Demikian diterangkan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Nahdlatul Ulama (Lakpesdam NU) Klaten, Syamsul Bakri dalam seminar bertajuk “Transformasi Islam dan Budaya” di kampus Institut Agama Islam Negeri Surakarta, Kartasura, Sukoharjo, Selasa (13/5) lalu.
| Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara (Sumber Gambar : Nu Online) |
Perkembangan Islam dalam Bentuk Kebudayaan Nusantara
Menurut Syamsul, bentuk-bentuk akulturasi Islam dengan kebudayaan Jawa mengambil bentuk tradisi Jawa seperti Sekaten, Grebeg Syawal, Grebeg Mulud, dan lain-lain. “Ini membuktikan Islam masuk di masyarakat Jawa, menggunakan pola adaptif dan kompromis,” ungkap Syamsul.Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Syamsul menambahkan, kala itu para Walisongo yang menjadi penyebar Islam di Nusantara menyelami kebudayaan masyarakat untuk melakukan dakwah. Misal dengan penggubahan dan pemberian nama-nama Islam dalam pewayangan, seperti Arjuna menjadi Janaka, Bima menjadi Werkudara, dan lain sebagainya.“Islam beradaptasi dengan kebudayaan Jawa, dan tidak berkonfrontasi,” terang dosen IAIN Surakarta itu. (Ajie Najmuddin/Alhafiz K)
Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Dari Nu Online: nu.or.idPimpinan Pusat Muhammadiyah AlaSantri Pimpinan Pusat Muhammadiyah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar