Jumat, 16 November 2012

NU Solo Bahas Hukum Demonstrasi hingga Jas untuk Mayat

Solo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah - Lembaga Bahtsul Masail (LBM) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Surakarta kembali mengadakan kegiatan Bahtsul Masail di Masjid As-Segaf Pasar Kliwon Solo, Jumat (30/12). Pada kesempatan tersebut, forum membahas persoalan boleh atau tidaknya melakukan aksi demonstrasi.

"Diperbolehkan melakukan aksi demo dengan syarat antara lain demo tidak anarkis. Rujukannya ada di kitab Ihya Ulumuddin juz 3 hal 337, kemudian Syarah Ihya juz 7 hal 25 dan Al-Fiqhul Islamy wa Adillatuh juz 6 hal 704-705," papar Ketua LBM-NU Solo KH Abdul Aziz Ahmad.

NU Solo Bahas Hukum Demonstrasi hingga Jas untuk Mayat (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Solo Bahas Hukum Demonstrasi hingga Jas untuk Mayat (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Solo Bahas Hukum Demonstrasi hingga Jas untuk Mayat

Selain persoalan demonstrasi, forum juga membahas persoalan merawat jenazah. Yakni, bolehkah mayit muslim dikafani dengan diberi pakaian jas, celana, dan lain-lain?

"Pertanyaan itu dijawab boleh dengan syarat pakaian pengganti kafan tadi menutup aurat dan tidak tasyabbuh (menyerupai) orang kafir," terang Kiai Aziz.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ditambahkan dia, Forum Bahtsul Masail di lingkup NU Surakarta ini, digelar sekali dalam sebulan. Tempatnya pun bergantian, dari satu MWC ke MWC lainnya. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax, Nahdlatul Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Hasyim Terpilih sebagai Presiden WCRP

Kyoto, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam acara Konferensi Dunia Agama untuk Perdamaian (World Conference on Religion for Peace/WCRP) ke 8, Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi terpilih sebagai salah satu dari 9 presidennya. Sementara itu Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin menjadi salah satu presiden kehormatan dalam acara berlangsung di Kyoto Jepang, 25-29.

WCRP adalah organisasi lintas agama yang menghimpun tokoh-tokoh berbagai agama dari seluruh dunia dalam upaya mewujudkan perdamaian duni. Pada pertemuan di Kyoto, hadir 600-an tokoh dari 20 agama dari 100 negara di dunia. WCRP sendiri didirikan pada tahun 1970 dan saat ini berpusat di markas PBB New York.

Beberapa program yang dijalankan adalah menghentikan perang, mengakhiri kemiskinan dan melindungi bumi. Mereka telah berupaya untuk membantu upaya rekonsiliasi di Irak, menjadi mediator dalam perang antar suku di Sierra Leone serta membantu jutaan anak yang terinfeksi virus HIV di Afrika.

Hasyim Terpilih sebagai Presiden WCRP (Sumber Gambar : Nu Online)
Hasyim Terpilih sebagai Presiden WCRP (Sumber Gambar : Nu Online)

Hasyim Terpilih sebagai Presiden WCRP

Hasyim dipilih karena perannya dalam pengembangan perdamaian baik di tingkat nasional maupun internasional. PBNU telah menggelar International Conference of Islamic Scholar (ICIS)  pada tahun 2004 dan 2006 yang dihadiri peserta dari 53 negara. PBNU juga membantu resolusi konflik di Thailand Selatan.

Sayangnya Hasyim Muzadi yang juga Sekjen ICIS tersebut tidak dapat menghadiri pertemuan tersebut karena sedang berada di Makkah untuk umrah dan ke Jeddah untuk bertemu dengan sekjen Liga Muslim Dunia Dr. Abdullah Atturki untuk menindak lanjuti kerjasama pasca ICIS II. Beberapa sektor yang akan dilakukan adalah pendidikan, ekonomi, dakwah yang berorientasi untuk menemukan solusi terhadap permasalahan ummat. (mkf)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Doa, Khutbah, Daerah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 15 November 2012

Do’a Iftitah Membuka Pintu Langit

Do’a iftitah merupakan do’a yang dibaca pada waktu shalat tepat setelah takbiratul ihram. Doa itu merupakan ketetapan dari Rasulillah saw. Do’a iftitah berisikan ungakapan pujian atas kebesaran-Nya. Juga berisikan pengakuan kelemahan dan kelengahan insan hingga memerlukan perlindungan dan pengampuanan dari-Nya. Permohonan petunjuk agar diberikan akhlaq yang mulia dan dihindarkan dari berbagai akhlaq yang buruk, demikian keterangan yang terdapat dalam Ibanatul Ahkam.

Ibnu Umar radhiallahu anhu berkata bahwa pada suatu waktu kami shalat bersama Nabi Muhammad saw, tiba-tiba ada seorang jama’ah bersuara “? ? ? ? ? ? ? ? ? ?” lantas Rasulullah saw bertanya “siapa yang mengatakan kalimat tadi?” orang yang bersuara tadi menjawa “saya Ya Rasul..!” Kemudian Rasulullah berkata “saya heran dengan kalimat itu, karena kalimat itu mampu membuka pintu-pintu langit”. Lalu Ibnu Umar berkata semenjak mendengar pernyataan Rasulullah itu (tentang do’a iftitah) aku tidak pernah meninggalkan bacaan kalimat tersebut.

Adapun bacaan dan terjemahan dari do’a iftitah yang dibaca setelah takbiratul ihram (rakaat pertama) sebelum surat alfatihah adalah sebagai berikut. Untuk mempermudah pemahaman ditulis secara terpisah:

Do’a Iftitah Membuka Pintu Langit (Sumber Gambar : Nu Online)
Do’a Iftitah Membuka Pintu Langit (Sumber Gambar : Nu Online)

Do’a Iftitah Membuka Pintu Langit

? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(Allahu akbar, kabirau walhamdu? lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila)

Allah Maha Besar lagi sempurna kebesaran-Nya, segala puji bagi Allah dengan sebanyak-banyak pujian. Dan Maha Suci Allah sepanjang pagi dan sore.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?.

(inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin)

Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah.

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

(inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim. (red. Uil H) ?

? ? ? ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 31 Oktober 2012

10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik

Surabaya, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Satuan Koordinasi Wilayah Barisan Ansor Serbaguna Jawa Timur secara resmi membuka Posko Mudik Terpadu Banser Jatim 2016. Program ini dimaksudkan untuk membantu peran kepolisian dalam memantau dan mengawasi arus mudik dan balik sejak H-7 hingga H+7 Idul Fitri.

Selain membantu mengurangi tindak kriminal di jalan raya, posko ini juga berfungsi sebagai tempat peristirahatan bagi para pemudik. Posko Mudik Terpadu Banser Jawa Timur dibuat 2 sampai 3 titik di seluruh cabang. Secara keseluruhan berjumlah 125 titik di seluruh cabang di Jawa timur dengan kekuatan personil kurang lebih 10 ribu anggota Banser.

10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)
10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik (Sumber Gambar : Nu Online)

10 Ribu Personel Banser Jatim Layani Pemudik di 125 Titik

Sebelumnya, Kasatkorwil Banser Jawa Timur dr. H. Umar Usman menjelaskan bahwa keberadaan posko mudik ini membantu kepolisian dalam membantu mengurai kemacetan juga meningkatkan keselamatan saat arus mudik dan balik Idul Fitri.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia juga menegaskan, selain membagikan takjil gratis, posko juga menyediakan fasilitas peristirahatan dan tempat shalat yang dilengkapi dengan tempat? wudhu, toilet, dan perlengkapan shalat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Posko terpadu ini buka selama 24 jam dengan bergantian personel setiap 12 jam sekali untuk mengoptimalkan pengawasan dan pemantauan agar dapat meminimalkan angka kecelakaan yang pada tahun lalu mencapai? kurang lebih 700 jiwa meninggal dalam kasus kecelakaan saat arus mudik dan balik,” ujar Umar. (Abdul Basyit/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Internasional, Olahraga, Nahdlatul Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 18 Oktober 2012

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kabar meninggalnya Menteri Agama RI periode 2004-2009 KH M. Maftuh Basyuni viral di media sosial. Kabar ini merupakan duka mendalam bagi bangsa Indonesia yang telah kehilangan tokoh berintegritas.?

Dikabarkan, pria berusia 77 tahun wafat pada hari Selasa (20/9). Almarhum meninggal di RS Gatot Subroto setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit tersebut. Sebelumnya, almarhum Maftuh sempat dirawat di salah satu rumah sakit di Malaysia. Di rumah sakit tersebut Maftuh sempat menjalani penyinaran untuk penyakit kankernya di sekitar paru-paru.

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)
Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun (Sumber Gambar : Nu Online)

Maftuh Basyuni Wafat dalam Usia 77 Tahun

Muhammad Maftuh Basyuni, (lahir di Rembang, Jawa Tengah, 4 November 1939) adalah Menteri Agama pada Kabinet Indonesia Bersatu pimpinan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Saat ini, jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Pengadegan Jakarta Selatan. Sejumlah tokoh tampak hadir di rumah duka, di antaranya Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini, Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, Kepala Staf Kepresidenan Teten Masduki, Sekjen Kemenag Nur Syam, mantan Wakil Menteri Agama Nasaruddin Umar, mantan Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat, dan sejumah tokoh lainnya.

Salah satu Ketua PBNU KH Hasib Wahab yang turut bertakziah sempat mengimami shalat jenazah. Menurut rencana, almarhum akan dikebumikan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, setelah sebelumnya di shalatkan di Masjid At-Tin, Taman Mini Indonesia Indah. (Red: Fathoni)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Halaqoh Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 12 Oktober 2012

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah

Purwokerto, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Film Sang Kiai yang menceritakan perjuangan pendiri NU KH Hasyim Asy’ari menjadi pelurusan atas penulisan sejarah yang diduga mencoba menghilangkan peran para ulama dalam mengusir penjajah dari bumi Nusantara.

Hal itu dikatakan oleh para penonton Rajawali Theatre Purwokerto usai menyaksikan pemutaran film Sang Kiai baru-baru ini.?

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)
Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah (Sumber Gambar : Nu Online)

Film Sang Kiai Pelurusan Sejarah

Menurut salah seorang penonton H Musadad Bikri Nur setidaknya dengan menyaksikan film Sang Kiai terkuak bahwa banyak santri yang terjun ke medan perang bersama para kiai.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Nah tidak dimengerti mengapa KH Hasyim Asy’ari diangkat menjadi pahlawan namun dalam cerita sejarah sama sekali tidak pernah disinggung soal perjuangannya. Apa ini ada kesengajaan untuk membelokkan sejarah,” kata dia.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Mantan anggota DPRD Banyumas asal PKB ini mengatakan jika film Sang Kiai menjadi salah satu media untuk belajar sejarah. Salah satunya dari film Sang Kiai itu menjadi tahu siapa yang membunuh Jendral Mallaby ternyata santri Tebuireng.

“Dalam sejarah kan hanya disebutkan jendral Mallaby tewas oleh arek-arek Surabaya tetapi tidak pernah menyebutkan peran santri pada saat itu jadi ini seperti sudah diluruskan,” ujar dia.

Hal yang sama dikatakan oleh Kholid Masykur asal Cilacap yang mengatakan jika melihat dari perannya ternyata KH Hasyim Asy’ari lebih besar dari peran Bung Tomo namun dalam sejarah tidak pernah terungkap.

“Ini yang membuat mengapa film Sang Kiai perlu ditonton oleh generasi NU maupun anak bangsa agar sejarah tidak bisa dibelok-belokan lagi,” tandas dia.

Sementara itu Bambang Eko Suratmoko dan Sidi Mawardi yang menjadi pemprakarsa nonton bareng film Sang Kiai mengatakan ada semangat untuk menjadikan film Sang Kiai menjadi spirit perjuangan anak-anak muda sekarang ini.

“Sejak dulu itu anak muda ada yang berjuang dan ada juga yang suka hura-hura, nah potret anak-anak muda di pesantren bisa menjadi spirit seperti anak-anak muda dulu yang terjun ke medan perang untuk membela tanah airnya,” kata Sidi Mawardi.

Redaktur ? ? : Mukafi Niam

Kontributor: Daryanto ? ? ?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 11 Oktober 2012

GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras

Boyolali,Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor NU Jawa Tengah memotong hewan kurban untuk meringankan beban penderitaan korban bencana Gunung Merapi. Daging kurban sapi dan kambing itu langsung disalurkan ke pengungsi di wilayah Merapi.



GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)
GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras (Sumber Gambar : Nu Online)

GP Ansor Jateng Bantu 2 Sapi, 17 Kambing dan 2 Ton Beras

“Alhamdulillah, kami bisa kurban 2 ekor sapi dan 17 kambing,” kata Ketua PW GP Ansor Jateng Jabir Al Faruqi di sela-sela pemberian bantuan di desa Jrakah, Kecamatan Selo Kabupaten Boyolali, Jumat (19/11).

Selain kurban sapi, lanjut Jabir, pihaknya juga memberikan bantuan 2 ton beras, 200 dus mie instan, dan 1000 paket logistik bagi keluarga korban Merapi. Perpaket logistik terdiri dari 2,5 Kg Beras, 2 buah Mie Instans, 1 ons ikan asin, ½ kg minyak goreng dan 1 dus susu bubuk.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Selain di Kabupaten Boyolali, penyembelihan hewan kurban dan pemberian bantuan juga untuk Kabupaten Klaten dan Magelang,” ujar Jabir.

Usai penyembelihan hewan Kurban PW GP Ansor menggelar istighostah dan pengajian umum di Desa Jrakah, Selo, Boyolali yang dipimpin oleh KH Agus Mudrik Khaelani Al Hafidz. Istighosah ini sebagai upaya permohonan pengampunan dan keselamatan dari segala bencana.

Menurut Jabir, dalam musibah Merapi ini meminta kepada seluruh anggota Ansor khususnya untuk terus membantu korban Merapi. Pasalnya penderitaan mereka masih panjang. Kalaupun harus pulang dari pengungsian, para korban Merapi masih harus memulihkan kondisi tempat tinggalnya minimal 6 bulan lagi untuk bisa mandiri.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Kita perlu mengantisipasi dan memberi motivasi terus agar sahabat-sahabat kita yang di Boyolali, Magelang, dan Klaten kembali bisa pulih dan mandiri,” tandasnya.

Terkait rusaknya lahan pertanian di tiga daerah tersebut, Jabir meminta kepada Pemerintah untuk membantu merehabilitasi pertanian. Pemerintah katanya, wajib menghidupkan kembali lahan pertanian, penyediaan bibit tanaman hingga penyediaan pupuk. “Sebab, masyarakat korban merapi sudah tidak berdaya lagi untuk bangkit, sehingga pemerintah wajib menyediakan kebutuhan petani tersebut,” tutur Jabir lagi. (was)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ahlussunnah, Syariah Pimpinan Pusat Muhammadiyah