“Para muassis menginginkan NU yang sakti seperti tongkat Nabi Musa. Filosofi tongkat menunjukkan aspek kepemimpinan,” papar Kiai Akhyar, Selasa (24/10) pada Halaqah Alim Ulama se-Wilayah 3 Cirebon, Ciamis, dan Banjar di Pondok Pesantren Mursyidul Falah.
| Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol (Sumber Gambar : Nu Online) |
Kiai Akhyar Ungkap Pentingnya Filosofi 3 Simbol
Rais Aam PBNU: Pengurus NU Ibarat SopirAspek kepemimpinan tersebut, lanjut Kiai Akhyar, meniscayakan NU sebenarnya tidak alergi terhadap politik, namun tentu saja politik yang santun, bermoral, dan menjunjung kemaslahatan umat.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Adapun simbol tasbih sebagai fondasi ruhaniyah dan religiusitas dalam ber-NU.Untuk menyambut 100 tahun NU, Kiai Akhyar mengusulkan perlunya tiga hal yaitu grand design, grand strategy, dan grand control dalam menjalankan roda organisasi.
Sementara itu, H Ali Anwar Yusuf dari PWNU Jawa Barat mengungkapkan menjadi pengurus NU merupakan khidmah atau pengabdian.
“(Pengabdian yang) dilandasi oleh tiga hal yaitu ilmu, keikhlasan dan kesungguhan,” kata H Yusuf.
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Sekretaris PCNU Kuningan KH Aang Asy’ari berharap, halaqah ini menjadi momentum menjadikan NU sebagai organisasi tangguh, memperkuat, mengembangkan pemikiran aswaja an-Nahdiyyah, dan menjaga eksistensi NKRI dan ideologi dari gerakan dan pemikiran-pemikiran yang merongrongnya. (Das/Kendi Setiawan)Dari Nu Online: nu.or.id
Pimpinan Pusat Muhammadiyah Cerita, Kajian Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar