Selasa, 29 Juli 2014

Musker Jatman Sidoarjo Usung "Islam Rahmatan lil alamin"

Sidoarjo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Jam’iyyah Ahlit Thariqah al-Mu’tabarah an-Nahdliyah (Jatman) Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, mengadakan Musyawarah Kerja (Musker) ke-1 Idarah Su’biyyah, Sabtu (7/9), Kedungcangkring, Jabon, Sidoarjo.

Dalam Musker ini panitia mengusung tema “Dengan Musyawarah Kerja Kita Tingkatkan Kualitas Dzikir  dan Pengabdian Diri untuk Menyebarkan  Islam Yang Rahmatan lil ‘Alamin dalam Ridla Illahi”.

Musker Jatman Sidoarjo Usung Islam Rahmatan lil alamin (Sumber Gambar : Nu Online)
Musker Jatman Sidoarjo Usung Islam Rahmatan lil alamin (Sumber Gambar : Nu Online)

Musker Jatman Sidoarjo Usung "Islam Rahmatan lil alamin"

Rais Majelis Ifta` Jatman Sidoarjo KH Sholeh Qosim mengatakan, kegiatan ini merupakan bentuk pelaksanaan amanat musyawarah daerah I sebagai wujud kecintaan dan pengabdian kepada lembaga.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Juga untuk menggali dan meneladani semangat perjuangan para mu’asyis (pendiri) tarekat dalam memberikan kemanfaatan kepada manusia,” katanya sebagai rilis yang diterima Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Dalam musker pertama ini, forum membahas rancangan program Jatman yang tersebar dalam sejumlah lembaga, seperti Majelis Ifta’, ifadliyyah, Imdlaiyyah, Imdadiyyah; dalam Imdadiyyah dibagi menjadi 4 bagian, yaitu Lajnah Bahtsul Masa-il, Lajnah Manajemen dan Pengembangan Sumber Daya Manusia, Lajnah Iqtisadiyah, Muslimat Thariqoh Mmu’tabarah, Lajnah Mahasiswa Ahliththoriqoh Mu’tabaroh an-Nahdliyah (Matan). 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

RaisI daroh Syu`biyah Sidoarjo KH Nadhir Syafi`i mengatakan, musker ini sangat penting untuk menjalankan program jam`iyah, menyamakan persepsi antar masyayih dan mursyid tarekat di lingkungan NU, serta menjalin silaturrahim. (Mahbib Khoiron)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Santri, Berita Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 26 Juli 2014

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University

Malang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Brawijaya (UB) Malang, Jawa Timur atas nama Dinda Asri berhasil menjadi juara pertama pada kompetisi Harvard National Model United Nations yang ke-63 di Boston, Amerika Serikat.

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University (Sumber Gambar : Nu Online)
Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University (Sumber Gambar : Nu Online)

Kader PMII Sabet Juara Pertama di Harvard University

Kompetisi yang diselenggarakan tanggal 16-19 Februari 2017 tersebut diikuti ratusan delegasi universitas dari berbagai negara. Pada kompetisi itu, Dinda membawakan “Social Venture Callenges on Resolution Project” atau “Proyek Teknologi Terbarukan berupa Dental Magix Box (Dentmox)”.

“Project itu lebih ditujukan kepada bidang medis untuk para dokter gigi,” kata Dinda kepada PMII Jabar online melalui pesan Watsapp-nya. Senin (20/2).

Keresahannya akan kondisi kesehatan di Indonesia yang masih timpang menjadi satu alasannya mengapa dirinya bersama kedua orang temannya maju dalam kompetisi tersebut.

“Di daerah-daerah pelosok masih sangat banyak yang belum terjamah oleh adanya fasilitas dokter gigi ini yang dikarenakan beberapa faktor,” ujar gadis yang murah senyum ini.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam kompetisi tersebut, Dinda bersama tim membawa prototype yang dipertunjukkan di depan dewan juri.

“Kami membuat prototype ini karena proses pembuatan alat projectnya memang memakan waktu dan biaya yg tidak sedikit. Jadi, untuk menuju hasil akhir, masih ada beberapa hasil uji laborartorimu dulu untuk memastikan alatnya berfungsi atau tidak,” jelas mahasiswi berusia 23 tahun itu.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Manfaat dari alat medis tersebut, kata Dinda, tidak selalu harus bersentuhan langsung dengan objeknya, tapi dapat melalui berbagai media, salah satunya penciptaan teknologi yang memudahkan profesi dokter gigi.

“Jadi, target utama kita ke depan dengan alat ini bisa menjangkau daerah rural dan terpencil sehingga pelayanan kepada masyarakat bisa dimaksimalkan,” katanya.

Kompetisi tersebut sudah menjadi ajang tahunan di Harvard University, sementara Universitas Brawijaya selama ini sudah tercatat sudah empat kali mengisi kompetisi tersebut dan baru kali ini menjadi juara. (Jefry Sam/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Hikmah, Makam Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 25 Juli 2014

Pelajar NU Purworejo dan Wonosobo Adakan Kerja Sama "Bilateral"

Purworejo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah

PC IPNU-IPPNU Kabupaten Purworejo dan PC IPNU-IPPNU Wonosobo menandatangani kerjasama bilateral. Kerjasama antara kedua pengurus cabang (PC) di Korda Kedu tersebut dikhususkan dalam program kaderisasi baik formal, informal, maupun nonformal.?

Pelajar NU Purworejo dan Wonosobo Adakan Kerja Sama Bilateral (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Purworejo dan Wonosobo Adakan Kerja Sama Bilateral (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Purworejo dan Wonosobo Adakan Kerja Sama "Bilateral"

Penandatanganan MoU tersebut dilakukan di kantor PCNU Wonosobo, Ahad, 14/2/2016. Ketua PC IPNU-IPPNU Wonosobo Triyono dan Nur Isti Faizah menandatangani langsung kerjasama tersebut. Di pihak Purworejo, juga ditandatangani langsung oleh Ketua PC IPNU-IPPNU Purworejo Muhammad Hidayatullah dan Rani Pranita.?

"Harapan dari adanya MoU ini adalah kedua PC bisa saling belajar satu sama lain terutama dalam bidang Kaderisasi dan juga dalam bidang Media," ungkap Triyono, usai penandatanganan. Kedepan, kedua cabang ini akan saling mengirim kadernya untuk mengikuti kegiatan kaderisasi yang diselenggarakan.?

"Kita perlu banyak saling belajar, agar progres dan semangat mengembangkan IPNU-IPPNU semakin terpacu," ungkap Rani.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, bersamaan dengan MoU ini selain diadakan kegiatan Rapat Kerja Cabang II IPNU-IPPNU Wonosobo, sebelumnya juga digelar sarasehan dengan menghadirkan mantan Ketua PC IPNU Wonosobo Muzan mengisi Sejarah ke-NU-an lokal dan Wakil Ketua PW IPNU Jawa Tengah Ahmad Naufa Khoirul Faizun yang mengisi materi Analisis Sosial dan Strategi Gerakan.

Dalam kesempatan itu, usai materi, 30 peserta disebar ke berbagai tempat di kota Wonosobo untuk mengidentivikasi masalah sosial yang ada di wonosobo. Problem pasar modern dan tradisional, panasnya kota karena minimnya penghijauan serta fenomena valentine menjadi topik hangat yang didiskusikan peserta. (Khabib Khamidi/Fathoni)

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ulama Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 24 Juli 2014

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela

Di mata sastrawan yang dikenal kritikus film dan fotografer, Seno Gumira Ajidarma, NU saat ini harus berperan dengan menggunakan media baru, didukung dengan teknologi, agar hasilnya maksimal. NU harus bergerak secara anggun dan pendekatan intelektual. Peran NU semacam itu ditunggu banyak orang. ?

Jika NU tidak melakukan hal semacam itu, menurut dia, dikhawatirkan Islam yang oleh sebagian kalangan diimagekan sebagai “keras” akan menjadi kebenaran umum. NU harus membersihkan image tersebut.?

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela (Sumber Gambar : Nu Online)
Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela (Sumber Gambar : Nu Online)

Sastrawan: Kita Tunggu Islam Cerdas dan Pembela

Seno Gumira Ajidarma mengungkap usulan-usulan untuk NU saat ini selepas menjadi narasumber ngaji film dan sejarah dalam rangka peringatan harlah ke-91 NU yang berlangsung di gedung PBNU, Jakarta, Senin (30/1).?

Ia mennyampaikan usulan tersebut kepada Abdullah Alawi dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah sembari menuruni tangga dari lantai delapan sampai lantai dasar. Berikut petikannya:?

Bisa cerita, tahu dan mengenal NU sejak kapan?

Sejak lama.?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam konteks apa Anda mengenal NU?

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dalam konteks pembaca koran.

Melihatnya bagaimana?

Eksotik.

Maksudnya bagaimana?

Eksotik itu ya sesuatu yang tidak terlalu saya kenal, menarik, tampak indah; sampai sekarang saya juga tidak terlalu kenal. Artinya, saya hanya kenal mitosnya. Mitosnya apa ya, menarik, berwibawa, lama, lawasan gitu ya. Tapi itu omongan orang yang enggak kenal ya.?

Ada pengelaman bersentuhan dengan orang NU atau tokoh NU?

Kebetulan saya kenal Mbak Nur (Shinta Nuriyah Abdurrahman Wahid, red.). Itu kan teman saya wartawan, di sebelah meja saya. Tidak seperti bayangan saya. Modern, pinter. Kemudian kenal Gus Dur. Kemudian kenal anak-anaknya, Yenny segala. Ya beda, memang, tapi jangan-jangan mereka tidak bisa mewakili NU. Begitu lho.?

Lalu bagaimana mitos itu ketika dikaitkan dengan kenyataan?

Kadang-kadang mitos itu pudar, tapi bukankah realitas lebih baik dari mitosnya?





Bisa usul tentang peran-peran yang harus dijalankan NU saat ini?

Dia mesti mencegah, melawan, dan menjelaskan segala sesuatu yang sekarang ini membingungkan. Image Islam yang keras, saya kira bisa dibersihkan oleh NU.?





NU potensial untuk itu?

NU potensial, punya, asal menjadi policy (kebijakan). Jadi, dia harus bergerak dengan anggun.?





Maksudnya anggun bagaimana?

Bergerak dengan intelektual, wawasan, konstruktif, menjelaskan keislaman yang benar itu kayak apa. Begitu. Membuat orang tidak pesimis terhadap Islam. Tidak sinis. Kalau yang ngomong orang NU kan menjadi sah. Kenapa? Karena dia orang yang mengerti agama gitu lho. Dia harus bicara. Semua orang menunggu-nunggu, kenapa intelektual Islam diam saja. Kenapa organisasi Islam diam saja. Menunggu-menunggu. Konferensi pers juga bisa. Media baru kan bisa bicara. Dan saya enggak percaya orang tidak mengerti media baru. Itu hal yang mudah sekali.?

(Image Islam keras) Itu harus dilawan karena kalau tidak lawan. Berita bohong akan menjadi kebenaran. Itu saja. Kenapa kebohongan menjadi kebenaran karena tidak ada alternatif lain. Mau tanya siapa, mau membaca apa. Orang NU harus masuk kepada media baru. Makanya saya bilang tadi, NU didirikan kan untuk syiar Islam. Sekarang medianya sudah ada untuk menggandakan itu tidak tergantung satu juru bicara, tidak tergantung satu da’i-da’i berbakat. Capek kan kalau orang ngomong terus, klik, klik, klik werrr…kita tunggu, dan kita-kita menunggu-menunggu bahwa Islam sebagai wacana kecerdasan dan pembelaan terhadap yang lemah termasuk yang lemah pikirannya itu menjadi nyata. Kapan disuplai? Begitu saya kira.?





NU sudah melakukan hal yang dimaksud. Namun belum maksimal.

Makanya itu kalau bersekutu dengan para ahli media baru, pasti itu gampang. Diajak saja. Dan NU belajar sendiri saja bisa, asal ada policynya. Nah, policynya saya kilik-kilik nih, sudah waktunya, sebelum semua orang bertambah bodoh.?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 18 Juli 2014

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kementerian Agama melalui Ditjen Pendidikan Islam kembali memberikan penghargaan kepada para pionir, teladan, dan tokoh-tokoh yang peduli dan berdedikasi dalam pengembangan pendidikan Islam. Penghargaan ini disampaikan langsung oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin dalam ajang Apresiasi Pendidikan Islam (API) 2015 di Jakarta, Jumat (11/12) malam.

API 2015 merupakan penghargaan tertinggi yang diberikan Kementerian Agama kepada insan pendidikan Islam yang telah berprestasi, berdedikasi, dan peduli dengan pengembangan dan kemajuan pendidikan Islam di Indonesia. ?

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)
Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam (Sumber Gambar : Nu Online)

Kemenag Beri Penghargaan pada Pionir dan Teladan Pendidikan Islam

“Apresiasi ini diberikan kepada ? putera puteri bangsa dalam berbagai kategori, yang menunjukkan bahwa madrasah, sekolah, perguruan tinggi dan pesantren kita berhasil mengembangkan kognisi, afeksi dan psikomotoriknya serta karakter secara optimal,” kata Menag Lukman seperti dikutip dari laman kemenag.go.id.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Apresiasi ? Pendidikan Islam juga dianugerahkan kepada para kepala madrasah, pengawas, guru/ustad, dan dosen di mana mereka telah berkarya dan mengabdikan dirinya dengan penuh totalitas.?

“Juga ? dianugerahkan kepada Bupati dan Walikota ? yang telah memberikan atensi pada pengembangan Pendidikan Islam,” tegas Menag.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Dikatakan Menag , Pemerintah memberikan apresiasi ? pendidikan ini, sebagai ekspresi kesyukuran dan pengakuan, bahwa kita memiliki banyak putera-puteri terbaik bangsa yang peduli dan mewakafkan dirinya untuk pendidikan Islam, agar terus maju dan berkembang di seluruh pelosok tanah air.?

“Peristiwa ? saat ini merupakan momen ? istimewa bagi saya dan keluarga besar Kementerian Agama. Suatu kebanggaan bagi kita semua dapat berkumpul dengan para pionir dan inspirator pendidikan Islam dari seluruh Indonesia,” katanya.

Pendidikan Islam menurut Menag, sejak beberapa dekade terakhir semakin menampakkan identitas yang khas, modern, dan berdaya saing. Fenomena ini tidak sekedar sebagai respon terhadap dunia yang terus berubah, tetapi sekaligus sebagai refleksi kebangkitan dunia pendidikan Islam sebagai salah satu pilar terdepan peradapan bangsa.

“Kita tidak akan membiarkan bangsa yang besar ini kalah bersaing dengan bangsa –bangsa lain karena kelemahan sumber daya manusiannya. Kita semua menginginkan pendidikan islam tetap menjadi tuan rumah dinegeri sendiri,” ucapnya.

“Karena alasan itulah, maka pemerintah memperioritaskan pembangunan bidang pendidikan, Kementerian Agama bahkan telah mengalokasikan anggaran lebih dari 85 persen untuk pendidikan agama dan keagamaan,” tambahnya.

Tampak hadir dalam acara Apresiasi Pendidikan Islam, Sekjen Kementerian Agama Nur Syam, Dirjen Pendidikan Islam Kamarudin Amin, para pejabat eselon II baik pusat maupun daerah, serta ? para penerima penghargaan Apresiasi Pendidikan Islam. Red: Mukafi Niam

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah AlaNu, Berita, Amalan Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kamis, 17 Juli 2014

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Jepara, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Nahdlatul Ulama (NU) sebagai jamiyyah dengan jamaah terbesar di Indonesia menjadi keunggulan tersendiri bagi organisasi yang didirikan para kiai ini.

“Kita harus bangga di Indonesia masih ada PMII, NU dan pesantren,” kata Hanif Dhakiri, Sekkretaris Jendral Pengurus Besar Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA-PMII) dalam Pelantikan Pengurus Cabang IKA-PMII Jepara di Hotel d’Season Bandengan, Jepara, Jawa Tengah.

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)
Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren (Sumber Gambar : Nu Online)

Hanif Dhakiri: Bangga Masih Ada PMII, NU dan Pesantren

Dalam acara yang berlangsung Jumat (6/11) malam itu, Menteri Ketenagakerjaan RI ini berpandangan, lembaga yang bernaung di NU harus selalu siap berkompetisi dengan lembaga apa pun. Pesantren, misal Hanif, boleh mengelola SMA, SMP atau pun SMK tetapi ada yang tidak boleh ditinggalkan yakni tradisi salaf, nguri-nguri kitab kuning.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Siswa SMK yang bisa ngelas dan bisa baca kitab kuning ini kan luar biasa. Ini adalah nilai lebih kita menjaga khazanah budaya,” paparnya kepada ratusan hadirin.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sehingga khazanah budaya, lanjut dia, tetap dijaga. Lelaki 43 tahun itu menambahkan, NU merupakan satu-satu organisasi yang menjalankan “irasionalitas politik”. Saat Pilkada, para caleg NU lebih sering melakukan ziarah, sowan kiai minta restu, dan sebagainya.

Meski demikian ada juga yang menjadi DPR. Hal itu tidak lain merupakan bentuk upaya spiritual juga didukung ikhtiar lahiriyah. Dalam kesempatan itu hadir Ketua Umum PB IKA-PMII Ahmad Muqowam, Ketua IKA PMII Jawa Tengah Noor Ahmad, dan ratusan tamu undangan. (Syaiful Mustaqim/Mahbib)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Tokoh, Hikmah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 16 Juli 2014

NU Jateng Siap Bentuk Lembaga Penanggulangan Bencana

Semarang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Sejumlah perwakilan dari PCNU se-Jawa Tengah mengikuti pelatihan tanggap bencana yang diadakan Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU). Pelatihan ini dilaksanakan (2-4/1) di Aula Gedung PWNU, Jl Dr Cipto 180 Semarang.

“Peserta 90 orang dari PCNU se-Jateng, lembaga, dan Banom PWNU Jateng,” terang Wakil Sekretaris PWNU Jateng, M Puji Wibowo, saat dihubungi Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (2/1).

NU Jateng Siap Bentuk Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)
NU Jateng Siap Bentuk Lembaga Penanggulangan Bencana (Sumber Gambar : Nu Online)

NU Jateng Siap Bentuk Lembaga Penanggulangan Bencana

Puji menambahkan, nantinya dari kegiatan pelatihan akan dibentuk Lembaga Penanganan Bencana dan Perubahan Iklim (LPBPI).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Pembentukan lembaga ini merupakan hasil amanat dari Muktamar NU ke-32. Kebetulan di Jawa Tengah dan cabang, belum terbentuk lembaga ini,” ungkap dia.

Melalui lembaga ini, diharapkan para pengurus di daerah dapat memetakan wilayah rawan bencana. “Juga perlu untuk menyamakan visi serta langkah dalam tindakan tanggap bencana,” terangnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pihaknya juga berharap, lembaga tersebut dapat bersinergi dengan lembaga BPBD yang sudah ada di daerah Kabupaten/Kota. (Ajie Najmuddin/Abdullah Alawi)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah IMNU, Syariah, Pertandingan Pimpinan Pusat Muhammadiyah