Minggu, 19 April 2015

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah

Probolinggo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam rangka untuk mempererat ikatan silaturahim diantara pengurus dan Nahdliyin, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Kecamatan Kuripan Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur secara istiqomah menggelar istighotsah baik di kantor NU maupun di rumah tokoh masyarakat di masing-masing ranting.

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)
Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah (Sumber Gambar : Nu Online)

Pererat Silaturrahim Melalui Istighotsah

Ketua Tanfidziyah MWCNU Kecamatan Kuripan Abdul Aziz, Selasa (17/12) mengungkapkan istighotsah ini dilakukan sebagai upaya untuk mempererat silaturahim diantara pengurus dan warga NU. Apalagi saat ini sudah banyak paham-paham baru di luar NU dan bertentangan dengan akidah Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

”Istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh MWCNU Kecamatan Kuripan untuk semakin mendekatkan diri kepada masyarakat. Melalui istighotsah ini, diharapkan akan semakin mempererat dan memperkokoh jalinan ikatan silaturahim diantara sesama pengurus NU dan warga NU sehingga nantinya akan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk bersama-sama membesarkan NU,” ungkapnuya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Tidak hanya itu menurut Abdul Aziz, istighotsah ini juga dapat menjadi sebuah media untuk menyerap aspirasi Nahdliyin. “Dengan demikian pengurus NU tahu apa yang diharapkan oleh warganya. Sehingga nanti dapat dimasukkan sebagai program prioritas MWCNU Kecamatan Kuripan,” jelasnya.

Abdul Aziz menegaskan istighosah ini merupakan salah satu tradisi ulama NU yang harus terus dilestarikan. ”Jangan pernah meninggalkan tradisi-tradisi yang ada dan tetap berpedoman pada hal-hal yang telah dirumuskan oleh ulama NU. Sebab tradisi-tradisi ini merupakan simbol dan kekuatan untuk membesarkan NU di tengah-tengah masyarakat,” tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Lebih lanjut Abdul Aziz menjelaskan istighotsah ini bertujuan untuk mengamalkan ajaran tradisi ulama NU Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja) dan mendoakan masyarakat. “Istighotsah ini merupakan salah satu upaya yang kami lakukan untuk selalu melestarikan tradisi-tradisi yang dilakukan oleh ulama NU,” pungkasnya. (Syamsul Akbar/Anam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Berita, Nasional, Santri Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Rabu, 15 April 2015

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

Batang, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, hadir membuka kegiatan Kemah Bakti II tahun 2017 pada rangkaian peringatan Hari Lahir ke 83 Gerakan Pemuda (GP) Ansor pada Sabtu (22/4) malam, di Desa Tombo, Kecamatan Bandar, Kabupaten Batang. Ia hadir didampingi Penjabat (PJ) Bupati Batang Siswo Laksono. Saat menyampaikan sambutannya, Ganjar mengapresiasi kegiatan yang digelar selama tiga hari mulai Sabtu sampai Senin (22-24/4).

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)
Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II (Sumber Gambar : Nu Online)

Peringati Harlah, GP Ansor Jateng Gelar Kemah Bakti II

"Kemah ini menurut saya jadi bagian membentuk karakter anak bangsa. Mereka secara agama sudah tentu sangat paham, ideologi bernegara juga paham, tapi sikapnya seperti kereta atau tidak maju mundur," katanya.

Kondisi bangsa yang ada saat ini, menurutnya membutuhkan sikap bersama-sama menyuarakan kebenaran. Maka Ansor Banser melalui Kemah Bakti ini harus berani menyuarakan kebenaran.

"Saya mengapresiasi kemah bakti ini dari teman-teman GP Ansor," katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menambahkan, melalui Kemah Bakti ini, para kader Ansor Banser akan menginternalisasi diri membangun karakter anak bangsa yang baik. Mereka nantinya akan tersebar di mana-mana untuk menularkannya.

Adapun pembukaan, dilakukan secara simbolis dengan pemukulan rebana oleh Gubernur Jateng. Selain itu juga dilakukan pemakaian jaket Banser pada Gubernur Ganjar Pranowo, Ketua PWNU Jateng DR KH Abu Hapsin, dan Anggota DPD RI Achmad Muqowam oleh Kasatkorwil Banser Jateng Hasyim Asyari.

Ketua PW Ansor Jateng Ikhwanudin mengatakan, Kemah Bakti II ini arahnya adalah untuk melestarikan nilai-nilai Nahdlatul Ulama melalui penggalian potensi kader dari berbagai bidang. Utamanya diarahkan untuk memupuk rasa kesetiaan dan cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Harapannya, Ansor Banser tetap jadi garda terdepan dalam berpartisipasi di kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Terdapat sejumlah kegiatan di Kemah Bakti yang diikuti 690 peserta dari 32 Cabang se Jateng ini, di antaranya sarasehan kebangsaan bersama Anggota DPD RI Achmad Muqowam, lomba prestasi yang terdapat 11 kejuaraan salah satunya perlobaan bidang IT atau pembuatan iklan layanan masyarakat.

"Itu juga untuk menanggulangi berita-berita hoax, membuat meme yang mengandung pesan rahmatan lil alamin," katanya.

Selain itu, juga ada bakti sosial, pameran produk-produk UMKM dari kader Ansor, mujahadah dan Ansor Bershalawat, dan pada Senin (24/4/2017) akan digelar apel kesetiaan NKRI sekaligus penutup.

Yang menarik dalam kegiatan Kemah Bakti kali ini, imbuh Ikhwan, adalah kegiatan ini didukung penuh oleh warga Desa Tombo, Kecamatan Bandar.

"Maka kami apresiasi besar pada Kepala Desa, Ketua Ranting NU dan Ansor yang telah memberi dukungan luar biasa terutama konsumsi," ujarnya.

PJ Bupati Batang, Siswo Laksono mengatakan, pihaknya berharap Batang kembali menjadi juara umum dalam kemah bakti tahun ini. Sehingga jika tahun ini digelar di kawasan pegunungan, maka tahun depan bisa digelar di kawasan pantai.? (Sholahuddin Al-Ahmed/Abdullah Alawi)

?

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Meme Islam, Internasional Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Selasa, 14 April 2015

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Yogyakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU) Yogyakarta untuk pertama kali meluncurkan program “Masjid Sehat” di masjid Jami’ Kodama, Yogyakarta, Senin (20/1). Program ini memosisikan masjid sebagai inspirasi kebersihan dan kesehatan warga.

“Masjid bukan saja dijadikan sebagai tempat ibadah. Dari masjid, kita bisa membangun gerakan masjid bersih dan suci dan jama’ah yang sehat,” terang Ketua LKNU Yogyakarta H Abdul Kadir dalam peluncuran program tersebut.

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)
LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat (Sumber Gambar : Nu Online)

LKNU DIY Luncurkan Program Masjid Sehat

Peluncuran program ini, menurut H Abdul Kadir, bertujuan menegakkan masjid sehat bukan sekedar slogan. Tetapi mengajak warga untuk berprilaku hidup sehat dan bersih dan menjadikan masjid sebagai pusat kegiatan umat.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Kesehatan dan kebersihan, sambung Kadir, merupakan ciri utama pribadi Nabi Muhammad SAW.

“Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk hidup bersih, sehat dan suci. Warga NU diharapkan agen terdepan mengamalkan ajaran kebersihan. LKNU DIY akan berus berusaha mengawal itu,” tegas dokter Kadir.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

LKNU menjadikan masjid jami’ Kodama sebagai salah satu masjid binaan LKNU untuk penyuluhan kesehatan, pengobatan gratis, menyebarkan da’i peduli AIDS, dan lain sebagainya. (Muyassaraoh Hafidzoh/Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Habib Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Jumat, 20 Maret 2015

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Panitia sayembara media Harlah Ke-60 Pimpinan Pusat IPPNU, masih memberikan kesempatan bagi para pelajar untuk mengirimkan karya terbaiknya baerupa desain poster, fotografi, dan video pendek. Pasalnya, perlombaan yang sejatinya ditutup pada 7 Maret, kini diubah menjadi 20 Maret.

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)
Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang (Sumber Gambar : Nu Online)

Sayembara Karya Kreatif Pelajar IPPNU, Diperpanjang

“Perpanjangan waktu perlombaan ini diharapkan mampu menampung lebih banyak lagi partsipasi dan karya kreatif pelajar di Indonesia,” kata salah seorang pengurus PP IPPNU Eva Nurlathifah kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat, (13/3) sore.

Perlombaan ini dibuka sejak 11 Februari 2015 hingga penutupan pada 7 Maret 2015. Berhubung malam puncak harlah ke-60 PP IPPNU diubah menjadi 27 Maret 2015, maka panitia membuka peluang bagi pelajar kreatif yang belum mengirimkan karya terbaiknya untuk melayangkannya segera. Karena, batas akhir penutupan diperpanjang hingga 20 Maret 2015.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

“Seluruh ketentuan dan persyaratan lomba dapat diunduh di web ippnu.nu.or.id.,” ujar Eva.

Sayembara media ini diadakan dalam rangka memperingati Harlah Ke-60 IPPNU. Sesuai tema Harlah Ke-60 IPPNU “Refleksi 60 tahun Perjalanan IPPNU Bersama Pelajar Indonesia”, PP IPPNU sengaja mengadakan sayembara ini guna meningkatkan kreatifitas dan partisipasi seluruh anggota IPPNU dan pelajar se-Indonesia dalam memperingati harlah IPPNU. (Alhafiz K)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 15 Maret 2015

Pelajar NU Cirebon Luncurkan "Sejuta Buku untuk Dhuafa"

Cirebon, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Pimpinan cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) kabupaten Cirebon meluncurkan program "Gerakan Sejuta Buku Tulis untuk Dhuafa" di Kantor PCNU Kabupaten Cirebon, Sabtu (4/5).

Wahyono, ketua PC IPNU Kabupaten Cirebon menjelaskan, program penggalangan amal berupa buku tulis ini akan dilangsungkan selama dua bulan ke depan hingga memasuki tahun pelajaran baru 2013-2014. Kemudian akan dibagikan serentak untuk para siswa sekolah yang kurang mampu di wilayah Kabupaten Cirebon.  

Pelajar NU Cirebon Luncurkan Sejuta Buku untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)
Pelajar NU Cirebon Luncurkan Sejuta Buku untuk Dhuafa (Sumber Gambar : Nu Online)

Pelajar NU Cirebon Luncurkan "Sejuta Buku untuk Dhuafa"

“Pengumpulan sumbangan buku tulis ini akan dilakukan sampai memasuki awal tahun ajaran baru, jika dirasa sudah mencapai target, maka kami akan mendistribusikan ke sekolah-sekolah di Kabupaten Cirebon melalui pengurus komisariat baik IPNU maupun IPPNU di sekolahnya masing-masing,” jelas Wahyono.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sementara itu, ketua PC IPPNU Kabupaten Cirebon, Putri Hidayani mengatakan, bahwa program ini bermula dari keprihatinan karena melihat pelajar Indonesia yang masih kurang beruntung.

Mereka, sambung Putri, menghadapi keterbatasan untuk memenuhi fasilitas dalam menempuh pendidikan. Diharapkan, melalui program ini dapat sedikit mengurangi beban para siswa yang kurang mampu di Cirebon, “Saling berbagi sangat penting dilakukan demi memperingan beban teman-teman yang kurang beruntung,” papar Putri.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Peluncuran diakhiri dengan penyerahan sumbangan buku tulis secara simbolik oleh KH Faris Fuad Hasyim dari PC GP Ansor Kabupaten Cirebon, H. Zainal Arifin Waud, perwakilan dari DPRD Kabupaten Cirebon, serta KH. Hasan Bisri, mewakili PCNU Kabupaten Cirebon.

Peluncuran program "Gerakan Sejuta Buku Tulis Untuk Dhuafa" ini dihadiri puluhan pelajar dari pelbagai sekolah di Cirebon.

