi Ketua GP Ansor Bahuga Muhammad Nur Hasyim.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menyikapi persoalan Rohingya dengan doa menurut Hasyim, lebih maslahat daripada menyebar gambar hoax tidak sesuai, sadis dan didramatisir yang berpotensi memecah belah masyarakat Indonesia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kami sepakat, bahwa apa yang terjadi di Rohingya ialah tragedi kemanusiaan yang harus segera dihentikan karena bertentangan dengan nalar hingga nurani. Siapapun yang beragama dan mengimaninya dengan benar pasti menolak kebiadaban," katanya.

Selain berdoa bersama, masyarakat juga akan diajak berfoto dengan membawa pesan-pesan perdamaian, seperti wasiat KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur): Agama jangan jauh dari kemanusiaan, lalu Dalai Lama XIV: Perdamaian bukan hanya sekadar tidak adanya kekerasan. Perdamaian adalah, perwujudan kasih sayang manusia, serta kutipan positif lain. (Erli Badra/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Lomba Pimpinan Pusat Muhammadiyah