Kamis, 28 Maret 2013

6000 Santri di Jombang Serentak Ikuti Kirab Akbar Hari Santri

Jombang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah?

Kirab hari santri menjadi salah satu kegiatan peringatan hari santri nasional (HSN) di Jombang, Jawa Timur yang akan digelar pada 22 Oktober 2016 mendatang. Kegiatan tersebut setidaknya akan diikuti oleh 6000 santri dari sejumlah pondok pesantren di kota santri ini.?

"Sebelum melakukan kirab, para santri akan mengikuti upacara terlebih dahulu pada pukul 07.00 di alun-alun Jombang. Selain perwakilan pesantren-pesantren yang ada di Jombang, angka enam ribu itu termasuk peserta dari anggota badan-badan NU," ujar Muslimin Abdilla, Koordinator acara peringatan HSN, Kamis (22/9).?

6000 Santri di Jombang Serentak Ikuti Kirab Akbar Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)
6000 Santri di Jombang Serentak Ikuti Kirab Akbar Hari Santri (Sumber Gambar : Nu Online)

6000 Santri di Jombang Serentak Ikuti Kirab Akbar Hari Santri

Dikatakan Sekretaris PCNU Jombang itu, ribuan santri akan berkumpul di alun-alun kemudian diarahkan ke timur menuju Jalan KH Wahid Hasyim. "Di pertigaan selatan kantor Kejaksaan Negeri, peserta kirab diarahkan menuju utara. Sampai di Ringin Contong, kirab berbelok ke timur menuju stadiun Merdeka," jelasnya.

Selain upacara dan kirab, lanjut Muslimin, pada peringatan HSN tahun ini PCNU juga menggelar Lailatus Shalawat. Acara yang diisi dengan hadrah ISHARI (Ikatan Seni Hadrah Republik Indonesia) itu akan digelar Kamis (20/10) malam di Masjid Jamik Baitul Mukminin Jombang.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sebelumnya, atau Kamis sore, di alun-alum depan masjid itu akan digelar pengobatan gratis dan donor darah. "Untuk pengobatan gratis ini kita bekerja sama dengan Rumah Sakit NU. Sementara untuk donor darah, kita pastikan PMI Jombang sudah siap untuk even itu," pungkas Muslimin.

Peringatan HSN tahun ini merupakan tahun kedua sejak ditetapkannya tanggal 22 Oktober menjadi Hari Santri Nasional. Hari kebanggaan kaum santri ini ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Keppres yang ditandatangani oleh Presiden Jokowi pada hari Kamis tanggal 15 Oktober 2015 itu tidak menetapkan HSN tersebut sebagai hari santri. (Syamsul Arifin/Fathoni)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah RMI NU, Ahlussunnah, PonPes Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 23 Maret 2013

Pergunu Sampaikan Sejumlah Gagasan dalam Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia menyelenggarakan Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017. Kegiatan ini berlangsung mulai tanggal 25 - 27 Januari 2017, di Pusdiklat Kemendikbud, Sawangan, Depok, dan JIC Expo Kemayoran, Jakarta Pusat.?

Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu), salah satu organisasi profesi guru di bawah binaan Nahdlatul Ulama diberikan kesempatan hadir untuk menyampaikan gagasan dalam pengembangan pendidikan dan kebudayaan, khususnya terkait kebijakan yang menyangkut guru.?

Pergunu Sampaikan Sejumlah Gagasan dalam Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)
Pergunu Sampaikan Sejumlah Gagasan dalam Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017 (Sumber Gambar : Nu Online)

Pergunu Sampaikan Sejumlah Gagasan dalam Rembug Nasional Pendidikan dan Kebudayaan 2017

Perwakilan Pergunu, Aris Adi Leksono mengungkapkan, forum ini sangat strategis bagi pemerintah untuk ? menyerap aspirasi langsung terkait pengembangan pendidikan dan kebudayaan nasional. Lebih penting lagi, kata Aris, melalui forum ini pemerintah dapat memperbaharui perkembangan terkini di lapangan terkait masalah pendidikan dan kebudayaan, sehingga dapat dijadikan program prioritas untuk perbaikan ke depan.

Pergunu telah menyiapkan sejumlah gagasan berdasarkan fakta, kajian, dan perkembangan terkini, terutama menyangkut persoalan guru. Pertama, sebagaimana spirit pelayanan pendidikan untuk semua, merata, dan berkedilan, maka perlakuan terhadap guru juga harus sama, non dikotomik antara guru di bawah binaan Kementerian Agama dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Dalam hal ini, perlu sinergi antara kedua Kementerian tersebut, selanjutnya pengembangan sinergi kepada daerah.?

“Jadi bukan sekedar sinergi pusat dan daerah, tapi juga pusat dan pusat dulu baru daerah. Sehingga ke depan tidak ada lagi perlakukan yang diberbeda ke guru antara satu daerah dan lainnya,” terang Aris

Kedua, lanjut Aris, jika guru adalah unsur penting dalam penyelenggaraan pendidikan, maka memperhatikan kompetensi dan kesejahteraan guru adalah kebutuhan mutlak. Persoalan kebijakan guru honorer dan guru K2 harus dicarikan jalan keluar yang baik, sehingga tidak berlarut-larut.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kondisi tersebut, kata Aris akan mengganggu etos kerja guru, serta rentan dijadikan praktik suap, pungli, bahkan menjadi komoditas politik. Misalnya ketika momen pilpres atau pilkada, menjadi dagangan politik untuk meraih simpatik dengan janji mengangkat sebagai Aparat Sipil Negara (ASN). Dalam kontek ini, Pergunu mengusulkan agar guru honorer ? dijadikan pegawai tidak tetap pemerintah daerah. Tentunya mereka akan mendapatkan kesejahteraan sebagaimana UMR atau UMP yang berlaku, serta tunjangan profesi lainnya, tanpa jaminan pensiun atau sejenisnya.

Ketiga, sehubungan dengan masih banyak dijumpai guru yang mendapatkan kesejahteraan dibawah kebutuhan dasar hidup layak, Pergunu mengusulkan pemerintah membuat peraturan standar kesejahteraan guru honorer dibawah yayasan. Sehingga yayasan tidak semena-mena memberlakukan guru. Sebagai salah satu pertimbangan menentukan great standar kesejahteraan guru adalah hasil akreditasi institusi.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kelima, Pergunu mengusulkan gerakan "Pasrah Guru", dalam kontek memberikan perlindungan kepada guru saat proses belajar. Subtansinya adalah semacam kontrak mendidik antara orang tua dan guru. Sejauh mana perlakuan ? pendidikan yang diberikan kepada anak, serta sejauh mana orang tua mendukung proses pendidikan anak, baik secara moril maupun materiel, secara fisik maupun mental. Totalitas pasrah orang tua kepada guru ini salah satu faktor keberhasilan dalam belajar. Sehingga diantara mereka bisa saling menghargai dan berperan sesuai kedudukan masing-masing. Orang tua dan guru bisa memahami kedudukan Undang-undang kekerasan anak pada proses belajar sesuai porsi masing-masing.

Keenam, dalam aspek peningkatan kompetensi guru, Pergunu mengusulkan agar pemerintah membuka akses seluas-luasnya beasiswa studi S1, S2, dan S3 bagi guru, tanpa dikotomi NUPTK dan NIDN. Selanjutnya, membuka peluang riset strategis bagi guru tanpa batasan jenjang akademik, tetapi lebih mperhitungkan nilai guna dari hasil penelitian.?

Kegiatan dibuka secara resmi Presiden RI, Jokowi bersamaan dengan penyerahan Kartu Indonesia Pintar (KIP) untuk 2000 lebih siswa/i se-Jabodetabek. Pemerintah menargetkan 19 juta lebih pada tahun 2017 anak Indonesia menerima KIP. ? Dalam amanatnya, Presiden menagaskan penting pendidikan karakter sebagai salah satu langkah aplikatif revolusi mental. Serta pentingnya pendidikan nilai berbasis kearifan lokal, nilai kebudayaan, dan berorientasi pada kecakapan hidup secara lokal, nasional, maupun global.?

Hadir sebagai pembicara kunci dalam kegiatan tersebut, Menko Pembangunan Sumber Daya Manusia, Puan Maharani, Menteri Pariwisata, Arief Yahya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhajir Effendi, Ahli Ekonomi dan Industri, Tsofyan Wanandi, sejumlah Guru Besar dari berbagai Universitas ternama di Indonesia. (Red-Zunus)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bahtsul Masail, Lomba, Cerita Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 20 Februari 2013

Guru-Guru NU, Kembalilah ke Pendidikan Pesantren

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Persatuan Guru Nahdlatul Ulama (Pergunu) menyerukan kepada para guru untuk menjadikan pesantren sebagai rujukan bagi semangat pendidikan karakter di sekolah. Pembinaan akhlaqul karimah (moral terpuji) yang selama ini ditekankan patut untuk terus dibangkitkan kembali.?