Redaktur        : Abdullah Alawi

Kontributor    : Sobih Adnan

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Ubudiyah, Santri, Khutbah Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Sabtu, 14 Maret 2015

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

Sidoarjo, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Kegiatan pasar murah atau Pasar Rakyat Indonesia yang diselenggarakan oleh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama PBNU) bersama pengurus NU setempat giliran dilaksanakan di Sidoarjo, Jawa Timur. Pasar rakyat ini akan dibuka pada Sabtu (19/1) sore ini.

H Nasirul Falah Amru, pemrakarsa kegiatan yang akan berlangsung di 48 kota ini menandaskan, kegiatan  ini merupakan sebagai wujud kepedulian NU terhadap warganya. "Pasar murah adalah komitmen NU untuk mengangkat ekonomi warga," katanya kepada Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)
Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo (Sumber Gambar : Nu Online)

Pasar Rakyat NU Giliran di Sidoarjo

Wakil Bendahara PBNU ini mengingatkan, NU tidak boleh terpengaruh dengan hiruk pikuk politik baik lokal maupun nasional. "Kita ingin ngopeni (merawat, red) ekonomi warga," katanya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Menurutnya, pada pasar murah ini nantinya akan dijual sembilan bahan pokok dengan harga terjangkau. Beras misalnya. Kalau di pasaran seharga tujuh ribu rupiah perkilogram, akan dijual dengan harga empat ribu rupiah. "Demikian juga dengan minyak goreng, pasti akan lebih murah dari harga pasar," ungkapnya.

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Pasar murah untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya akan diselenggarakan di Kampus YPM (Yayasan Pendidikan Maarif) Sepanjang Sidoarjo.

Kegiatan ini terselenggara atas kerjasama PBNU, PT Umat Power, Apace, Sinar Mas dan perusahaan pendukung lainnya. Pasar murah akan berlangsung sampai besok Ahad dengan diikuti beberapa perusahaan pendukung maupun unit lembaga pendidikan yang berada di bawah naungan YPM.

Redaktur    : A. Khoirul Anam

Kontributor: Saifullah

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Nahdlatul Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Minggu, 08 Maret 2015

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Jakarta, Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Salah satu sistem pendidikan yang terbaik yang ada di Indonesia adalah sistem pendidikan yang dilaksanakan di pesantren. 

"Di pondok pesantren, para santri diajarkan ilmu yang difokuskan kepada pembinaan mental dan sikap akhlaqul karimah," kata Kepala Pusdiklat Tenaga Teknis dan Kependidikan dan Keagamaan Kementerian Agama Dr HM Kusasi, M.Pd.

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)
Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik (Sumber Gambar : Nu Online)

Pesantren Miliki Sistem Pendidikan Terbaik

Menurutnya kualitas sistem pendidikan di pesantren ini diakui juga oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

"Kenapa anak zaman sekarang terkenal nakal tidak bisa diatur? Jawabannya karena para guru hanya fokus terhadap asupan otak dalam melakukan pengajaran," katanya, Selasa (20/10/15).

Pimpinan Pusat Muhammadiyah

Ia menjelaskan bahwa tugas guru bukan hanya mengajar saja namun guru juga harus mendidik. 

"Mendidik itu untuk hati mengajar itu untuk otak," jelasnya. Oleh karena itu para guru harus mencontoh sistem pendidikan pesantren yang menekankan pendidikan kepada peserta didik untuk mendapatkan generasi cerdas dan berakhlaqul karimah.

"Selain mendidik dan mengajar, guru juga harus membimbing para peserta didik dengan mengarahkan mereka melakukan hal-hal yang positif," terangnya. Hal ini disampaikannya di hadapan guru dari berbagai penjuru Indoneaia yang sedang melaksanakan diklat dari 19 sampai dengan 25 Oktober 2015 di Aula Pusdiklat Tenaga Teknis Kementerian Agama RI Jakarta. (Muhammad Faizin/Mukafi Niam)

Dari Nu Online: nu.or.id

Pimpinan Pusat Muhammadiyah Fragmen, Nahdlatul Ulama, Humor Islam Pimpinan Pusat Muhammadiyah