Guru-Guru NU, Kembalilah ke Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Guru-Guru NU, Kembalilah ke Pendidikan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Guru-Guru NU, Kembalilah ke Pendidikan Pesantren

Ketua Pimpinan Pusat Pergunu H Rudolf Chrysoekamto menjelaskan, prioritas pendidikan yang diterapkan para kiai NU dari dulu selalu bermuara pada akhlak. Namun, seiring perkembangan waktu teladan ini secara perlahan memudar di kalangan para guru.

“Nah Pergunu ingin mengingatkan kembali betapa pentingnya back to basic, kembali pada basis pesantren. Kaum Nahdliyin, ayo kembali ke situ,” ujarnya, Jumat (5/10) lewat sambungan telpon.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurut Rudolf, pergeseran itu disebabkan oleh banyak hal, misalnya, masalah kesejahteraan. Diakui, guru di Indonesia mayoritas masih terpinggirkan secara ekonomi. Dengan kesejahteraan yang minim, mereka menjadi kurang maksimal dalam menunaikan tugas sebagai guru.

Pergunu sepakat dengan orientasi pendidikan UNESCO yang menekankan pada transfer keahlian dan pengetahuan, penguasaan logika, pembangunan karakter, serta pembinaan daya tahan. Namun, urgensi pembangunan karakter tetap mengalahkan jenis pendidikan lain yang hanya mementingkan aspek kognitif dan fisik.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Sekarang yang mendesak adalah character development, karena kalau ini dikedepankan maka yang tiga tadi ikut nantinya,” imbuhnya.

Rudolf juga prihatin dengan aksi tawuran belakangan ini. Kasus ini menjadi indikator tentang kegagalan pendidikan karakter di Indonesia. “Tapi sejauh ini kalau kita lihat, nggak ada pelajar tauran itu yang berasal dari madrasah. Biasanya dari sekolah umum,” tuturnya.

Redaktur: Mukafi Niam

Penulis ? : Mahbib Khoiron

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah News, Doa, Sholawat Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 19 Februari 2013

PBNU Tetap Berharap Yenny –Muhaimin Islah

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. PBNU tetap berharap PKB bersatu atau islah untuk menata kembali politik kebangsaan ke depan. Meski hal itu membutuhkan waktu cukup lama dan tidak cukup satu periode, melainkan dua periode atau lebih. Bahwa visi dan misi PKB itu sama dengan perjuangan NU. Yaitu melawan kedzaliman, ketidakadilan, kebodohan, kemiskinan dan ketertindasan.

Demikian disampaikan Sekjen PBNU Iqbal Sullam dalam sarasehan Pra Muktamar III PKB Gus Dur pada Kamis (16/12) di Kantor DPP PKB Kalibata Jakarta bersama Wakil Ketua DPD RI Laode Ida, Ray Rangkuti (Lima), Sahar L Hasan (Sekjen DPP PBB), Moeslim Abdurrahman (Dewan Syuro PKB Gus Dur), KH. Hamdun Ahmad (Ketua Dewan Syuro PKB Gus Dur), dan dipandu oleh Adhie Massardi.

PBNU Tetap Berharap Yenny –Muhaimin Islah (Sumber Gambar : Nu Online)
PBNU Tetap Berharap Yenny –Muhaimin Islah (Sumber Gambar : Nu Online)

PBNU Tetap Berharap Yenny –Muhaimin Islah

Sabtu, 09 Februari 2013

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Boyolali, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pada malam ketiga pelaksanaan Kongres XVIII IPNU dan Kongres XVII IPPNU, Ahad (6/12)? malam, para peserta? telah memasuki? agenda persidangan komisi. Peserta dibagi menjadi empat komisi yakni komisi A (Peraturan Dasar/Peraturan Rumah Tangga), komisi B (Garis-gairs Besar Perjuangan Pengembangan) , Komisi C (Prinsip Perjuangan) dan Komisi D (Rekomendasi).

Dari keempat komisi tersebut, persidangan yang paling menghabiskan pikiran ada di komisi A yang membahas rancangan PD/PRT.? Peserta saling interupsi dan beradu argumentasi? mempertahankan gagasan-usulannya. Saking alotnya pembahasan, sidang komisi ini berakhir hingga Senin dini hari tadi.

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)
Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang (Sumber Gambar : Nu Online)

Kongres IPNU-IPPNU: Di Dalam Tegang, Di Luar Senang

Bila suasana di dalam ruangan terlihat tegang, tidak demikian di luar ruangan.? Seperti Ahad? malam itu, para pelajar yang turut memeriahkan kongres asyik menikmati penampilan musik beraroma anak muda di panggung apresiasi. Malam itu, grup musik IPNU Band (Purworejo) tampil menghibur dengan musik-musik yang sesuai selera peserta kongres. Ia juga bisa mengiringi peserta yang ingin bernyanyi sesuai lagu yang dibawakan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

?

"Mari kita luapkan kegembiraan di arena kongres malam ini.? Yang di dalam tegang, yang di luar kita senang-senang," ucap salah seorang host panggung Ahad malam.

?

Panggung apresiasi yang disediakan panitia ternyata mampu mencairkan suasana kongres. Saat sidang lagi diskors, para peserta pun larut bergabung di panggung sambil bernyanyi seakan ingin menghilangkan kepenatan.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Panitia daerah Ahmad Noufa Khairul Faizin mengatakan panggung apresiasi sengaja disiapkan guna memberi ruang berekpresi bagi kader-kader IPNU-IPPNU. Mereka bisa menampilkan kreativitas bersama musik host yang ditampilkan.

?

"Selama kongres kami menampilkan hiburan musik di sini. Mulai sore hingga malam 1-3? grup musik? menghibur teman-teman peserta kongres di panggung apresiasi," ujarnya pada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

?

Peserta asal Pati Maksum mengaku senang atas penampilan IPNU Band yang menghibur . Terlebih lagi, banyak kader-kader IPNU-IPPNU dari seluruh Indonesia yang kreatif bernyanyi di atas panggung.

?

"Salut deh ama panitia, kita tidak hanya terbebani pembahasan-pembahasan materi sidang, tetapi juga bisa terhibur," katanya singkat. (Qomarul Adib/Mahbib)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Anti Hoax Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 07 Februari 2013

Hukum Patungan Kurban Sapi

Idul Adha identik dengan kurban. Ia sekaligus menjadi ajang berbagi sesama. Pada hari itu, semua muslim di manapun merasakan nikmatnya makan daging kurban. Bagi orang kaya mungkin makan sesuatu yang lumrah, namun hal ini sangat istimewa bagi orang yang tidak mampu. Bahkan, bisa jadi mereka hanya sekali dalam setahun makan daging.

Karena itu, sangat dianjurkan berkurban bagi orang mampu. Ibnu Rusyd dalam Bidayatul Mujtahid menyebutkan, ulama berbeda pendapat mengenai hukum berkurban. Ulama madzhab Syafi’i dan Maliki menghukuminya sunah muakkadah. Sementara madzhab Hanafi mewajibkan kurban bagi orang mampu serta menetap, dan tidak wajib bagi musafir.

Hukum Patungan Kurban Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)
Hukum Patungan Kurban Sapi (Sumber Gambar : Nu Online)

Hukum Patungan Kurban Sapi

Kendati berbeda pendapat, yang terpenting mayoritas ulama sangat menganjurkan berkurban. Sebab di samping pelakunya mendapatkan pahala, kurban juga memiliki implikasi sosial. Karenanya, hampir di seluruh daerah di Indonesia, pengurus masjid atau yayasan keagamaan berusaha semaksimal mungkin mencari para donator yang ingin berkurban.

Dalam rangka meraih banyak donatur, panitia kurban juga mempermudah jalannya. Berkurban tidak harus sendiri, tetapi juga boleh patungan. Terutama untuk kurban sapi, kebanyakan masyarakat tidak mampu membelinya sendiri. Mereka biasanya patungan beberapa orang untuk membelinya. Apakah patungan kurban sapi ini diperbolehkan?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ibnu Qudamah dalam Al-Mughni mengatakan, mayoritas ulama memperbolehkan patungan kurban. Syaratnya, hewan yang dikurbankan adalah sapi dan jumlah maksimal orang yang patungan ialah tujuh orang. Berdasarkan persyaratan ini, patungan untuk kurban kambing tidak diperbolehkan dan lebih dari tujuh orang untuk kurban sapi juga tidak dibolehkan. Ibnu Qudamah menuliskan:

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kurban satu ekor unta ataupun sapi atas nama tujuh orang diperbolehkan oleh mayoritas ulama.”

Sebagaimana dikutip Ibnu Qudamah, menurut Ahmad bin Hanbal, hanya Ibnu umar yang tidak membolehkannya. Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Kebanyakan ulama yang aku ketahui membolehkan patungan kurban kecuali Ibnu Umar.”

Pendapat Ibnu Qudamah di atas tidak jauh berbeda dengan An-Nawawi. Dalam pandangannya, patungan kurban sapi atau unta sebanyak tujuh orang dibolehkan, baik yang patungan itu bagian dari kelurganya maupun orang lain. An-Nawawi dalam Al-Majmu’ mengatakan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Dibolehkan patungan sebanyak tujuh orang untuk kurban unta atau sapi, baik keseluruhannya bagian dari keluarga maupun orang lain.”

Kebolehan patungan kurban ini memiliki landasan kuat dalam hadits Nabi SAW. Sebagaimana yang tercatat dalam Al-Mustadrak karya Al-Hakim, Ibnu Abbas mengisahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kami pernah berpergian bersama Rasulullah SAW, kebetulan di tengah perjalanan hari raya Idul Adha (yaumun nahr) datang. Akhirnya, kami patungan membeli sapi sebanyak tujuh orang untuk dikurbankan,” (HR Al-Hakim).

Jabir bin ‘Abdullah juga pernah mengisahkan:

? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ? ?

Artinya, “Kami pernah ikut haji tamattu’ (mendahulukan ‘umrah daripada haji) bersama Rasulullah SAW, lalu kami menyembelih sapi dari hasil patungan sebanyak tujuh orang.” (HR Muslim).

Dari beberapa pendapat di atas, serta didukung oleh hadits Nabi SAW, dapat disimpulkan bahwa patungan untuk membeli sapi yang akan dikurbankan diperbolehkan dengan syarat pesertanya tidak lebih dari tujuh orang. Hal ini dikhususkan untuk sapi dan unta saja, sementara kambing ataupun domba hanya boleh untuk satu orang, tidak boleh patungan bila niatnya untuk kurban. Wallahu a’lam. (Hengki Ferdiansyah)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Humor Islam, Daerah, Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 05 Februari 2013

Pagar Nusa Siapkan Aksi-aksi Spektakuler

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kemeriahan peringatan Harlah ke-82 NU yang dipusatkan di Gelora Bung Karno pada hari Ahad, 3 Februari 2008 akan didukung oleh sejumlah atraksi spektakuler yang akan ditampilkan Ikatan Pencak Silat Pagar Nusa, badan otonom NU yang bergelut di bidang olah kanuragan.

Panitia telah menyiapkan beberapa pertunjukan yang memperagakan kecakapan, kekuatan, bahkan kesaktian para pendekar Pagar Nusa.

Pagar Nusa Siapkan Aksi-aksi Spektakuler (Sumber Gambar : Nu Online)
Pagar Nusa Siapkan Aksi-aksi Spektakuler (Sumber Gambar : Nu Online)

Pagar Nusa Siapkan Aksi-aksi Spektakuler

Antraksi yang ditampilkan antara lain kemampuan untuk memutus rantai besar dan kokoh penghubung gerbong kereta api, pendekar yang bisa melayang di atas tanah, sampai dengan memanjat tembok dengan kemiringan 90 persen.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam pertunjukan ini, organisasi yang memayungi sejumlah perguruan pencak silat yang banyak tumbuh dan berkembang di pesantren itu tidak menampilkan aktraksi yang menampilkan nuansa kekerasan, misalnya tidak mempan dibacok, menaiki tangga dari pedang dan lainnya.

"Ini merupakan pesan khusus dari Ketua Umum PBNU KH Hasyim Muzadi," kata Sekretaris Panitia Harlah ke-82 NU H Anas Thahir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selain atraksi, ratusan pendekar Pagar Nusa akan menampilkan jurus-jurus silat andalan mereka, baik yang lama maupun pengembangan dari jurus-jurus yang yang telah ada. (mkf)Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Sejarah Pimpinan Pusat Muhammadiyah